menu.jpg
 
Secara Hukum Gereja Bethany bukan Milik Keluarga Abraham Alex

Penelusuran : Haji Tatang Istiawan

Ketika ditanya, siapa pemilik gereja Bethany?. Apakah milik Pendeta Abraham Alex tanusaputra bersama anak-anaknya. Atas pertanyaan itu, seorang langsing berkacamata itu diam sejenak. Dia kemudian menjawab “Kalau bapak menanyai jemaat gereja manapun, baik Bethany maupun gereja Katolik dan Pantekosta, semua akan bilang, gereja milik Tuhan untuk Umat, bukan milik pribadi,’’ jelas Daniel, seorang penginjil dari Malang, ketika ditemui di sebuah restaurant kawasan Surabaya Barat, hari Sabtu (8/6) yang lalu.

Demikian juga Pdt. Ir. Loenard MTh, pendiri badan hukum Gereja Bethany. Pria dari beberapa cucu yang kini pendeta sekaligus pengajar di sekolah teologi menegaskan, tidak benar gereja itu milik orang perorangan. ‘’Gereja itu milik Umat yang percaya Tuhan,’’ kata lulusan Magister Teologi dari Sekolah Tinggi Teologi di Surabaya, di sebuah lobi Hotel usai melakukan kebhaktian bersama remaja gereja.

Satu minggu yang lalu, saya yang muslim, diajak diskusi dengan beberapa pendeta dan jemaat Bethany di sebuah restaurant dekat Nginden. Pertemuan itu membahas aspek hukum kepemilikan gereja dan aspek religius mengenai keberadaan gereja di mata Tuhan.

Dalam arsip ditemukan bahwa Gereja Bethany, didirikan oleh beberapa pendeta. Diantaranya Pdt Hanna Asti Tanuseputra dan Pdt. Ir. Leonard Limanto M.Th. berkat perjuangan Pdt Leonard dan tiga rekannya, Sinode Gereja Bethany Indonesia akhirnya berdiri dan diakui pemerintah. Pengakuan pemerintah ditetapkan melalui Surat Keputusan Dirjen Bimas Kristen Departemen Agama RI No. DJ.III/Kep/HK 00.5/5/158/2003 pada tanggal 17 Januari 2003. Sampai Juni 2013, pendiri dan pengurus gereja masih mereka, kecuali sinode yang dipimpin oleh Pdt. David Aswin.

Berdasarkan dokumen di gereja, beberapa pengacara dan pendeta Bethany mengakui secara hukum, gereja Bethany, bukan milik keluarga Pdt Abraham Aloex dan anak-anaknya. Gereja Bethany adalah milik Jemaah yang menyumbang. Dengan demikian, keberadaan gereja Bethany, tak bisa lepas dari kriteria dan syarat badan hukum. Termasuk aturan bagaimana hukum positif menempatkan aset-aset gereja. Dalam doktrin hukum, status suatu badan hukum bisa diperoleh jika memenuhi syarat: (i) ada harta kekayaan yang terpisah atau dipisahkan dari kekayaan anggotanya; (ii) ada tujuan tertentu; (iii) punya hak dan kewajiban sendiri; dan (iv) punya organisasi sebagaimana tercermin dalam AD/ART.

Demikian juga sejarahnya, dapat ditemukan bahwa status gereja sebagai badan hukum dapat ditelusuri ke zaman sebelum Indonesia merdeka. Staatblad 1927 No. 156, 157, dan 532 menempatkan gereja sebagai badan hukum. “Kerken of Kerkgenootschappen alsmede hunne zelfstandige onderdelen bezitten van rechteswege rechtspersoonlijkheid”. Penulis buku mengartikan van rechtswege dalam kalimat itu sebagai ‘otomatis’. Simpulannya, gereja adalah badan hukum otomatis.

Dengan histori yang demikian, Gereja atau perkumpulan Gereja yang berstatus berbadan hukum, secara normatif, kedudukannya sama dengan orang. Artinya, Gereja atau pun Perkumpulan Gereja dapat memiliki asset tidak bergerak (dalam hal ini tanah dan bangunan) dengan status Hak Guna Bangunan (HGB) sesuai dengan pasal 36 ayat 1 UUPA (No. 5/1960 tentang Pokok-Pokok Agraria) atau Hak Pakai (sesuai pasal 42 huruf c UUPA).

Sebagai pemegang Hak Atas tanah, gereja juga memiliki hak dan kewajiban yang sama dengan pemegang Hak Atas tanah lainnya. Diantaranya untuk melakukan perbuatan hukum atas tanah tersebut, misalnya jual beli atau sewa menyewa, harus dilaksanakan oleh para pengurus yang berlaku pada saat itu yaitu diwakili “3 serangkai” dalam hal ini Ketua, Sekretaris dan bendahara. Bagaimana jika asset-aset gereja Bethany dimiliki oleh Pendeta Abraham Alex dan anaknya Pendeta David Aswin Tanuseputra, salah seorang peserta diskusi angkat tangan ‘’Itu harus diluruskan. Sebab semua asset itu bukan dibeli dari pribadi Pdt Abraham, apalagi Aswin. Saatnya jemaat gereja Bethany bersatu meluruskan yang bengkok agar ke depan tidak ada penyalagunaan jabatan oleh pendeta-pendeta yang serakah dan tidak tahu malu,’’ jelas Soyung, berapi-api.

Bagaimana secara riligi, Gereja Bethany didirikan oleh Pdt. Prof. DR. Abraham Alex Tanuseputra, di Jalan Manyar Rejo II/36-38, Surabaya. Saat itu, Gereja Bethany masih tergabung sebagai bagian dari Sinode Gereja Bethel Indonesia (GBI), sehingga disebut sebagai GBI Jemaat Bethany atau GBI Bethany. Dalam penggembalaan umat GBI Jemaat Bethany ini, Pdt. Prof. DR. Abraham Alex Tanuseputra mencetuskan "Successful Bethany Families" sebagai visi gereja tersebut. Kemudian datang berbagai sumbangan termasuk dari PT Redhi Indah, sehingga terbangunlah Graha Bhetany Ngiden yang dilukiskan sebagai gereja terbesar se Asean. dari pendirian gereja di kawasan Nginden ini, semuanya berasal dari persembahan jemaat, baik jemaat yang melarat maupun kaya raya. Berdasarkan sejarah ini, pendeta, jemaat dan pengacara yang terlibat diskusi di restaurant dekat Nginden berkeyakinan gereja Bhetany Nginden bukan milik pribadi keluarga Abraham Alex dan anak-anaknya.

Paulus dan Iskandar mempertegas lagi bahwa Gereja Bethany adalah Milik Tuhan, termasuk iventaris berupa gedung, tanah dan pendapatan persepuluhan dan persembahan dari jemaat. “Karena Gereja milik dari Allah, tak boleh pendeta yang menghaki asset-aset gereja dengan cara apapun. Gereja ada untuk membawa orang-orang yang ada dalam gereja sadar akan dosa-dosanya, lalu dibimbing untuk bertumbuh pada pengenalan akan Tuhan, supaya dengan demikian mereka semakin diperdalam akan iman rohaninya, bukan seperti di gereja Bethany, Pdt Aswin yang merasa anak Pendiri Bethany bisa menumpuk kekayaan gereja menjadi kekayaan pribadi. Apa ini bukan tindakan orang keblinger’’ kata kedua jemaat dengan penuh antusias. (bersambung/tatangistiawan@gmail.com )

Berita lainnya
Perusahaan Dimerger, Karyawan Fina...
Jadi First Lady, Bagaimana Perasaa...
Kompol Simamora Berlebihan
KBS Tambah Bayi Anoa
Rekonstruksi Bethany Ricuh
Harta, Saiful Ilah - Sambari Berli...
Penataan Videotron Masih Rusak Lin...
Bapak Bethany Tersangka
Tokoh NU Juga Gundah Atasi FPI
Mau Lengser, SBY Unjuk Kekuatan
Buruh Minta Upah Naik 30%
Sukses Korban Lapindo Bisnis Pepay...
Pdt Aswin Dilawan
Gandeng Korsel, Produksi Pesawat T...
Pdt Aswin Mbalelo
Copyright © 2012 surabayapagi.com
  Kontak | Tentang Kami | Kode Etik | Disclaimer | RSS Feed  | User Online :  94