menu.jpg
 
Tertibkan Lembaga Survei, KPU Bentuk Dewan Etik

JAKARTA (Surabaya Pagi) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) serius menertibkan lembaga survei. Hal ini dinilai penting agar penyelenggaraan pemilu berjalan dengan baik.

Untuk merealiasikannya, lembaga penyelenggara pemilu itu akan berkoordinasi dengan Asosiasi Lembaga Survei agar menertibkan lembaga survei yang melakukan penyimpangan kode etik.

Namun, jika suatu lembaga survei tidak bergabung dengan asosiasi, maka KPU akan membentuk Dewan Etik lembaga survei.

"Pengawasan lembaga yang melanggar, bisa oleh semua pihak dan laporkan hasilnya," kata anggota KPU, Sigit Pamungkas di Jakarta, Kamis.

Sigit mengemukakan lembaga survei akan mendapatkan sanksi apabila melakukan dua hal.

Pertama, mengumumkan hasil survei pada masa tenang. Kedua, mengumumkan hasil quick count sebelum dua jam penutupan tempat pemungutan suara (TPS) wilayah Indonesia bagian barat.

"Mereka akan kena pidana pemilu," tegasnya.
Sigit melanjutkan, KPU akan memberi tanda bagi lembaga survei yang sudah mendaftar.

Namun bagi lembaga yang mendaftar tetapi datanya tidak lengkap, lembaga itu tidak akan diberi tanda terdaftar. Data administrasi yang harus dilengkapi seperti, menandatangani pernyataan soal metodologi yang digunakan, dan pernyataan sumber dananya dari mana,

"Sampai tanggal 9 April tidak lengkap, tidak akan diberi tanda oleh KPU," ucapnya.

Sejauh ini ada 11 lembaga survei yang sudah mendaftarkan ke KPU. Berikut lembaga survei tersebut:
1. PT Lingkaran Survei Indonesia (LSI) pimpinan Ari Nugroho.
2. PT Konsultan Citra Indonesia Pimpinan Moh Barkah Pattimahu.
3. PT Roy Morgan Research pimpinan Irawati Soekirman.
4. Lembaga Jaringan Isu Publik pimpinan Ari Nugroho.
5. PT Cyrus Nusantara pimpinan Hasan Nasbi.
6. PT Lingkaran Survei Kebijakan Publik pimpinan Sunarto Ciptoharjono,
7. PT Citra Komunikasi LSI pimpinan Toto Izul Fatah,
8. Media Survei Nasional pimpinan Rico Marbun.
9. PT Citra Publik Indonesia pimpinan Hanggoro Doso Pamungkas.
10. PT Indikator Politik Indonesia pimpinan Burhanuddin Muhtadi.
11. PT Data LSI pimpinan Kukridho Ambardi.

Berita lainnya
Dua Kubu Capres Rekonsiliasi Damai
Dzikir Akbar Dukung Rekap KPU
Coblosan Ulang di Desa Jagoan
Bangkalan dan Sampang Diseret ke D...
Buka Kotak Suara, Panwaslu Dipolis...
Bawaslu: TPS di Juanda adalah DPT ...
Jokowi Unggul di Probolinggo
Gara-gara Gantikan Istri, Pemilu d...
Tokoh Agama Surabaya Serukan Damai
Timses Jokowi Akui Kalah dari Prab...
Buruh Hongkong Tuntut Coblos Ulang
Tinggalkan LSI, Denni JA ke Brasil
KPU: Coblosan Ulang di Sejumlah Da...
Minta Tim Sukses Capres Gandeng T...
Bawaslu: Sulit untuk Penggelembung...
Copyright © 2012 surabayapagi.com
  Kontak | Tentang Kami | Kode Etik | Disclaimer | RSS Feed  | User Online :  103