menu.jpg
 
Porprov Madiun Sewa Rumah Penduduk

MADIUN (Surabaya Pagi) - Gelaran Pekan Olahraga Propinsi (Porprov) IV/2013 tinggal menunggu hari. Setidaknya, Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun sudah mempersiapkan venue pertandingan dan akomodasi kontingen.

Ketua KONI Kota Madiun, Joko Susilo mengatakan, Madiun kebagian menggelar 16 cabang olahraga (cabor), ditambah dengan 4 cabor eksebisi. Keempat cabor tersebut adalah tarung derajat, anggar, hoki dan drumband. "Total atlet dan official yang berada di Kota Madiun nanti sekitar 5.000-6.000 orang," kata Joko saat ditemui di Kantor Balai Diklat Kota Madiun, Senin (3/6).

Kini, KONI Kota Madiun beserta dengan pihak terkait terus mematangkan persiapan. Khususnya masalah penginapan, transportasi dan akomodasi. "Untuk penginapan dan akomodasi persiapannya sudah sekitar 95 persen," terangnya.

Diakui Joko, persiapan penginapan dan akomodasi sempat menjadi masalah serius. Ini seiring dengan terbatasnya jumlah hotel dan penginapan di Kota Madiun, sementara jumlah atlet dan official yang datang jumlahnya cukup banyak.
Selain itu, kata Joko, Pemkot Madiun jauh sebelumnya sudah menyiapkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sekitar Rp 10 miliar.

Dana tersebut digunakan untuk menyiapkan venue berstandar nasional, akomodasi, transportasi, konsumsi dan sebagainya. Terkait penginapan, bisa diatasi dengan menyewa home stay atau perumahan warga. Kemudian guna mengatasi persoalan akomodasi, ada sejumlah cabor yang pertandingan dan penginapannya ditempatkan dalam satu lokasi. Seperti karate yang ditempat di Asrama Haji, sekaligus atletnya menginap disana. "Tapi sebagian besar yang menginap di home stay dan perumahan warga adalah official. Kalau atlet sebisa mungkin ditempatkan di hotel. Jadi officialnya yang mengalah," ujarnya.

Bagaimana dengan venue? Menurut Joko, sampai sekarang yang masih dalam proses penyelesainnya diantaranya venue cabor balap sepeda nomor BMX. Awalnya, nomor ini akan digelar di komplek Lapangan Udara Angkatan Laut Iswahyudi. Namun karena berbagai pertimbangan, akhirnya dipindahkan disekitaran bantaran Kali Madiun. "Mungkin kalau di Iswahyudi animo masyarakatnya kurang, akhirnya dipindahkan ke bantaran Kali Madiun," ucapnya.

Joko menambahkan, satu lagi yang masih dalam persiapan adalah venue untuk futsal. Saat ini venue yang ada masih belum berstandar nasional, sehingga perlu direnovasi. Sebab, kata dia, Pengurus Besar Porprov IV, sub PB dan Rado (pemilik venue) sudah sepakat untuk melakukan renovasi. "Sekarang sudah tahap akhir. Untuk keuangan tidak tahu menahu, semua kewenangan PB," tutupnya. ega

Berita lainnya
Perbakin Jatim Tak Pasang Target
Anggar Pasang Target Tinggi
Judo Tak Muluk soal Target
Sentralisasi Puslatda Belum Maksim...
Voli Pantai Coret 2 Pemain
Jerman-Prancis Diunggulkan
Tenis Hanya Target Perak
KONI Jatim Minta Atlet Tak Tergiur...
PB Pelti Jatim Ikut Piala Wijoyo
KONI Jatim Siap Gelar PON Remaja I
City Berpeluang Curi Poin Penuh
Ahsan/Hendra Rebut Emas Kedua Indo...
GOR Tenis Meja Milik Pemprov
Jatim Bidik Potensi Atlet Muda lew...
Gresik Kurang Siap, Panahan Digela...
Copyright © 2012 surabayapagi.com
  Kontak | Tentang Kami | Kode Etik | Disclaimer | RSS Feed  | User Online :  83