menu.jpg
 
Protes Mutasi Pejabat, Kantor Bupati Didemo

Pasuruan (Surabaya Pagi) - Kurang lebih 500 warga dan aktivis pemerhati kebijakan pemerintah, Selasa (11/6) kemarin, kembali menduduki Kantor Bupati Pasuruan di Jl Hayam Wuruk, Kota Pasuruan. Aksi ini digelar sebagai bentuk protes adanya mutasi traksaksional alias jual beli jabatan. Mutasi pejabat Pemkab Pasuruan rencananya akan dilakukan hari ini (Rabu, 12/6).

Korlap aksi, Ayi Suhaya berorasi dan teaterikal. Ayi berperan sebagai Bupati Pasuruan, H. Dade Angga. Sedang aktivis lainnya memerankan diri sebagai beberapa orang pejabat yang diduga membeli jabatan. Dalam dialognya Ayi Suhaya, minta kepada para pejabat yang telah memilih tempat enak (jabatan basah) agar tidak ramai-ramai agar tidak didengar orang lain.

Ayi melakonkan seakan-akan menerima uang pembelian jabatan dari orang kepercayaannya. Disitu kembali ada dialog dengan cara berbisik-bisik. “Sudahlah Bapak (maksudnya, Bupati) ini sudah tahu bagaimana cara mengamankan. Yang penting kan sudah mendapat jabatan basah dong,” ujar Ayi layaknya Bupati yang sedang berbicara dengan orang kepercayaannya yang disapa Eyang Subur.

Aksi ini mendapatkan penjagaan ketat dari petugas Polres Pasuruan Kota. Ratusan petugas diturunkan ke lokasi demo dan beberapa ruas jalan yang dilalui. Sampai di halaman Pemkab Pasuruan, para pendemo dtemui Sekda Drs Agus Sutiadji, Trijono Staf Ahli, Riyanto Asisten I dan para pejabat lainnya. Sekda mengatakan kalau rencana mutasi pejabat Pemkab Pasuruan belum ada.

“Itu baru wacana. Kalau memang ada tentu mulai minggu-minggu ini ada rapat atau persiapan. Tapi itu tidak benar, apalagi dikabarkan kalau besok (hari ini, Rabu, 12/6) bakal ada mutasi yang acaranya digelar di Pendopo. Jadi sekali lagi, sampai detik ini Baperjakat belum rapat untuk membahas mutasi tersebut,” ungkap Sekda di hadapan ratusan massa.

Maulana dan Mukhlis yang diiyakan Ayi Suhaya, minta kepada Baperjakat, supaya tiap kali akan dilakukan rencana mutasi hendaknya wakil-wakil pendemo ini dibolehkan mengikuti rapat. “Kita tidak itervensi, tapi kami hanya ingin tahu bagaimana proses untuk mutasian. Kita nanti hanya mendengarkan saja, tidak lebih dari itu,” tegas Maulana.

Kata Ayi, aksi ini sebagai bentuk tindak lanjut dari aksidemo sebelumnya. Tuntutannya sama, yaitu meminta kepada Pemkab Pasuruan supaya mengurungkan atau membatalkan rencana mutasian para pejabat. Mulai dari golongan 3 hingga 2.

Alasan penghentian, ujar Ayi, karena ada indicator kalau mutasi itu dijual belikan. Siapa yang bisa membayar mahal, tentu akan mendapat tempat yang basah. Bagi yang tidak mampu membayar, harus rela mendapatkan tempat yang kering. dir

Berita lainnya
Ke Banyuwangi, Belanjalah Oleh-ole...
Bupati Jadi Pangeran, Para Staf Ke...
Pemda Harus Rangkul Pers
Demo Tuntut Dept Kolektor Dihapus
Minta Fee Proyek, Pejabat Diknas D...
Inventarisir Tambang Pasir Ilegal
Rayakan HUT Prov Jatim, Gelar Kese...
Bidang Dalit Bappeda Gelar Sosiali...
Latih Petani Daur Ulang Sampah
Pemkab Kediri Hidupkan Kembali Kaw...
Evaluasi Kampung Hijau
HUT Polantas ke-59, Satlantas Prob...
Susun Indikator Kinerja
Sediakan Lahan Pertanian Berkelanj...
Sosialisasi Bak Sampah Organik
Copyright © 2012 surabayapagi.com
  Kontak | Tentang Kami | Kode Etik | Disclaimer | RSS Feed  | User Online :  125