menu.jpg
 
Sidang Pembunuhan Habib Alwi Diwarnai Bentrokan

SIDOARJO (Surabaya Pagi)-Sidang kasus pembunuhan terhadap Habib Alwi, warga Desa Batu Poro Barat, Kecamatan Kedungung, Sampang atas terdakwa Matluki alias Mastuki (57) warga Sampang berlangsung menegangkan.

Ratusan massa yang tergabung dalam Front Pembela Islam(FPI) dan Laskar Pembela Islam(LPI) beserta keluarga tak terima saat sidang perdana dalam agenda pembacaan dakwaan oleh jaksa ditunda oleh Ketua Majelis Hakim Berlian Napitulu dengan alasan terdakwa tidak didamping kuasa hukum.

Bentrok antara polisi dan massa pendukung Habib Alwi pun juga mewarnai proses sidang yang awalnya merencanakan agenda dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU).Banyaknya massa yang datang yang diantaranya dari Front Pembela Islam (FPI) dan Laskar Pembela Islam (LPI) beserta keluarga yang hadir sebenarnya sudah diantisipasi oleh pihak kepolisian.
Polisi gabungan dari Polres Sidoarjo dan Polsek Sidoarjo sudah melakukan pengamanan di depan pintu masuk Pengadilan Negeri Sidoarjo.

“Kami memberi kesempatan kepada terdakwa untuk didampingi kuasa hukum. Sidang kami tunda pekan depan,” ujar Brian sebelum menutup sidang.

Keluarga yang kurang senang dengan keputusan tersebut akhirnya naik pitam. Sejumlah sanak saudara Habib Alwi bahkan berniat menghajar terdakwa yang dibawa polisi lewat pintu belakang. “Pembunuh biadap”,ujar salah satu pengunjung pria sambil melemparkan sepatunya.

Tidak hanya itu saja, sebagian wanita yang diketahui adalah keluarga korban nekad mengejar terdakwa yang dikeler ke ruang tahanan bagian belakang. Polisi dan pihak PN pun juga kewalahan menghadang aksi mereka. Dengan logat bahasa Madura, wanita tersebut terlihat memaki-maki terdakwa yang dikerubungi oleh pasulan tangkal Polres Sidoarjo.

Tak berhenti di situ massa pendukung Habib Alwi yang menjadi salah satu ulama di Sampang tampaknya juga tidak terima dengan penundaan sidang tersebut. Massa dari FPI dan LPI tersebut malah bentrok dengan polisi. Sejumlah botol air mineral beterbangan ke badan polisi yang menyebabkan mereka juga naik pitam. Aksi dorong-dorongan menjadi tak terhindarkan. Massa dan polisi ada juga yang terlibat adu pukul.

“Kami sempat mengamankan seorang demoknstran, namun langsung kita lepas. Kita berupaya agar kondisi tetap aman dan tidak ada bentrok,” ujar Kapolsek Sidoarjo Kompol Mujiono saat ikut mengamnkan bentrok, kemarin.

Salah satu keluarga korban, Fatimah mengungkapkan, berharap terdakwa dihukum seberat-beratnya atas tindakan membunuh Habib Alwi. Dia juga tidak terima dengan pemindahan proses persidangan yang seharusnya dilaksanakan di PN Sampang.

Seperti diketahui, Matluki diduga menjadi otak pelaku pembunuhan tokoh masyarakat Habib Alwi asal Desa Batuporo Barat Kecamatan Kedungdung yang terjadi 30 Oktober 2012 lalu. Matluki dijerat dengan pasal pembunuhan dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara. - ltf

Berita lainnya
Disegel, Hotel Milik Setiadji Masi...
Cari Rampok, Dapat 24 Miras Impor
Diduga Menipu, Pengusaha Pupuk Dib...
Empat Pemuda Pesta Sabu Digerebek
Kuli Bangunan Tewas Terjatuh
Motor Raib di Tempat Kos
Pengangguran Curi Burung
PNS Edarkan Upal
Residivis Pencurian Diringkus
Akhirnya Hotel Milik Setiadji Yudh...
Anggota BIN Palsu Peras Pengusaha ...
Arek Waru Tewas Gara-gara Nyetir M...
Jukir Bandar Sabu Dibekuk
Satpam Curi Besi Lempengan
Polres Tanjung Perak Di Pra Peradi...
Copyright © 2012 surabayapagi.com
  Kontak | Tentang Kami | Kode Etik | Disclaimer | RSS Feed  | User Online :  62