Lurah era Bambang DH Calon Tersangka

Kejaksaan Sebut Indikasi Korupsi Lepasnya Aset Jl Upa Jiwa ke Marvell City Makin Jelas. Penetapan Tersangka Tinggal Melengkapi Bukti (sub)

 

Mantan Lurah Ngagel yang menjabat di era Walikota Bambang DH diduga kuat terlibat langsung lepasnya Jl Upa Jiwa.


SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kasus dugaan korupsi hilangnya dua aset Pemkot Surabaya makin menguat, setelah Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya melakukan pemeriksaan sejumlah pihak. Dua aset yang diselidiki adalah aset Jalan Upa Jiwa yang kini ’dikuasai’ Marvell City (PT Assa Land) dan lepasnya Waduk Wiyung (depan kampus Unesa). Terbaru, Kejaksaan sudah mengantungi calon tersangka. Khususnya terkait lepasnya Jl Upa Jiwa ke Marvell City. Kabar yang beredar, mantan Lurah Ngagel bernama Bambang ditengarai terlibat langsung lepasnya jalan tersebut. Bambang yang menjabat lurah sejak era Walikota Bambang DH itu kini dinas di Kelurahan Kebraon. Ia diduga berperan penting, karena dalam surat yang ia teken menyatakan bahwa Jalan Upa Jiwa bukan aset Pemkot Surabaya. Akankah mantan Lurah Ngagel ini menjadi tersangka bersama oknum Marvell City?
---------------------

Sejauh ini, Kejari Surabaya sudah memintai keterangan dari 10 orang saksi. Mulai lurah hingga para pejabat dinas terkait di lingkungan Pemkot Surabaya. "Sudah ada perkembangan penyelidikan. Kami temukan, memang ada yang melawan hukum saat aset itu lepas. Sekarang kami sedang mencari alat bukti ke arah tindak pidana korupsi," kata Kepala Kejari Surabaya Didik Farkhan dikonfirmasi Selasa (18/4/2017) kemarin.

Namun, Didik menegaskan, Kejari belum menetapkan tersangka dalam kasus lepasnya aset Pemkot Surabaya ini. "Sudah ada indikasi (tersangka). Tapi kami masih memerlukan beberapa orang lagi untuk dimintai keterangan. Nanti baru menuju ke mereka-mereka yang diduga menguasai itu (pelepasan aset,red)," terang jaksa asal Bojonegoro ini.

Tim Penyelidikan Kejari sudah menemukan simpul-simpul kasus pelepasan aset ini. Dalam waktu dekat, Kejari Surabaya juga akan menghitung kerugian negara akibat pelepasan dua aset Pemkot Surabaya itu. Lalu, apa sudah ada rencana penetapan tersangka? "Belum, tapi sudah ada (calon tersangka)," tegas Didik.

Ada Main dari Awal
Sementara itu, mantan Lurah Ngagel, Bambang, makin menguat disebut sebagai pihak yang terlibat langsung lepasnya Jl Upa Jiwa. Kasi Pembangunan Kelurahan Ngagel, Hendro S Paijan mengungkapkan pada awalnya, tahun 2011-2014 pihak Marvell City berkirim surat permohonan kepada Kelurahan Ngagel untuk meninjau lokasi jalan Upa Jiwa. Ini untuk memastikan jika jalan tersebut tidak dalam sengketa.

Awalnya dulu sekitar tahun, 2011-2014 sebanyak lima kali mereka (Marvell City) minta surat permohonan. Kemudian pihak kelurahan ditandatangani Lurah Bambang saat itu membalas jika saat ini sedang dikoordinasikan dengan pihak BPN (Badan Pertanahan Nasional). Hingga kelima kalinya, tahun 2014 kelurahan mengeluarkan surat keterangan, terang Hendro yang saat itu sebagai pesuruh lurah untuk meninjau lokasi Jalan Upa Jiwa.

Dalam surat itu, lanjut Hendro, ditandatangani Lurah Bambang dan dua orang saksi, salah satunya Hendro sendiri. Sedang surat itu menyebutkan bahwa lahan Jalan Upa Jiwa tidak dalam sengketa. Juga dinyatakan bukan aset milik Pemkot Surabaya. Padahal, Jl Upa Jiwa tercatat sebagai aset Pemkot Surabaya di Sistem Informasi Manajemen Barang Daerah (Simbada) kota Surabaya. Seingat Hendro, surat keterangan kelurahan tersebut diterbitkan tahun 2014.

Hendro melanjutkan, setelah surat keterangan dari Kelurahan Ngagel itu diterbitkan, pihak Marvel City merasa di atas angin. Pengembang properti ini segera melakukan pembangunan di atas Jalan Upa Jiwa., dengan isi menegaskan bahwa tanah jalan Upa Jiwa bukanlah milik Pemkot dan tidak dalam sengketa.

Dulu pak Lurah Bambang bilang kalau dikoordinasikan dengan pihak terkait, tapi setau saya tidak ada koordinasi sama sekali. Artinya memang pak Lurah Bambang yang saat itu mengurus semuanya. Saya juga diperintahkan saja sebagai saksi dikasih uang Rp 100 ribu. Saya juga tidak tahu kalau tanah tersebut milik pemkot, karena pak Bambang bilang tanah tersebut tidak dalam sengketa, beber Hendro yang ditemui Surabaya Pagi, Selasa (18/4) kemarin.

Ada dugaan kuat permainan yang dilakukan lurah Bambang yang sekarang menjadi Lurah Kebraon, saat ia menjabat Lurah Ngagel. Tugas saya hanya disuruh mas untuk meninjau lokasi sama jadi saksi, saya atas perintah pak lurah waktu itu. Kalau untuk transaksional mungkin saja ada, saya juga diberi waktu meninjau lokasi di lapangan, tambah staf kelurahan yang sekarang juga menjabat sebagai Kasi Trantib di kelurahan Ngagel tersebut.

Selain itu, Hendro juga menyampaikan dirinya telah dipanggil pihak Kejari Surabaya dalam kasus Marvell City tersebut. Hendro dipanggil pada Selasa (11/4) lalu dan dimintai keterangan secara intensif selama 8 jam di Kejari Surabaya. Sayangnya, Hendro enggan menjelaskan lebih detail materi pertanyaan penyidik kepadanya.

Yang pasti banyak sekali pertanyaannya mas, yang jadi pokok pernyataan saya ya soal surat keterangan dari kelurahan tersebut bahwa tanah itu tidak milik pemkot dan tidak sedang disengketakan, pungkas Hendro.

Sebelumnya, dalam kasus pembangunan Marvell City Mall sendiri, sudah menuai masalah. Sebab, dipertengahan tahun 2016 Pemkot Surabaya dan anggota Komisi C DPRD Surabaya menertibkan lahan untuk jalan umum yang dikuasai superblok Marvell City. Bahkan saat itu Satpol PP Kota Surabaya memasang segel berupa stiker di dalam bangunan Marvell City Mall.

Tindakan tersebut dilakukan setelah melalui proses rapat dengar pendapat dengan pihak-pihak yang terkait dan telah menjadi kesepakatan, Superblok Marvell City dinilai telah melanggar aturan Perda, yakni menyalahi IMB dan dengan sengaja menggunakan lahan jalan umum sebagai perluasan bangunan.

Hasil sidak di lokasi, ternyata cukup mengagetkan karena lahan jalan umum dengan lebar 15 meter dengan panjang lebih dari 100 meter yang dipersoalkan Komisi C DPRD Surabaya sudah disulap menjadi fasilitas umum berupa area taman dan area parkir dengan kontruksi underground 2 lantai (kebawah). n



Komentar Anda



Berita Terkait