Gugatan ‘Aneh’ Khofifah Belum Terjadwal

 

Surabaya (surabayapagi.com) – Pasangan Khofifah Indar Parawansa mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) terkait pemilihan gubernur (pilgub) Jatim 2013. Sampai saat ini, jadwal sidang gugatan pasangan tersebut belum ditetapkan oleh MK. Belum ada penjelasan terkait dengan belum ditetapkannya jadwal sidang tersebut.


Materi gugatan yang diajukan yakni agar MK membatalkan hasil Pilgub Jatim. Dalam gugatan tersebut Khofifah juga menyampaikan agar Pilgub Jatim diulang tanpa keikutsertaan Soekarwo-Saifullah Yusuf. Meski isi gugatan dinilai aneh, namun menurut Akhil Mukhtar, Ketua MK mengatakan jika MK tidak bisa menolak setiap pengaduan. Meskipun masyarakat menilai materi gugatan tersebut aneh. Bagi MK, menerima atau menolak hasil Pemilukada adalah hak setiap calon dan tak bisa dihalang – halangi.


Gugatan – gugatan ini merupakan bentuk pelampiasan rasa sakit hati atau berdasarkan bukti material. Dalam Pilgub Jatim, Khofifah telah kalah dari lawan yang sama. Kekalahan ini terjadi dua kali berturut – turut.(sby/yn)

Surabaya (surabayapagi.com) – Pasangan Khofifah Indar Parawansa mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) terkait pemilihan gubernur (pilgub) Jatim 2013. Sampai saat ini, jadwal sidang gugatan pasangan tersebut belum ditetapkan oleh MK. Belum ada penjelasan terkait dengan belum ditetapkannya jadwal sidang tersebut.


Materi gugatan yang diajukan yakni agar MK membatalkan hasil Pilgub Jatim. Dalam gugatan tersebut Khofifah juga menyampaikan agar Pilgub Jatim diulang tanpa keikutsertaan Soekarwo-Saifullah Yusuf. Meski isi gugatan dinilai aneh, namun menurut Akhil Mukhtar, Ketua MK mengatakan jika MK tidak bisa menolak setiap pengaduan. Meskipun masyarakat menilai materi gugatan tersebut aneh. Bagi MK, menerima atau menolak hasil Pemilukada adalah hak setiap calon dan tak bisa dihalang – halangi.


Gugatan – gugatan ini merupakan bentuk pelampiasan rasa sakit hati atau berdasarkan bukti material. Dalam Pilgub Jatim, Khofifah telah kalah dari lawan yang sama. Kekalahan ini terjadi dua kali berturut – turut.(sby/yn)









Komentar Anda



Submit

Berita Terkait