Oli SNI Siap Bersaing Global

 

Sestama BSN, Puji Winarti (tengah) kunjungan industri di Production Unit Gresik PT Pertamina Lubricants Gresik, Selasa (18/4/2017) terkait dengan SNI produk pelumas Pertamina. (Ft. MIS/SP)

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Pertumbuhan ekonomi nasional yang di dalamnya terdapat unsur sektor otomotif, industri pertambangan, perkebunan, serta manufaktur telah membawa dampak positif bagi industri pelumas atau oli di negeri ini. Permintaan oli terus tumbuh, bahkan tidak hanya konsumen dalam negeri.

Inilah yang mendorong PT Pertamina Lubricants untuk melakukan penetrasi dalam mengembangkan sayapnya hingga ke luar negeri. Tapi menerobos pasar dunia untuk memasarkan oli, tidaklah mudah. Apalagi, diberlakukannya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) ditambah negera-negara luar begitu ketatnya dalam melindungi konsumen mereka terutama produk yang berhubungan dengan keamanan, kesehatan dan lingkungan.

Nah, untuk mendapatkan jaminan mutu terkait produk oli dari Pertamina Lubricants ini, maka anak perusahaan PT Pertamina tersebut secara sukarela mengajukan SNI ke Badan Standardisasi Nasional (BSN). Dengan tujuan untuk mencegah penggunaan pelumas palsu atau oplosan, melindungi pelanggan (konsumen, red) dan memberikan produk dengan jaminan kualitas terbaik bagi konsumen.

Corporate Secretary PT Pertamina Lubricants, Arya Paramitha mengatakan, membanjirnya produk pelumas ke pasar dalam negeri dan strategi menembus pasar dunia produk Pertamina Lubricants ini harus dilakukan standarisasi mutu. Artinya, dengan menerapkan standar mutu yakni SNI maka jaminan mutu produk Pertamina Lubricants, memenuhi standar jaminan keamanan, kesehatan dan lingkungan.

“Makanya, kami salah satu BUMN produsen pelumas dengan sukarela melakukan standardisasi mutu di BSN,” kata Arya disela menerima kunjungan rombongan BSN di Production Unit Gresik PT Pertamina Lubricants, Gresik, Selasa (18/4). Next »



Sementara itu, Sekretaris Utama (Sestama) BSN, Puji Winarti mengatakan, pelumas merupakan produk yang belum wajib SNI. Namun pihaknya tetap mendorong bagi produsen pelumas untuk memberikan jaminan mutu bagi konsumen melalui SNI. Pasalnya, pelumas ini harus mendapat jaminan keselamatan, kesehatan dan lingkungan. Karena itu, pihaknya sambut baik manajemen PT Pertamina Lubricants yang dengan sukarela melakukan SNI pelumasnya. mis

Sestama BSN, Puji Winarti (tengah) kunjungan industri di Production Unit Gresik PT Pertamina Lubricants Gresik, Selasa (18/4/2017) terkait dengan SNI produk pelumas Pertamina. (Ft. MIS/SP)

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Pertumbuhan ekonomi nasional yang di dalamnya terdapat unsur sektor otomotif, industri pertambangan, perkebunan, serta manufaktur telah membawa dampak positif bagi industri pelumas atau oli di negeri ini. Permintaan oli terus tumbuh, bahkan tidak hanya konsumen dalam negeri.

Inilah yang mendorong PT Pertamina Lubricants untuk melakukan penetrasi dalam mengembangkan sayapnya hingga ke luar negeri. Tapi menerobos pasar dunia untuk memasarkan oli, tidaklah mudah. Apalagi, diberlakukannya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) ditambah negera-negara luar begitu ketatnya dalam melindungi konsumen mereka terutama produk yang berhubungan dengan keamanan, kesehatan dan lingkungan.

Nah, untuk mendapatkan jaminan mutu terkait produk oli dari Pertamina Lubricants ini, maka anak perusahaan PT Pertamina tersebut secara sukarela mengajukan SNI ke Badan Standardisasi Nasional (BSN). Dengan tujuan untuk mencegah penggunaan pelumas palsu atau oplosan, melindungi pelanggan (konsumen, red) dan memberikan produk dengan jaminan kualitas terbaik bagi konsumen.

Corporate Secretary PT Pertamina Lubricants, Arya Paramitha mengatakan, membanjirnya produk pelumas ke pasar dalam negeri dan strategi menembus pasar dunia produk Pertamina Lubricants ini harus dilakukan standarisasi mutu. Artinya, dengan menerapkan standar mutu yakni SNI maka jaminan mutu produk Pertamina Lubricants, memenuhi standar jaminan keamanan, kesehatan dan lingkungan.

“Makanya, kami salah satu BUMN produsen pelumas dengan sukarela melakukan standardisasi mutu di BSN,” kata Arya disela menerima kunjungan rombongan BSN di Production Unit Gresik PT Pertamina Lubricants, Gresik, Selasa (18/4). Next »



Sementara itu, Sekretaris Utama (Sestama) BSN, Puji Winarti mengatakan, pelumas merupakan produk yang belum wajib SNI. Namun pihaknya tetap mendorong bagi produsen pelumas untuk memberikan jaminan mutu bagi konsumen melalui SNI. Pasalnya, pelumas ini harus mendapat jaminan keselamatan, kesehatan dan lingkungan. Karena itu, pihaknya sambut baik manajemen PT Pertamina Lubricants yang dengan sukarela melakukan SNI pelumasnya. mis









Komentar Anda



Submit

Berita Terkait