menu.jpg
 
Suka Bagi Uang, Adik Gus Ipul Menang

SURABAYA (Surabaya Pagi) – Tidak sia-sia sejak satu tahun belakangan ini, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) Wakil Gubernur Jawa Timur menghabiskan waktu setiap Jumat sore hingga Minggu untuk kampanye adik kandungnya di Kabupaten Pasuruan. Dua lembaga survei penghitungan cepat pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kabupaten Pasuruan, menempatkan Irsyad Yusuf – Riang Kulup sebagai pemenang. Irsyad, sang adik kandung Gus Ipul ini unggul 40% lebih dalam hasil quick count dari LSI (Lembaga Survey Indonesia) dan Proximity Survey.

Informasi yang berhasil dihimpun, selama itu Saifullah Yusuf tidak datang dengan tangan kosong untuk memenangkan adik kandung kesayangannya itu. Sebuah sumber di Pasuruan mengatakan, setiap kali Saifullah Yusuf datang bersama Irsyad Yusuf selalu bagi-bagi sarung dan jilbab ke masyarakat. Rela blusukan ke desa-desa terpencil. “Sejak jauh hari sebelum kampanye, Gus Ipul sudah sering keliling kampanye adiknya,” kata sumber yang minta namanya tidak dikorankan ini.

Perjuangan tersebut semakin gencar dilakukannya sebelum pemilihan sampai siang kemarin, Gus Ipul ‘menunggu’ hasilnya di kediaman Irsyad Yusuf.

Wima Eddy Nugroho, Direktur Utama lembaga Proximity mengatakan, hasil hitung cepat menunjukkan pasangan Irsyad Yusuf dan Riang Kulup Prayuda unggul. Angka perolehannya pun cukup fantastis, yakni 40,75 persen. Padahal, di pilkada Pasuruan terdapat enam pasangan calon. “Awalnya memang diprediksi akan terjadi dua putaran karena ada enam pasang calon, tapi kalau ada yang mendapat 40% lebih, berarti satu putaran,” ucap Wima, kemarin sore (3/3/2013).

Menurutnya, kemenangan pasangan Irsyad Yusuf dan Riang Kulup ini disebabkan tiga faktor penting. Pertama, figur yang merakyat. Kedua, dianggap bersih dari kasus korupsi. Ketiga adalah Dermawan atau suka bagi uang. “Tapi faktor dermawan itu nomer tiga lho. Yang nomer satu kan merakyat dan kedua adalah bersih,” ujar Wima.

Ditambahkannya, selama pihaknya melakukan survei ke masyarakat Pasuruan, tiga faktor tersebut yang mempengaruhi seseorang dipilih. “Dan itu ternyata ada pada pasangan nomor 4 (Irsyad-Riang Kulup). “Apalagi pasangan tersebut berasal dari wilayah timur dan selatan Pasuruan serta memiliki pendukung yang cukup fanatik,” ujarnya.

Yang pasti, lanjut alumnus ITS Surabaya ini jika sejak awal pihaknya sudah mempredikasi kemenangan Irsyad Yusuf ini. Menurut data quick count Proximity, dari enam pasangan yang maju masing-masing Edy Paripurna-Bambang Pujiono (PDIP dan Parpol non parlemen) 15,34 persen, Udik Januantoro-Joko Cahyono (Partai golkar) 18,85 persen, Anwar Sadad-Dede Angga (PKNU, PKS dan Hanura) 8,08 persen, Irsyad Yusuf-Riang Kulup (PKB dan Demokrat) 40,75 persen, Muzammil Syafi’i-Juraida (independen) 3,87 persen serta Kelana Aprilianto-Agus Asy’ari (PPP dan Gerindra) 12,36 persen.

Meski hasil survei yang dilakukan Proximity masih berada pada angka 94,00 persen, namun Wima berkeyakinan Pilkada Pasuruan hanya satu putaran saja. Dipastikan yang menang pasangan nomor 4, yaitu pasangan Irsyad Yusuf dan Riang Kulup Prayuda (Satria). “Faktor partai tidak terlalu signifikan berpengaruh pada figur pasangan yang maju,” tandasnya.

Sementara itu, bagian riset LSI, Laela Fitriyana mengaku dalam pelaksanaan Pilkada langsung, faktor figur masih mendominasi. Irsyad Yusuf adalah kader nadhiyin serta Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan yang notabene memiliki dukungan yang cukup kuat dan riil. “Kita tahu di Pasuruan merupakan basis kuat NU. Sementara Irsyad Yusuf memiliki trah yang sangat kuat di nadhiyin. Selain itu, yang bersangkutan adalah sosok anak muda yang sangat dekat dengan rakyat. Tak heran pasangan ini memperoleh angka dukungan yang sangat mutlak yaitu 41,14 persen dibandingkan pasangan lain yang dibawah angka 25 persen,” tegas peneliti dari LSI, Laela Fitiryana.

Dengan perolehan 41,14 persen sudah dapat dipastikan pelaksanaan Pilkada Pasuruan hanya satu putaran. Menariknya dari beberapa wilayah yang diambil sampling, hampir seluruhnya dimenangkan oleh pasangan nomor 4 yang didukung oleh PKB dan Partai Demokrat. Adapun data yang masuk hingga pukul 16.00 Wib, sudah mencapai 100 persen dengan tingkat partisipasi 65,96 persen dengan sampling error 1 persen. Serta jumlah TPS yang diambil sekitar 235 TPS dari total yang ada 2.369 TPS dengan jumlah pemilih 1.142.093 orang.

Berdasarkan quick count LSI, pasangan lain, Udik Djanuantoro-Joko Cahyono memperoleh 23,09 persen. Eddy Paripurna dan Bambang Pudjiono 15,64 persen suara, Kelana Apriliyanto dan Agus Asy’ari dengan 9,77 persen, Anwar-Dede Angga meraih 7,71 persen. Pasangan calon terakhir yang berada di urutan paling bawah, yakni Muzamil Syafi'i dan Juraida yang maju dari calon perseorangan dengan perolehan suara 2,65 persen.

Terpisah, Anwar Sadad, calon bupati Pasuruan yang diusung PKNU dan Hanura mengaku pertarungan di Pasuruan bagaikan melawan harimau dan derasnya samudra. Meski dirinya berpasangan dengan Dade Angga (bupati incumbent), namun tak kuasa melawan. “Hanya sedikit manusia yang dapat melaluinya,” tutur Sadad yang mengibaratkan kerasnya pertarungan di Pilkada Pasuruan.

Sementara Gus Irsyad yang juga Ketua DPRD Kab. Pasuruan ini meminta semua timnya untuk mengamankan hasil perhitungan manual di setiap tingkatan. "Kita tunggu aja hasilnya penetapan KPU," ujarnya. n rko/dir

Berita lainnya
Pendukung Prabowo Demo KPU
30 Kotak Suara Hilang
Buka Kotak Suara, KPU Jombang Dipr...
Lagi, KPU Gresik Buka Kotak Suara
KPUD Kediri Buka 89 Kotak Suara
KPUD Jombang Buka 135 Kotak Suara
Komisioner KPU Lumajang Juga Digug...
Mantan Bupati : Pilpres Sudah Usai
Dua Kubu Capres Rekonsiliasi Damai
Dzikir Akbar Dukung Rekap KPU
Coblosan Ulang di Desa Jagoan
Bangkalan dan Sampang Diseret ke D...
Buka Kotak Suara, Panwaslu Dipolis...
Bawaslu: TPS di Juanda adalah DPT ...
Jokowi Unggul di Probolinggo
Copyright © 2012 surabayapagi.com
  Kontak | Tentang Kami | Kode Etik | Disclaimer | RSS Feed  | User Online :  85