menu.jpg
 
Tentukan Tersangka Tidak Menunggu Audit BPK

LAMONGAN (Surabaya Pagi) - Dalam waktu dekat, Kejaksaan Negeri Lamongan bakal mengumumkan para tersangka kasus dugaan korupsi kelebihan dana perjalanan dinas Rp 311 juta, tanpa harus menunggu hasil audit dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Pernyataan itu disampaikan oleh Kasipidsus Joko Prawoto saat berdiskusi dengan Kasiintel Kejari Arfan Halim diruang Kasiintel Kamis (23/5). Menurutnya, penentuan tersangka dari hasil kajian yang dilakukannya tidak harus menunggu hasil audit BPK. Pemeriksaan yang ia lakukan sudah cukup bukti untuk menentukan tersangka.

"Untuk pengumuman siapa tersangka tidak harus menunggu hasil audit BPK ada kerugian negara atau tidak, namun cukup dengan hasil pemeriksaan yang kita lakukan selama ini sudah cukup," terangnya.

Dikatakannya, sampai saat ini pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan BPK, dan pihaknya tinggal menunggu hasil. "Kita sudah lakukan koordinasi dan saat ini auditnya belum selesai, dan penentuan tersangka bisa lebih cepat dari hasil audit BPK," katanya.

Saat didesak, andaikan dalam perjalananannya pihak Kejari sudah menentukan tersangka, dan pihak BPK memutuskan hasil audit diperoleh tidak ada kerugian keuangan negara, nasib para tersangka bagaimana, pria ini seakan tidak beban ya tidak apa-apa jalan saja. "Kan bisa di SP 3 seperti kasus Pak Masfuk menjadi tersangka dulu baru keluar hasil audit BPK yang menyatakan tidak ada kerugian keuangan negara," terangnya.

Sekedar diketahui Kejaksaan Negeri Lamongan awalnya membidik adanya pembelian mobil dinas untuk anggota DPRD yang dinilai telah terjadi pelanggaran maturan. Ditengah perjalanan, akhirnya ada laporan kalau uang kelebihan anggaran kunjungan kerja luar oleh dewan tidak dikembalikan dan terjadi dugaan korupsi uang Rp 311 juta dengan total anggaran Rp 4,2 M, yang menyertakan 44 pejabat, dan juga 27 camat se Lamongan.

Akhirnya Kejaksaan fokus untuk menyelidiki kasus dugaan korupsi ini, hingga memanggil semua dewan, beserta semua pejabat dan camat untuk dimintai keterangan.Sadar tengah dibidik oleh kejaksaan tersebut, buru-buru anggota DPRD kembali mengembalikan uang perjalanan dinas 900 juta, namun yang dikembalikan ini adalah uang perjalanan dinas dalam ke kecamatan-kecamatan setiap anggota dewan mengembalikan uang Rp 18 juta/tahun. jr/sg

Berita lainnya
Korupsi Pembangunan Gedung DPRD Ma...
Eddy Rumpoko Diperiksa Kejati
Terdakwa Perkara Korupsi KPPE Tola...
Buchori dan Suhadak Dituntut 20 Ta...
Tidur dan Terima Tamu Beralas Karp...
Putusan Sela Perkara La Nyalla tak...
Polisi Harus Proaktif Periksa Peng...
KPK Ajak Polri-Kejagung Supervisi ...
Apa Kabar Kasus BLBI dan Century?
“Berantas Korupsi Jangan seperti...
Diduga Korupsi ADD, Bupati Copot K...
KPK Ditantang Usut Korupsi Kelas K...
Diduga Kejar Fee Impor Gula Rp 4 T...
Ada Rekomendasi Irman, Dirut Bulog...
Korupsi PD Pasar Untuk Kepentingan...
  Komentar Anda :
  Nama * :   Email * :
  Komentar * :
  » :: Disclaimer
   
Auto Loading Records
Copyright © 2012 surabayapagi.com
  Kontak | Tentang Kami | Kode Etik | Disclaimer | RSS Feed  | User Online :  174