menu.jpg
 
Rayakan Valentine, Pesta Seks di Hotel

SURABAYA (Surabaya Pagi)- Remaja di Surabaya dan sekitarnya sudah salah kaprah memaknai hari kasih sayang (valentine day) yang dirayakan, Kamis (14/2) kemarin. Berdalih membuktikan cinta, mereka malah ‘menghalalkan’ seks bebas atau berhububungan suami istri di luar nikah. Buktinya, belasan pasangan mesum di Jombang dan Bojonegoro berhasil diciduk aparat. Pelakunya mulai mahasiswa, guru hingga pegawani negeri sipil (PNS). Sementara sejumlah hotel kelas melati atau hotel short time di Surabaya sudah dipenuhi pasangan tak resmi. Tak terkecuali pasangan muda-mudi yang masih bau kencur. Tak ada filter di hotel yang melayani check in per enam jam ini. Ironisnya lagi, penjualan kondom di beberapa mini market mengalami kenaikan.

Pantauan Surabaya Pagi, perayaan valentine oleh remaja Surabaya sejatinya sudah dilangsungkan sejak Rabu (13/2) malam. Mereka mendatangi sejumlah kafe dan diskotek, sebelum akhirnya check in di hotel. Menariknya, pasangan muda-mudi yang umumnya masih pelajar ini memilih hotel agak ke pinggiran kota. Bukan di tengah kota, seperti di kawasan Pasar Kembang atau Pasar Besar.

Seperti di penginapan di dekat lokalisasi Bangunrejo Surabaya. Penginapan ini sangat murah, hanya Rp 35 ribu per-3 jam. Penginapan yang berlokasi di Bangunrejo gang IV ini laris dipakai pasangan muda-mudi. Dari pantauan di lokasi, Surabaya Pagi menemukan banyak pelajar yang mendatangi penginapan tersebut. Bahkan, di penginapan ini mereka rela antre untuk melepaskan syahwat. ”Karena murah, jadi banyak yang antri mas,” ujar salah seorang warga.

Salah satu pasangan pelajar yang ditemui Surabaya Pagi juga terkesan malu-malu saat menjawab kenapa mau antre di penginapan tersebut. ”Murah mas,” cetus pelajar tersebut sambil tertawa. Saat Surabaya Pagi masuk ke dalam lokasi, kamar penginapan ini hanya berukuran 3 x 3 meter persegi. Di kamar tersebut ada satu kasur yang kusut, satu kamar mandi tanpa pintu, serta satu meja, satu kursi, dan satu kipas angin. Lampunya pun terasa remang-remang. Sekilas, kamar ini memang cocok untuk dibuat mesum. Sementara jumlah kamar di penginapan ini sekitar 70 kamar.

Menurut warga sekitar, pasangan remaja check in di penginapan ini karena dirasa aman. “Penginapan ini tak pernah dirazia,” ucap salah seorang warga Bangunrejo. Sebenarnya warga setempat geram dengan aktivitas hotel yang berada di tengah perkampungan padat penduduk tersebut.

Pemandangan serupa juga terlihat di hotel di kawasan Peneleh, Surabaya. Hotel ini lebih bagus dibanding di kawasan Bangunrejo tersebut. Tarif paling rendah Rp 100 ribu dengan fasilitas kasur, TV 14 inch, kipas angin dan kamar mandi dalam. Di sini, ada juga kamar yang berfasilitas AC. Tentu saja tarifnya lebih mahal. Saat Surabaya Pagi menanyakan apa ada kamar kosong atau tidak, petugas resepsionis bilang untuk yang standar sudah full booked sejak sore kemarin. “Tinggal yang AC mas,” ucap petugas itu.

Pantauan di halaman parkir hotel ini, untuk sepeda motor memang terlihat penuh. Parkir motor berdekatan langsung dengan pintu utama hotel. Sedang parkir mobil di sebelah kiri pintu utama. Sejumlah mobil berplat luar kota seperti N (Malang), W (Sidoarjo), dan S (Lamongan, Bojonegoro, Tuban).

Menurut pedagang di sekitar hotel, biasanya yang check in di hotel ini mereka yang sudah dewasa. Ia belum pernah melihat ada sepasang ABG menginap di situ. “Rata-rata sore check in, terus malamnya dugem. Kalau valentine gini pasti ramai,” cetusnya.

Yang mengejutkan temuan Yayasan Hotline Pendidikan. Sebuah lembaga yang bergerak di bidang pendidikan ini menemukan sebanyak 20% pelajar Surabaya yang hamil sebelum nikah, ternyata melakukan hubungan seks ketika perayaan valentines day. Ini dibenarkan Isa Ansori, Ketua Yayasan Hotline Pendidikan. Ia menjelaskan selama tahun 2012 lalu, yayasan yang dia pimpin menerima sebanyak 84 kasus pelajar SMP hingga SMA di Surabaya yang mengalami hamil sebelum nikah.

Dari jumlah itu, kata Isa, sekitar 15 anak mengaku berhubungan saat valentine day. "Mereka ngakunya hanya sekali saja berhubungan saat merayakan valentine day dan langsung hamil," kata Isa Ansori.

Selain valentine day, para pelajar yang hamil, mayoritas mengaku berhubungan saat perayaan malam tahun baru, saat ulang tahun, serta libur sekolah dan lebaran. Mengenai tempat berhubungan seks, para pelajar ini mengaku mayoritas dilakukan di rumah saat orang tua mereka berada di luar rumah. "Selain itu, mereka biasanya juga menyewa hotel atau losmen dan melakukan di tempat-tempat wisata seperti di Kenjeran," jelasnya. Karenanya, Isa berharap pada setiap orang tua bisa mewaspadai prilaku dari anak mereka, khususnya untuk menghadapi perayaan valentines day.

Hal lain yang menarik, penjualan kondom di sejumlah mini market di Surabaya dan Sidoarjo. Ternyata ada peningkatan hingga dua kali lipat. “Biasalah, waktu valentine penjualan kondom naik. Samapai sore ini hampir dua kali lipat dari hari biasanya,” ujar salah seorang pramuniaga cantik ini, menolak menyebutkan namanya. “Tapi untuk yang harga menengah. Untuk merk yang mahal jarang yang membeli,” ucap di mini market di kawasan Gubeng. Sementara pembeli, lanjutnya, rata-rata berusia dewasa.

Hal sama juga terlihat di mini market di kawasan Gedangan, Sidoarjo. Jika hari biasa, kondom laku 3-4, kemarin terjual hingga 6 biji. “Ada juga yang hendak membeli kondom, tapi gak jadi. Mungkin malu karena antriannya panjang,” seloroh seorang pramuniaga ini tersenyum.

Fenomena di Daerah

Fenomena di Surabaya tak jauh beda di daerah-daerah. Seperti di Jombang. Meski berjuluk kota santri, namun tak serta merta membuat Kabupaten Jombang terbebas dari praktik maksiat. Kemarin contohnya, bertepatan dengan hari kasih sayang,belasan pasangan mesum terjaring dalam razia yang digelar Satpol PP setempat.

Maklum, hari itu merupakan hari kasih sayang, hari yang dijadikan tanda bagi setiap pasangan untuk meluapkan kasihnya pada pasangan masing-masing. Meski Pemkab Jombang tak melarang perayaan hari tersebut, tapi Pemkab Jombang memberikan batasan tegas bagi pemaknaan ungkapan kasih itu. "Tiap tahun kita lakukan razia bertepatan dengan valentin day. Yang kita tindak hanya pasangan kumpul kebo," ujar Kasi Ops Satpol PP Jombang, Roni Afriandi, kemarin.

Atas dalih itu, siang kemarin (14/2), Satpol PP bergerak ke sejumlah hotel di Jombang untuk melakukan razia pasangan mesum. Belasan pasangan kumpul kebo berhasil dijaring dalam razia. Saat ditanya petugas, tanpa malu belasan pasangan mesum ini mengaku berbuat demikian untuk merayakan hari valentine.

Belasan pasangan ini diamankan dari sejumlah hotel diantaranya Hotel Prambanan dan Hotel Netral. Di hotel-hotel ini, pasangan mesum diamankan tengah berhubungan intim di dalam kamar.

Saat digeledah dalam kamar, petugas menjumpai kondom dan pakaian dalam berserakan. Saat dimintai alat bukti suami istri, para pasangan ini tak bisa menunjukkannya. Dengan terpaksa, petugas membawanya ke kantor.

Dari data yang dihimpun, ada 11 pasangan kumpul kebo yang diamankan. Mereka terdiri dari guru, mahasiswa dan pensiunan PNS. Mereka mengaku nekat berbuat demikian hanya untuk merayakan hari valentine. Kasi Ops Satpol PP Jombang, Roni Afriandi mengatakan, razia ini dilakukan untuk mencegah seks bebas. Terlebih pada perayaan hari valentine dengan cara yang kurang baik. "Agar tak mengulanginya lagi, mereka kita suruh membuat surat pernyataan tak mengulangi lagi. Jika tetap demikian, mereka akan dikenai sanksi pidana," tegasnya.

Begitu juga di Bojonegoro. Polres Bojonegoro menyisir satu per satu hotel di kota ini, di antaranya Hotel Asia di Jalan Hayam Wuruk, Hotel Pazia dan Hotel Sahabat Mulia. Selain hotel, lokasi kos-kosan juga tak luput dari pemeriksaan petugas. Dalam razia ini, petugas berhasil mengamankan empat pasangan yang berbuat mesum.

Pandangan Psikolog

Sementara itu menurut psikolog Astrid Wiratna, sebenarnya perilaku anak-anak zaman sekarang bukan sesuatu yang mengherankan, karena bukan hari valentine saja, mereka perilakunya seks bebeas. “Bahkan kalau pacaran sudah tahun rata-rata sudah dipastikan pernah berhubungan seks,” ujarnya.

“Karena valentine dianggap hari yang spesial maka mereka merayakan dengan sesuatu yang spesial juga. Salah satunya dengan seks pra nikah tersebut,” terang Astrid.

Lantas apa yang sebenarnya menyebabkan perilaku anak-anak banyak melakukan seks bebas di hari valentine? “karena film Indonesia sendiri mengajarkan makna cinta kasih dalam berpacaran memang sampai ke arah sana (seks pra nikah), ciuman, pelukan sering di film dan ini semacam mengajarkan memang ekspresi cinta kasih adalah yang seperti itu,” tutur dosen Psikologi ini.

Astrid menambahkan, perilaku anak-anak yang sudah memprihatinkan ini memang harus menjadi tanggung jawab kita semua. Baik orang tua, pemerintah, bahkan media juga, karena saat valentine atau bukan fenomena ini sudah marak.jadi perilaku mana yang dosa dan tidak tetap dijaga,” pungkasnya.

MUI: Bukan Tradisi Islam

Hari kasih sayang atau valentine day yang dirayakan setiap 14 Februari dinilai Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur jauh dari tradisi Islam. MUI mengimbau agar para orang tua remaja memberikan perhatian khusus terkait tradisi yang tidak Islami ini. "Di Islam tidak ada tradisi seperti itu (perayaan valentine day, red). Apalagi tradisi ini banyak dimaknai dengan kecenderungan hubungan seks bebas," ujar Sekretaris MUI Jatim, Ustadz M Yunus, Kamis (14/2).

Ustadz Yunus menjelaskan, pemaknaan hubungan yang cenderung melebihi batas inilah yang kemudian menghawatirkan. Apalagi dalihnya hanya sebatas hari kasih saying. "Kasih sayang itu bukan hanya tanggal 14 Februari," cetusnya

Meski tidak mengeluarkan fatwa haram, MUI Jatim tiap tahun melakukan pembahasan soal ini. Namun MUI sudah memberikan imbauan pada masyarakat agar mengawasi ekstra ketat pada putra-putrinya, yang merayakan valentine. Terlebih tahun ini muncul fenomena adanya permen cinta yang mampu meningkatkan libido. Informasi dari Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan BBPOM, permen yang bisa didapat di pasaran kisaran Rp 75-Rp 100 ribu ini mengandung viagra yang menimbulkan hasrat seksual bagi pengkonsumsinya.

"Saya secara pribadi belum tahu bentuknya seperti apa permen karet pembangkit libido seks itu. Kalau sampai beredar di pasaran bebas itu bisa menjebak perempuan. MUI Jatim minta Balai Besar POM Surabaya dan Dinkes Jatim melacaknya agar tidak beredar," tegas Ketua MUI Jatim KH Abdusshomad Buchori dihubungi terpisah.

Meski bereaksi, namun sampai saat ini, MUI belum mengeluarkan sikap terkait hukum mengkonsumsi permen Libido asal China tersebut. Namun, MUI mengimbau agar masyarakat berhati-hati atas beredarnya permen tersebut.

Ketua MUI Pusat KH Amidhan lebih tegas. Pihaknya mengharamkan perayaan valentine day bagi umat Islam, karena perayaannya cenderung melanggar ajaran Islam. "Valentine merupakan budaya barat dan bertentangan dengan budaya Muslim," tandasnya.

Apalagi, lanjut dia, di masyarakat saat ini berkembang adanya indikasi valentine untuk ajang menghalalkan seks bebas dengan berbagai modus. Sebelumnya, ada penjualan cokelat yang diselipi alat kontrasepsi di dalamnya. Kini beredar permen karet yang mengandung Viagra. Hanya saja, secara tertulis, MUI pusat belum mengeluarkan fatwa haram.

Menurut dia, semangat saling menghormati dan silaturahmi di balik perayaan valentine itu sesungguhnya merupakan hal yang baik dan bisa untuk dicontoh. Namun, saling menghormati dan menumbuhkan kasih sayang kepada sesama manusia itu tidak mesti menunggu hari Valentine itu datang. "Agama Islam mengajarkan untuk menjaga silaturahmi dan menumbuhkan rasa kasih sayang antarsesama dalam sepanjang hari. Tidak mesti hari Valentine," tegasnya.

Pendeta: Valentine Sekarang Perayaan Nafsu

Pendeta Gideon menilai perayaan valentine day bagi anak muda sekarang sudah disalahartikan dengan kegiatan yang negatif. Bahkan, menjurus ke perilaku seks bebas. ”Perayaan valentine sekarang sudah mengalami pergeseran makna yang sebenarnya. Awalnya sebagai perayaan kasih sayang yang sejati menjadi perayaan nafsu yang tidak terkendali,” kata Gideon yang sehari-hari berkhuthah di salah satu radio rohani Kristen ini, kemarin.

Perayaan valentine, lanjut Gideon, harusnya dirayakan dengan cara yang benar, mengasihi sesama tanpa syarat. Sebab Tuhan sudah lebih dulu mengasihi kita. “Kalau Tuhan Yesus sudah mengasihi kita terlebih dulu dengan Kasih yang tanpa syarat, maka pertanyaan yang harus direnungkan adalah, sudahkah kita mengasihi sesama kita dengan tanpa syarat,” papar Gideon.

Menurutnya, jika masih ada "embel-embel" kepentingan yang harus dipenuhi ketika kita mencintai seseorang, maka terjadilah penyelewengan praktik kasih itu. Karena itu, ia mengajak semua ummat agar kembali pada substansi kasih itu sendiri. “Mari kita menyikapinya dengan menyadari bahwa Tuhan itu adalah Kasih dan Tuhan itu Kudus adanya. Jadi seharusnya valentine dilewatkan dengan kasih yang seperti Tuhan miliki, yaitu Kasih yang Kudus,” terangnya saat dihubungi melalui ponselnya. n dw/bi/mik/arf

Berita lainnya
Ngenes, Subsidi BBM Bocor 400 Tril...
Polda Jaga 42 SPBU di Jatim
Sudah Saatnya Dibentuk Kementrian ...
Bajaj Dibeli Rp 280 Juta dan Dikon...
Komik Jokowi Jadi Presiden Beredar...
Jakarta Mencekam
Target Operasi ISIS Bukan Indonesia
Ulama NU Jatim Tolak Pelegalan Abo...
Menhut Serahkan Ijin Konservasi KBS
Hidup Sebatangkara, Andalkan Tunja...
Isi Kemerdekaan dengan Melawan Pro...
Ivana Marelda, Jadi Paskibra Awal...
Dua Capres di Pilpres 2014 yang Me...
Jokowi The Real Marhaen
Pemuda Bersihkan Monumen Tentara P...
Copyright © 2012 surabayapagi.com
  Kontak | Tentang Kami | Kode Etik | Disclaimer | RSS Feed  | User Online :  94