Kerjasama Bulog dan HKTI Jatim Jaga Stabilitas Harga

 

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menghadapi musim panen raya, Bulog Divre Jawa Timur terus melakukan percepatan dalam penyerapan gabah dan beras. Ini dilakukan agar harga komoditas di tingkat petani tetap stabil dan tidak dipermainkan tengkulak.

“Kami sangat terbuka dengan para mitra yang ingin bekerjasama dengan Bulog. Dan tentunya mitra kami mematuhi ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah dan Bulog,” ujar Kepala Bulog Divre Jatim, Usep Karyana, saat menerima kunjungan anggota DPD RI Ahmad Nawardi Rabu (15/3).

Lebih jauh kata Usep, Bulog Jatim akan terus melakukan percepatan penyerapan gabah dan beras petani pada musim panen raya 2017. Hingga periode 15 Maret, total serapan beras oleh Bulog Jatim mencapai 70,788 ton beras. Jumlah tersebut berasal dari serapan beras sebesar 68,018 ton dan 4,362 ton gabah kering giling (GKG).

Dikatakannya, realisasi hingga periode pertengahan Maret ini berasal dari kontrak antara Bulog Jatim dengan mitra, meliputi 4,936 GKG dan beras 84,834 ton beras yang total keseluruhannya 87,968 ton setara beras.

Di Jatim, kapasitas gudang yang dimiliki Bulog mencapai 1.180.500 ton, terdiri atas 357 unit yang berada pada 59 komplek, serta memiliki Laboratorium Kecil (mini lab)16 unit. “Dengan potensi tersebut, kami siap menampung gabah dan beras asal petani,” ujarnya. Next »



Sementara itu, anggota DPD RI, Ahmad Nawardi yang juga Ketua HKTI Jatim yang juga menambahkan, HKTI senantiasa mendukung program percepatan penyerapan gabah dan beras dari petani. HKTI senantiasa menyosialisasikan pada anggotanya yang mayoritas adalah petani didaerah, agar gabah yang mereka produksi penyerapannya bermitra dengan Bulog.

“Dengan kemitraan ini, stabilitas harga akan terjaga dan Jatim sebagai lumbhung pangan nasional tetap bertahan,” ujarnya.

Untuk mendukung Jatim sebagai lumbung pangan nasional, pemerintah dan HKTI harus mengurai sejumlah permasalahan. Sejumlah permasalahan yang akan diperjuangkan HKTI, di antaranya pemanfaatan lahan tidur, pembangunan infrastruktur pertanian dan mengurai permasalahan pupuk.

Alih fungsi lahan pertanian yang cukup tinggi harus segera dicarikan solusi. Caranya yaitu dengan segera memanfaatkan lahan-lahan tidur. Selain itu, akses petani untuk mendapatkan bantuan dan pinjaman permodalan juga harus dipermudah. Dengan demikian minat masyarakat untuk mengembangkan komoditas pertanian, khususnya tanaman pangan tak akan surut. Next »



Saat ini, mitra kerja yang diajak kerjasama dengan Bulog, diantaranya berasal dari penggilingan, koperasi serta gabungan kelompok tani (Gapoktan) yang memiliki fasilitas sesuai dengan ketentuan Bulog. Di antara persyaratan teknis untuk menjadi mitra Bulog, yakni memiliki lantai atau sarana jemur, pengeringan mekanis, mesin pemecah kulit, dan mesin penyosoh. arf

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menghadapi musim panen raya, Bulog Divre Jawa Timur terus melakukan percepatan dalam penyerapan gabah dan beras. Ini dilakukan agar harga komoditas di tingkat petani tetap stabil dan tidak dipermainkan tengkulak.

“Kami sangat terbuka dengan para mitra yang ingin bekerjasama dengan Bulog. Dan tentunya mitra kami mematuhi ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah dan Bulog,” ujar Kepala Bulog Divre Jatim, Usep Karyana, saat menerima kunjungan anggota DPD RI Ahmad Nawardi Rabu (15/3).

Lebih jauh kata Usep, Bulog Jatim akan terus melakukan percepatan penyerapan gabah dan beras petani pada musim panen raya 2017. Hingga periode 15 Maret, total serapan beras oleh Bulog Jatim mencapai 70,788 ton beras. Jumlah tersebut berasal dari serapan beras sebesar 68,018 ton dan 4,362 ton gabah kering giling (GKG).

Dikatakannya, realisasi hingga periode pertengahan Maret ini berasal dari kontrak antara Bulog Jatim dengan mitra, meliputi 4,936 GKG dan beras 84,834 ton beras yang total keseluruhannya 87,968 ton setara beras.

Di Jatim, kapasitas gudang yang dimiliki Bulog mencapai 1.180.500 ton, terdiri atas 357 unit yang berada pada 59 komplek, serta memiliki Laboratorium Kecil (mini lab)16 unit. “Dengan potensi tersebut, kami siap menampung gabah dan beras asal petani,” ujarnya. Next »



Sementara itu, anggota DPD RI, Ahmad Nawardi yang juga Ketua HKTI Jatim yang juga menambahkan, HKTI senantiasa mendukung program percepatan penyerapan gabah dan beras dari petani. HKTI senantiasa menyosialisasikan pada anggotanya yang mayoritas adalah petani didaerah, agar gabah yang mereka produksi penyerapannya bermitra dengan Bulog.

“Dengan kemitraan ini, stabilitas harga akan terjaga dan Jatim sebagai lumbhung pangan nasional tetap bertahan,” ujarnya.

Untuk mendukung Jatim sebagai lumbung pangan nasional, pemerintah dan HKTI harus mengurai sejumlah permasalahan. Sejumlah permasalahan yang akan diperjuangkan HKTI, di antaranya pemanfaatan lahan tidur, pembangunan infrastruktur pertanian dan mengurai permasalahan pupuk.

Alih fungsi lahan pertanian yang cukup tinggi harus segera dicarikan solusi. Caranya yaitu dengan segera memanfaatkan lahan-lahan tidur. Selain itu, akses petani untuk mendapatkan bantuan dan pinjaman permodalan juga harus dipermudah. Dengan demikian minat masyarakat untuk mengembangkan komoditas pertanian, khususnya tanaman pangan tak akan surut. Next »



Saat ini, mitra kerja yang diajak kerjasama dengan Bulog, diantaranya berasal dari penggilingan, koperasi serta gabungan kelompok tani (Gapoktan) yang memiliki fasilitas sesuai dengan ketentuan Bulog. Di antara persyaratan teknis untuk menjadi mitra Bulog, yakni memiliki lantai atau sarana jemur, pengeringan mekanis, mesin pemecah kulit, dan mesin penyosoh. arf









Komentar Anda



Submit

Berita Terkait