Jackpotting, Modus Baru Bobol ATM

Surabayapagi.com, - Pada Juli 2016 sekelompok peretas berhasil mencuri lebih dari 2 juta dollar AS. Uang sebanyak itu diambil dari sejumlah ATM. Tidak dengan model lama lewat skimmer, komplotan itu menggunakan cara baru yang disebut Jackpotting. Seperti apa modus ini?

Jackpotting sendiri sudah banyak beredar di beberapa kawasan. Awal tahun ini, pemerintah Amerika Serikat lewat beberapa lembaga seperti, FBI, CIA dan Secret Service mengingatkan bahwa Jackpotting telah masuk ke AS. Tidak menutup kemungkinan Indonesia akan menjadi negara sasaran berikutnya.

Pakar keamanan siber Pratama Persadha menjelaskan jackpotting ini jauh lebih berbahaya dibanding teknik skimming pada sistem mesin ATM. Model pencurian dengan jackpotting ini bisa mengakibatkan seluruh uang di dalam mesin ATM tersedot keluar. "Dalam serangannya, para pencuri ini memerlukan akses fisik ke mesin ATM untuk melakukan instalasi malware langsung ke mesin ATM," jelas chairman lembaga riset keamanan siber CISSReC (Communication and Information System Security Research Center) ini, kemarin.

Pratama menambahkan, pendekatan keamanan yang perlu ditingkatkan menghadapi metode jackpotting ini sama seperti skimming, yaitu pendekatan keamanan ATM. Di AS misalnya, pelaku diketahui menyamar menggunakan seragam petugas ATM, sehingga mempunyai waktu yang cukup untuk memasang malware pada ATM.

"Kekhawatiran aparat di AS adalah praktek jackpotting akan menimbulkan
Ketidakpercayaan pada sistem perbankan. Ini berbahaya, dalam jumlah cukup besar ketidakpercayaan itu bisa menimbulkan krisis ekonomi seperti 1998, dimana masyarakat ramai-ramai menarik uang dari bank," ungkap dia.

Di Amerika, pelaku jackpotting menyasar lokasi yang diketahui lambat tanggap penanganannya, baik dari aparat maupun instrumen hukum. Para pelaku akan berpindah lokasi dan mereka selalu memilih daerah yang kemungkinan minim aparat. "Kita pasti berharap jackpotting tidak ada di tanah air, namun dengan akses internet yang mudah, teknologi ini akan cepat menyebar. Solusinya memang lebih ke peningkatan keamanan fisik ATM. Masyarakat juga bisa memilih ATM di lingkungan yang lebih tertutup dan dijaga oleh pihak keamanan," tandas Pratama. n