Andita Lela Karlita Pensiun Jadi Artis, Buka Warkop di Nganjuk

 

Andita Lela Karlita mahir melayani para pengunjung warkopnya di Nganjuk. Foto ini jadi viral di medsos.


Bukan Hanya sekali atau dua kali orang yang memiliki wajah tampan dan cantik dengan gampang bisa dikenal dalam waktu sekejap. Seperti halnya pesinetron Andita Lela Karlita. Ia memilih mundur dari gemerlapnya dunia entertainment dan membantu ibunya menjaga warung kopi (Warkop) di Nganjuk, Jawa Timur. Foto-fotonya pun menjadi viral di media sosial (Medsos).

Andita yang pernah bermain di sinetron Tukang Ojek Pengkolan tersebut memilih membantu ibunya mengelola warung kopi dan makanan di Desa Kuncir, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk. Dibandingkan dengan di Jakarta, secara ekonomi atau pendapatan memang jauh berkurang. Namun tinggal di Nganjuk dan berkumpul dengan keluarga membuatnya jauh lebih tenang, ucap Andita, kemarin.

Tak disangka hal yang dilakukan Andita sudah 15 bulan atau satu tahun lebih berjualan kopi, sehingga tak heran jika ia sangat mahir dan tidak canggung menghadapi pelanggan di warungnya. Ia pun melayani pesanan kopi dengan ramah meski berstatus sebagai pesinetron.

Saat ditemui wartawan di warungnya, Andita mengaku lebih memilih membantu ibunya berjualan kopi dibandingkan bermain sinetron di Jakarta karena ia merasa bisa lebih dekat dengan keluarga.

Menurut Andita, dengan membuka usaha warung kopi seperti ini maka dirinya lebih bisa mengatur keuangan dan pendapatannya sendiri.

Namun demikian, Andita tidak menampik jika masih ada kesempatan atau ada yang kembali menawarinya bermain sinetron maka dirinya tak akan keberatan.

Sementara itu, meski warung kopi yang dikelolanya bersama sang ibu masih terhitung baru, namun Andita nyatanya sudah memiliki banyak pelanggan. Bahkan di antaranya datang hanya untuk bertemu sang pesinetron ini.

Banyak alasan pelanggan datang ke warung milik Andita, ada yang karena pelayannya cantik dan ramah, namun sebagian juga karena status Andita seorang mantan pemain sinetron, seperti yang diamini oleh Ardi dan Herman yang kerap membeli kopi di warung tersebut. n sok



Komentar Anda