Sertifikasi IKM, Tingkatkan Daya Saing Pasar

 

Gubernur Jawa Timur, Soekarwo dalam acara penyerahan sertifikat Industri Kecil Menengah (IKM) berstandar orientasi ekspor, Jumat (17/3).


Next

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, menyerahkan sertifikat Industri Kecil Menengah (IKM) berstandar orientasi ekspor, Jumat (17/3). Bertempat di Dyandra Convention Hall, kegiatan tersebut dalam rangka menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

Penyerahan sertifikat dilakukan secara simbolis kepada 18 pengusaha dari 450 pengusaha yang hadir. Adapun sertifikasi yang diserahkan meliputi Sertifikat SNI, ISO, Barcode, Batik Mart serta sertifikat Uji Produk.

Dengan penyerahan sertifikat, diharapkan meningkatkan daya saing pasar, baik pasar domestik maupun Internasional. Demikian seperti yang disampaikan Soekarwo dalam sambutannya di hadapan sekitar 450 pengusaha.

Produk - produk IKM saat ini tidak kalah kualitasnya dengan produk produk Asing. "Tapi masih ada kekurangan dalam hal kemasan atau packaging," kata Pakde Karwo Sapaan akrab Gubernur.

Pemprov Jatim melalui Diserindag serta Dinas Koperasi dan UMKM dalam waktu dekat akan mengadakan kerjasama dengan Bank Mandiri membuat inkubator/pusat pusat pelatihan untuk mempelajari standar produk dan kemasan seperti apa yang dikehendaki pasar global.

Next

Langkah tersebut diambil lantaran desain kemasan produk IKM masih kurang menarik, sehingga perlu dibenahi. Apalagi memang belum ada perguruan tinggi yang membuka jurusan merancang kemasan produk yang baik dan bagus.

Di Jawa Timur tercatat sekitar 1500 IKM dari 6,8 juta IKM yang hasil produknya sudah bersertifikat standar SNI, International Organization for Standardization (ISO), bracket, batik mart, merek dan sertifikasi uji produk.

Dari 1500 IKM yang telah bersertifikasi, baru 800 IKM produknya diekspor. Sedangkan sisanya diharapkan segera menyusul untuk go internasional masuk pasar ekspor.

Dikatakan Soekarwo, sebenarnya cara berpikir para IKM sudah benar karena mengedepankan dan mengejar standarisasi. Tetapi kemauan IKM yang begitu bersemangat menjadi kurang karena sosialisasi yang kurang. Oleh sebab itu pemerintah akan memanfaatkan tempat-tempat pembayaran pajak milik Dispenda di kabupaten/kota bisa untuk sosialisasi dan mengurus izin serta proses standarisasi.

Sebagai informasi, di Jatim Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas harga dasar berlaku, tercatat Rp 1.855 triliun atau 14,95 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.

Next

Sementara pendapatan per kapita warga Jatim tahun 2016 sebesar Rp 47,938 juta atau 3.600 dollar AS, diperkirakan akan naik menjadi 3.900 dollar AS pada pada 2017. dan diprediksi pada 2018 akan meningkat lagi menjadi 4.300 dollar AS dan pada 2019 akan meningkat menjadi 4700 dollar AS.

Hal ini diartikan kemampuan daya beli masyarakat Jawa timur cukup tinggi, karena pendapatan perkapita sudah melampaui 4.086 dollar AS posisi ekonomi pada posisi cukup stabil. ryo
Next



Komentar Anda



Berita Terkait