menu.jpg
 
Tandingi Quick Count, Siapkan SMS Gateway

SURABAYA (Surabaya Pagi)- Pemprov Jawa Timur melakukan tandingan terhadap metode Quick Count yang dilakukan sejumlah lembaga survey dalam pilgub 29 agustus 2013. Pemprov tengah menyiapkan sistem hitung cepat berbasis real count. Kelebihannya adalah hitung cepat dilakukan oleh personel di 72 ribu TPS dan tanpa margin error sama sekali.
"Ini hitung cepat dengan basis real count (hitung manual)," ujar Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Jatim, Harjogi, pada Surabaya Pagi, Kamis, (16/5).

Sistem ini diberi nama SMS Gateway. Kelebihannya mampu menandingi sistem quck count oleh para lembaga survey karena tidak menggunakan metode sampling dan tanpa margin error.
Harjogi menjelaskan, tekhnis dari hitung cepat berbasis real count ini adalah dengan menugaskan 72 ribu orang yang dipasang di 72 ribu TPS. Mereka dilengkapi dengan ponsel bernomor khusus yang telah terdata dalam sistem SMS Gateway.
72 ribu petugas itu, akan memberikan laporan pada masing-masing kecamatan yang ada didaerahnya. Kecamatan kemudian melakukan rekap dan melaporkan langsung ke desk pilkada Provinsi (Kominfo Jatim) yang menjadi leading sektor SMS Gateway.

"Jadi jika penghitungan di TPS selesai pukul 16.00 maka kita sudah dapat akumulasi datanya pada pukul 18.00 - 20.00. Ini lebih baik dari Quick Count karena tak ada margin errornya sama sekali," jelas Harjogi penuh semangat.

Bukan hanya hasil akumulasi suara, dalam hitung cepat pemprov ini karena, setiap petugas di Tempat Pemungutan Suara (TPS) bukan hanya akan mencatat hasil penghitungan suara setiap kandidat Namun juga mencatat suara sah dan tidak, serta sejumlah kecurangan.
Hagung Sipri, Kepala Bidang Pengelola Infrastruktur Dinas Kominfo Jatim.

menambahkan, penggunaan sistem SMS Gateway ini untuk mendukung sistem lama yang pernah dipakai pada pilgub lalu yakni sitem manual atau jalur lambat. Dimana dulu data dari TPS diskirim ke Desa atau Kelurahan, kemudian Kecamatan terus Dientri di Kabupaten, baru kemudaian dikirim ke Desk Pilkada Pemprov yang bermarkas di Grahadi. “Sistem ini sudah dicoba di internal Kominfo dan hasilnya cukup bagus. Makanya kita akan gunakan sistem ini untuk proses Pilgub mendatang.” jelasnya.

Hanya saja, kendala dari penggunaan sistem ini adalah besarnya anggaran yang akan dikeluarkan oleh Pemprov Jatim.
Ia mencontohkan pada setiap TPS Pemprov harus mengalokasikan Rp 10 ribu rupiah untuk pulsa tiap petugas. "Jika dikalikan 720 ribu maka hampir Rp1 miliar," sambungnya.

Anggaran itu belum termasuk uang untuk pulsa tiap koordinator di kecamatan. Dimana untuk uang pulsa saja, dianggarkan Rp100 ribu per kecamatan kali 664 kecamatan di Jawa Timur. "Anggaran itupun belum termasuk honor untuk tiap petugas baik di tingkat TPS maupun tingkat Kecamatan," cetusnya.

Karenanya saat ditanya soal besarnya anggaran untuk sistem SMS Gateway ini Sipri berdalih bahwa seluruh biaya yang mengetahu adalah di sekretariat daerah. Tepatnya di Biro Pemerintahan Umum sebagai sekretaris desk Pilkada Pemprov Jatim 2013. “Sesuai dengan Permendagri no 9 tahun 2005 maka semua pembiayaan melalui desk pilkada.” katanya.

Manfaat dari ini menurut Harjogi untuk mengetahui secara dini hasil perhitungan suara dengan dasar yang bisa dipertanggungjawabkan. "Selain itu juga untuk mengetahui ada tidaknya kecurangan," tandasnya. -arf

Berita lainnya
Bawaslu: Sulit untuk Penggelembung...
Prabowo-Hatta Unggul di Lamongan
92 Tahanan Polda, 10 Berhak Mencob...
Pemukiman Tionghoa Kupang, Jokowi ...
Jokowi Menang di TPS Bupati Saiful...
Ratusan Calon Penumpang Pesawat Ga...
Kapolda Pantau TPS Dolly
Napi Medaeng Nyoblos, Kunjungan Ta...
Ratusan Napi Gagal Nyoblos
Santri Ponpes Pilih Golput
Bakesbanglinmas Siapkan 13 Ribu pe...
Bagi Takjil Plus Sosialisasi Sukse...
KPU Gelar Deklarasi Damai Tim Peme...
Semalam, APK Capres di Surabaya Di...
Aliansi Perempuan Kampanyekan Pemi...
Copyright © 2012 surabayapagi.com
  Kontak | Tentang Kami | Kode Etik | Disclaimer | RSS Feed  | User Online :  57