menu.jpg
 
Sejarah Memihak Madrid

Ini pertandingan penuh gengsi dan sarat emosi, Manchester United (MU) kontra Real Madrid di leg dua babak 16 besar Liga Champion, Rabu (6/3) dini hari nanti. Meski dihelat di Old Trafford, Manchester dan hanya butuh hasil seri, tim besutan Sir Alex Ferguson ini belum tentu lolos babak perempat final. Kini El Real sedang uforia usai mengalahkan seteru abadinya, Barcelona, di Copa Del Rey maupun La Liga.

Laga ini tak ubahnya final. Kedua tim dikenal sebagai raksasa sepakbola Eropa. MU pernah juara 3 kali Liga Champion, sedang Madrid di liga yang sama tercatat 9 kali juara. Selain itu, kedua tim sarat penuh bintang. Yang menarik perhatian, bintang Madrid Cristiano Ronaldo yang pernah dibesarkan namanya di MU. Kini, tim ‘Setan Merah’ menjadi pemuncak klasemen sementara Liga Primer Inggris. Sedang, tim asuhan Jose Mourinho masih di peringkat 3 klasemen sementara La Liga.

Pada pertemuan pertama di kandang Madrid, 14 Februari lalu, MU mencuri modal penting. Hasil seri dan keuntungan satu gol di kandang lawan merupakan modal yang akan dipertahankan skuad Red Army di Old Trafford. Selain itu, hasil gemilang di laga terakhir saat mengilas Norwich dan gol Rooney dari luar kotak penalti membuat para pungawa MU termotivasi. Tampaknya Sir Alex sengaja mencoba eksperimen serangan sehingga MU mampu membuat peluang gol dari semua lini. Bila Van Persie, top skor sementara MU terkunci, pemain-pemain lain siap membobol gawang lawan. Sementara pertahanan MU berangsur solid kembali. Penampilan De Gea juga menawan.

Sir Alex menegaskan Robin Van Persie siap tampil menghadapi Madrid. Bomber asal Belanda ini menjadi andalan. Selain produktif gol, juga mampu memberikan assist matang buat rekan timnya. Van Persie juga memiliki kelebihan mengeksekusi tendangan bebas. Jika kehabisan akal membobol gawang Madrid, Sir Alex menyiapkan laga besar ini sebagai laga ke-1000 Ryan Giggs. Sir Alex ingin Giggsy semakin terbakar dan all out mengingat ini merupakan momen laga spesial baginya.

Jika Madrid menginginkan kemenangan absolut atau minimal seri dengan jumlah gol minimal dua, maka MU akan berusaha mati-matian mempertahankan hasil seri. Karena itu, Sir Alex menginstruksikan agar tidak membuang peluang yang ada. “Kita akan memaksimalkan setiap peluang menjadi gol,” tandas Sir Alex seperti dikutip The Sun, kemarin.

Bahkan, Sir Alex menargetkan timnya dengan kemenangan. "Kami menduga Madrid akan memainkan penguasaan bola pada pertandingan nanti, tapi tidak ada yang membuat saya khawatir. Jadi, kita harus menang," tandas pelatih asal Skotlandia ini.

Hal senada diungkapkan Michael Carrick. Gelandang 31 tahun ini meminta timnya tampil lebih ganas di depan gawang saat jumpa Madrid. "Kami harusnya bisa pulang dengan menggenggam kemenangan 3-1 pada leg pertama. Hasil seri 1-1- menunjukkan bila kami masih sering suka membuang peluang,” ujar Carrick.

Di kubu Madrid, Ronaldo dan Mourinho akan menjadi sentral perhatian pemirsa dunia. Secara historis Madrid merupakan klub besar yang kerap menganjal ambisi United di kancah Liga Champion. Tercatat sudah tiga dari empat kesempatan, Madrid menghentikan laju MU. Bahkan dalam dua kesempatan terakhir, MU tak pernah lolos dari hadangan Madrid meski MU mengalahkannya.

Kembalinya Cristiano Ronaldo juga akan membuat seluruh Old Tarfford bergemuruh. Fans menantikan reaksi Ronaldo nanti. Menyikapi laga ini, Ronaldo mengatakan dirinya sangat menantikan laga di Old Trafford. “Mengalahkan Barcelona benar-benar memberikan suntikan motivasi tinggi. Apalagi sebelum laga besar di Old Trafford. Hal itu membuat kami benar-benar on fire,” ungkap Ronaldo kepada Reporter. “Terlebih saya akan bertanding melawan melawan mantan klub. Itu akan menjadi laga spesial. Inilah laga sesungguhnya” ungkap CR7 ini.

Jose Mourinho diperkirakan akan menurunkan skuad yang sama seperti leg pertama lalu. Angel Di Maria diharapkan kembali meneror lini pertahanan MU dengan penetrasi dan cannonball dari luar kotak pinalti. Untuk lini tengah Jose akan memprcayai trio gelandang serangnya dan bila dirasa buntu, para alumni Premiere League seperti Essien, dan Modric siap diturunkan. Untuk urusan menggedor lawan, Benzema akan kambali diberi kepercayaan lagi setelah membobol gawang Barcelona.

Bila mengaca sejarah, kejadian hampir sama terjadi pada musim 1999-2000. Madrid yang hanya mendapat hasil seri 0-0 di kandang pada leg pertama, mampu lolos dramatis. Madrid menceploskan tiga gol di babak pertama, sementara MU hanya mampu membalas dua gol di babak kedua. Akankah sejarah ini terulang? n jo

Berita lainnya
Liverpool Tinggalkan MU di Laga Pe...
Awal Der Klassiker, Bayern Ngevoor...
James Rodriguez Resmi Milik Madrid
Gerrard Pensiun, Hodgson Kecewa
Jerman Juara, Wanita Cantik Berte...
Dendam, Dukun Brasil Santet Pemain...
Jerman Diunggulkan Raih Piala Dunia
Tiket Jerman vs Argentina Rp 231 J...
Bursa Judi: Lek-lekan
Argentina & Belanda Diprediksi Lol...
Prancis-Jerman Ketat, Brasil Bisa ...
Bursa Judi Jagokan Lionel Messi
Brasil, Teratas di Bursa Taruhan
Argentina Lolos, Belgia-AS Fifty-f...
Brasil dan Kolombia Bisa Lolos
Copyright © 2012 surabayapagi.com
  Kontak | Tentang Kami | Kode Etik | Disclaimer | RSS Feed  | User Online :  131