1.101 Bed di RS Surabaya Mulai Kosong Pasien Covid-19

Beberapa pasien Covid-19 yang dirawat di Asrama Haji menjalani senam pagi bersama petugas, kemarin. Sp/humas pemkot surabaya

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Sebanyak 1.101 bed yang disediakan untuk pasien Covid-19 di Kota Surabaya sudah kosong. Hal itu karena tren kesembuhan Covid-19 terus meningkat. Hingga Jumat (18/9/2020) kemarin, dari 13.469 orang yang terkonfirmasi Covid-19 di Surabaya, 11.330 orang sudah sembuh. Bila prosentase dari data yang dihimpun di infocovid19.jatimprov.go.id, tingkat kesembuhan di Surabaya sudah 84,12 persen.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya Febria Rachmanita, Jumat (18/9/2020). Febria menjelaskan, dengan meningkatnya kesembuhan pasien Covid-19 di Surabaya, ketersediaan tempat tidur di beberapa RS di Surabaya juga sangat tersedia banyak. Ketersediaan itu tidak hanya di Asrama Haji, namun juga di semua rumah sakit yang dipersiapkan untuk menangani Covid-19 di Surabaya.

“Berdasarkan data terbaru hingga, Kamis (17/9/2020) malam, jumlah bed yang kosong mencapai 1.101. Jumlah itu dihitung dari semua bed atau tempat tidur di rumah sakit se Kota Surabaya. Jumlah ini terus kami update secara berkala,” kata Feny, sapaan Febria Rachmanita hari ini.

 

ICU Ventilator

Selain itu, untuk ventilator mekanik yang saat ini siap digunakan sebanyak 68 ventilator. Sementara itu, untuk ketersediaan tempat tidur di ruang ICU dengan ventilator berjumlah 50 tempat tidur. “Biasanya pasien-pasien yang menempati ruang ICU dengan ventilator itu adalah mereka yang memiliki komorbid (penyakit penyerta),” papar dia.

Sedangkan, untuk ketersediaan tempat tidur di ruang tekanan negatif dengan ventilator yang masih available berjumlah 22 ruangan. Menurutnya, ketersediaan bed yang banyak itu membuktikan bahwa tingkat kesembuhan di Kota Surabaya sangat tinggi.

“Setiap hari terus kami pantau perkembangannya. Alhamdulillah banyak pasien yang pulang dari rumah sakit, sehingga banyak bed yang kosong,” ujarnya.

Dia berharap kamar tidur yang telah disediakan ini tidak terisi, dan itu artinya banyak warga yang sudah sembuh dan tidak tertular virus corona ini. “Meskipun masih tersedia banyak, tapi kami berharap ini tidak terisi lagi dan itu artinya sudah banyak yang sembuh,” ujarnya.

Feny mengajak kepada warga Kota Surabaya untuk selalu menjaga protokol kesehatan, supaya virus ini cepat hilang dari Kota Pahlawan.

“Tentunya, semua pihak berharap virus ini bisa cepat hilang dari Surabaya, sehingga ayo kita bersama-sama tetap menjaga protokol kesehatan yang telah ditetapkan, dengan disiplin menjaga protokol kesehatan, yakinlah ini semua akan segera pulih,” katanya.

 

RSUA Turun 60 Persen

Penurunan pasien Covid-19 di Surabaya juga dibeberkan Sekretaris Satgas Covid-19 RS Universitas Airlangga (RSUA) Surabaya, dr. Alfian Nur Rosyid, Jumat (18/9/2020).

"Bed di RSKI (Rumah Sakit Khusus Infeksi) masih ada pasien, namun saat ini jumlahnya sedikit berkurang dibandingkan sebelumnya," ujar dr. Alfian kepada Surabaya Pagi, kemarin.

Namun dirinya mengatakan jika ruangan ICU yang ada di RSUA masih dalam kondisi penuh, dan masih belum berkurang dari jumlah awal.

Alfian mengatakan Bed Occupation Rate (BOR) di RSKI masih sekitar 50-60 persen. Artinya masih ada sekitar 40-50 bed kosong di ruang isolasi. Namun angka ini masih fluktuatif dan bisa berubah sewaktu-sewaktu.

"Dalam sepekan ini mulai ada peningkatan jumlah pasien, kemarin ada tujuh pasien baru yang masuk RSKI," ungkapnya.

Sementara itu, di RSHU, jumlah kapasitas bed yang ada untuk pasien COVID-19 sudah jauh berkurang. Bahkan lebih dari 50 persen tempat tidur pasien sudah kosong.

Bahkan, Setiap harinya RSHU selalu memulangkan pasien COVID-19 yang dinyatakan negatif dan sembuh. Tak tanggung-tanggung, hingga 10 pasien bisa dipulangkan dalam sehari. byt/adt