Tertantang Mengenalkan Rasa Khas Pecel Madiun

 

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Bertekad untuk menyajikan rasa nasi pecel khas Madiun yang sesungguhnya. Ayah Ika Kusnadi Suparto Admojo, pemilik dan pendiri usaha Pecel Bu Kus, membuat usahanya sendiri.

Sang Ayah menurut penuturan Ika kecewa dengan rasa pecel Madiun yang ada di Surabaya.

Ayah saya ketika baru pindah ke sini berkeliling dan mencoba berbagai pecel di Surabaya. Sayangnya, ia tidak menemukan rasa pecel yang menurutnya sesuai rasa pecel khas Madiun. Kemudian Ayah saya secara spontan pun bertekad membuat usaha pecel madiun sendiri demi memperkenalkan rasa khasnya, ungkap Ika.

Ika Padmasari menuturkan awalnya keluarganya khususnya Ibunya Sri Banekowati tidak serta merta menerima ide Ayahnya.

Ibu sudah ada pekerjaan tetap sebagai Manager di sebuah perusahaan sepatu. Tentu saja Ibu cukup keberatan dengan Ide Ayah saya, tuturnya.

Tapi tentu saja Ibu membantu memasaknya bumbu-bumbu yang meracik juga Ibu. Sedangkan pengelolaannya diserahkan ke Ayah saya yang telah pensiun sebagai Lurah, yah awalnya kami Cuma ditempat sederhana berukuran 4 x 7 meter, terang Perempuan berusia 49 tahun tersebut.

Pertama berjualan, kita buka saat malam hari. Kebiasaan orang Madiun itu menyantap nasi pecel pada malam hari. Jadi kita buka malam. Tapi orang-orang para pelanggan kami menyarankan kami untuk berjualan di pagi hari. Lantaran kebiasaan orang Surabaya yang makan pecel pada pagi hari. Jadi, kami pun mulai berjualan juga dari pagi hingga malam, tutur Ika.

Lebih lanjut, Ika mengatakan, perubahan tersebut memberikan dampak yang signifikan.

Penjualan bertambah baik omset kian melonjak. Ibu pun memutuskan untuk segera keluar dari pekerjaannya dan fokus mengembangkan usaha kuliner yang diawali ketidakpuasan rasa pecel di sini, ungkapnya.

Gayung bersambut, masih menurut Ika, tempat yang awalnya kecilpun menjadi lebih besar lantaran pemilik tempat menawarkan tempat disebelahnya untuk digunakan.

Ayah saya bilang ia belum cukup modal untuk menyewa tempat sebelahnya. Tapi sang pemilik mengatakan kami boleh membayarnya kalau restoran bertambah ramai, ujarnya.

Sejak itu, Pecel Bu Kus telah memiliki tiga cabang hingga saat ini. Jika tidak ada yang tutup masih menurut Ika, saat ini tentu lebih dari tiga cabang cabang. Menurut Ika kurang ahlinya SDM yang membuat cabang yang lain tidak berjalan dengan baik. adk



Komentar Anda