Tanpa Michelle, Obama tak Akan Pernah Jadi Presiden

Kisah Sukses Mantan First Lady AS, Michelle Obama

 

Barack dan Michelle Obama yang selalu tampil mesra.

Seorang ibu negara di Amerika Serikat sangat berpengaruh terhadap orang nomor satu di negara tersebut. Bahkan, menjadi cerminan negara tersebut. Bicara soal siapa First Lady favorit rakyat AS hingga sekarang? Michelle Obama adalah jawabannya.
John Robbinson, WASHINGTON

Michelle dengan kesederhanaannya tampil anggun, tanpa sedikit pun terlihat sebagai seorang istri yang hanya menyertai perjalanan suaminya, Barack Obama. Michelle terlihat begitu elegan jauh dari kesan glamour, tetapi tetap terlihat cantik dan anggun.

Ketika mengunjungi Masjid Istiqlal di Indonesia, saat Obama masih menjabat Presiden AS, Michelle memakai kerudung sangat sederhana. Sebelumnya tersiar kabar, bahwa kerudung yang dikenakan Michelle ini dibeli dari Pasar Tanah Abang. Itu dikatakan salah seorang pedagang di Tanah Abang setelah menyaksikan tayangan televisi. Dampaknya, kerudung yang saat itu dipakai Michelle, jadi rebutan kaum hawa saat itu.

Michelle akan memberikan inspirasi kepada perempuan bahwa perlu disyukuri warna kulit yang dimiliki, tidak perlu memutihkan muka atau memancungkan hidung. Jurnalis asing bahkan menyebutkan bahwa Michelle tampak ”bersinar” saat dia mengunjungi masjid terbesar di Asia Tenggara dengan suaminya, ketika itu.
Next »


Hubungan rumah tangga erat kaitannya dengan peran suami dan istri, rumah tangga yang harmonis akan berjalan manis jika peran suami dan istri seimbang. Hal tersebut akan berdampak besar pada keberlangsungan rumah tangga di masa depan.

Ada wanita hebat di balik kesuksesan pria. Itu terbukti pada pasangan Barack dan Michelle Obama. Dimulai dengan saling menerima pasangan apa adanya adalah peranan utama suami dan istri. Apalagi jika keduanya sama-sama berjuang membangun rumah tangga mulai dari nol, atau kata lainnya tidak mendapatkan ’embel-embel’ dari orang tua. Maka jika nantinya rumah tangga keduanya sukses, yang bangga siapa kalau bukan suami dan istri?

Sebuah proses panjang untuk mencapai kesuksesan rumah tangga, yang benar-benar dimulai dari nol dan sampai pada titik tertinggi tertuang dalam percakapan singkat Barrack Obama dan Michelle Obama seperti ini:

Suatu hari, Presiden Barrack Obama dan istrinya, Michelle Obama, memutuskan untuk berjalan-jalan menikmati sejuknya udara segar di luar pekerjaan kepresidenan, mereka memutuskan untuk makan malam di sebuah restoran sederhana, yang jauh dari kata mewah dan megah layaknya resto kepresidenan seperti Canlis, Seattle yang bagus dan mahal itu. Ketika sang pemilik resto mengetahui restonya didatangi oleh orang nomor satu di Amerika beserta istri, Sang pemilik resto memohon kepada pengawal khusus presiden untuk berbincang empat mata dengan The First Lady, Michelle Obama.
Next »


Setelah pembicaraan tersebut berlangsung, Presiden Obama bertanya kepada istrinya, “Kenapa laki-laki itu begitu ingin berbicara empat mata denganmu?” Kemudian istrinya berkata bahwa dulu pria itu adalah pengagumnya sewaktu remaja. “Laki-laki itu sangat tergila-gila padaku”, ujar Michelle. Kemudian Obama berkata, “Jadi kalau dia menikahimu, kamu pasti menjadi pemilik resto ini.” Dengan tersenyum Michelle menjawab, “Oh tidak, jika aku menikahinya, dialah yang menjadi Presiden Amerika saat ini.”

Dari kalimat yang dilontarkan wanita bernama lengkap Michelle LaVaughn Robinson itu, memperlihatkan betapa peran istri dalam merangkul suami dan mengajaknya bangun dari bawah lalu membawanya ke atas adalah proses luar biasa yang perlu diacungi jempol. Namun, tak hanya istri saja yang berperan, sosok suami juga senantiasa melakukan perombakan dalam rumah tangganya agar dapat dibawa menuju puncak kesuksesan. Peran istri tak hanya menjadi kekuatan di salah satu sisi tangan suaminya, namun juga sebagai motivator di saat suami terpuruk. Jbn/afp/bgt

Barack dan Michelle Obama yang selalu tampil mesra.

Seorang ibu negara di Amerika Serikat sangat berpengaruh terhadap orang nomor satu di negara tersebut. Bahkan, menjadi cerminan negara tersebut. Bicara soal siapa First Lady favorit rakyat AS hingga sekarang? Michelle Obama adalah jawabannya.
John Robbinson, WASHINGTON

Michelle dengan kesederhanaannya tampil anggun, tanpa sedikit pun terlihat sebagai seorang istri yang hanya menyertai perjalanan suaminya, Barack Obama. Michelle terlihat begitu elegan jauh dari kesan glamour, tetapi tetap terlihat cantik dan anggun.

Ketika mengunjungi Masjid Istiqlal di Indonesia, saat Obama masih menjabat Presiden AS, Michelle memakai kerudung sangat sederhana. Sebelumnya tersiar kabar, bahwa kerudung yang dikenakan Michelle ini dibeli dari Pasar Tanah Abang. Itu dikatakan salah seorang pedagang di Tanah Abang setelah menyaksikan tayangan televisi. Dampaknya, kerudung yang saat itu dipakai Michelle, jadi rebutan kaum hawa saat itu.

Michelle akan memberikan inspirasi kepada perempuan bahwa perlu disyukuri warna kulit yang dimiliki, tidak perlu memutihkan muka atau memancungkan hidung. Jurnalis asing bahkan menyebutkan bahwa Michelle tampak ”bersinar” saat dia mengunjungi masjid terbesar di Asia Tenggara dengan suaminya, ketika itu.
Next »


Hubungan rumah tangga erat kaitannya dengan peran suami dan istri, rumah tangga yang harmonis akan berjalan manis jika peran suami dan istri seimbang. Hal tersebut akan berdampak besar pada keberlangsungan rumah tangga di masa depan.

Ada wanita hebat di balik kesuksesan pria. Itu terbukti pada pasangan Barack dan Michelle Obama. Dimulai dengan saling menerima pasangan apa adanya adalah peranan utama suami dan istri. Apalagi jika keduanya sama-sama berjuang membangun rumah tangga mulai dari nol, atau kata lainnya tidak mendapatkan ’embel-embel’ dari orang tua. Maka jika nantinya rumah tangga keduanya sukses, yang bangga siapa kalau bukan suami dan istri?

Sebuah proses panjang untuk mencapai kesuksesan rumah tangga, yang benar-benar dimulai dari nol dan sampai pada titik tertinggi tertuang dalam percakapan singkat Barrack Obama dan Michelle Obama seperti ini:

Suatu hari, Presiden Barrack Obama dan istrinya, Michelle Obama, memutuskan untuk berjalan-jalan menikmati sejuknya udara segar di luar pekerjaan kepresidenan, mereka memutuskan untuk makan malam di sebuah restoran sederhana, yang jauh dari kata mewah dan megah layaknya resto kepresidenan seperti Canlis, Seattle yang bagus dan mahal itu. Ketika sang pemilik resto mengetahui restonya didatangi oleh orang nomor satu di Amerika beserta istri, Sang pemilik resto memohon kepada pengawal khusus presiden untuk berbincang empat mata dengan The First Lady, Michelle Obama.
Next »


Setelah pembicaraan tersebut berlangsung, Presiden Obama bertanya kepada istrinya, “Kenapa laki-laki itu begitu ingin berbicara empat mata denganmu?” Kemudian istrinya berkata bahwa dulu pria itu adalah pengagumnya sewaktu remaja. “Laki-laki itu sangat tergila-gila padaku”, ujar Michelle. Kemudian Obama berkata, “Jadi kalau dia menikahimu, kamu pasti menjadi pemilik resto ini.” Dengan tersenyum Michelle menjawab, “Oh tidak, jika aku menikahinya, dialah yang menjadi Presiden Amerika saat ini.”

Dari kalimat yang dilontarkan wanita bernama lengkap Michelle LaVaughn Robinson itu, memperlihatkan betapa peran istri dalam merangkul suami dan mengajaknya bangun dari bawah lalu membawanya ke atas adalah proses luar biasa yang perlu diacungi jempol. Namun, tak hanya istri saja yang berperan, sosok suami juga senantiasa melakukan perombakan dalam rumah tangganya agar dapat dibawa menuju puncak kesuksesan. Peran istri tak hanya menjadi kekuatan di salah satu sisi tangan suaminya, namun juga sebagai motivator di saat suami terpuruk. Jbn/afp/bgt









Komentar Anda



Submit

Berita Terkait