OTT Pj Kades Semambung Dilaporkan Kapolda Jatim

 

Wakapolresta menunjukkan hasil OTT pungli Pj kades Semambung Gedangan


SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - -Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol M Anwar Nasir langsung bergerak cepat melaporkan pada Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin atas keberhasilan Satreskrim Polresta Sidoarjo melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Raden Prayudi Santoso (RPS), Pj Kades Semambung Kec. Gedangan, atas dugaan permintaan uang kepada salah seorang pemohon pembuatan penertiban surat perjanjian jual beli (SPJB) sementara.

Selamat Malam Jenderal, Mohon ijin melaporkan, Polresta Sidoarjo telah berhasil melakukan giat OTT terhadap Pj.Kades Ds. Semambung Kec. Gedangan Kab. Sda an. RADEN PRAYUDI (Pns) yg diduga telah melakukan perbuatan pungutan liar (Pungli) uang untuk biaya pelayanan pembuatan surat jual beli tanah sementara oleh Pj. Kades di lingkungan Ktr. Desa Semambung Kec. Gedangan Kab.Sidoarjo, bunyi laporan Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Anwar Nasir, Kamis (16/3) malam.

Kapolresta kemudian melaporkan kronologisnya, bahwa pada hari Kamis tanggal 16 Maret 2017, sekira pukul 10.00 wib, satu tim petugas unit Tipidkor Res Sda yg dipimpin oleh Kanit III/Pidkor melakukan penyelidikan thd dugaan adanya perbuatan Pungli (korupsi) yg ada di lingkungan Balai Desa Semambung Kec. Gedangan Kab. Sda. Ternyata benar sesuai dng fakta perbuatan, yang dikuatkan dng adanya alat bukti berupa ket. Sks dan adanya petunjuk (bb) dlm hal ini telah ditemukan adanya dugaan perbuatan Tindak Pidana.

Korupsi yg dilakukan dng cara meminta sejumlah uang kpd masyarakat selaku pembeli tanah dng alasan utk biaya pembuatan surat jual beli tanah sementara yg dilakukan oleh Sdr. RADEN PRAYUDI, selaku pegawai negeri (Pj.Kades) di Ktr. Balai Desa Semambung Kec. Gedangan Kab. Sidoarjo dengan cara meminta uang kpd setiap pembeli tanah di lingkungan Ds. Semambung sebesar 5% dari harga beli dng alasan utk biaya pembuatan surat tanah, namun faktanya utk menguntungkan diri sendiri atau org lain, yg dilakukan setiap ada transaksi jual beli tanah di Balai Desa Semambung, maka dng adanya peristiwa tsb telah ditemukan fakta-fakta hukum diantaranya penyidik telah mengamankan BB dan Riksa 4 org saksi termasuk pembeli tanah, Kades, Sekdes dan Pegawai / perangkat Ds. Semambung Kec. Gedangan Kab. Sda. di Ruang Unit Tipidkor Res Sda. guna proses sidik lebih lanjut.
Barang bukti yang disita uang tunai Rp. 10.000.000, 2 (dua) lembar surat jual beli tanah sementara yg di ttd. oleh Pj. Kades. Sdr. R. PRAYUDI dan 1 lembar kwitansi pembelian tanah seluas 130 m2 senilai Rp.250.000.000,- tertgl 8 Maret 2017.
Sekdes Desa Semambung, Toni juga turut dibawa ke Polres untuk diperiksa sebagai saksi.

Menurut Waka Polresta Sidoarjo AKBP Indra Mardiana, uang yang diminta oleh tersangka, tidak ada landasan hukumnya. "Tidak ada aturan atau pedoman yang menyatakan memberikan 5% saat adanya pengajuan atau pembuatan/penerbitan SPJB itu," katanya Jumat (17/3).

Dalam kasus ini, tersangka akan dijerat dengan Pasal 12 huruf e UURI Nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UURI Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi

"Untuk Subsidair, pasal yang dijeratkan, Pasal 11 UURI Nomor 20 tahun 2001. Pegawai Negeri sebagai penyelenggara negara yang menerima hadiah atas jabatan yang diemban, patut diduga," ujarnya. sg



Komentar Anda



Berita Terkait