menu.jpg
 
Pdt Aswin : Pi, Ayo Perang! Sambil Mbleyer Mobil di Rumah Pdt Abraham Alex

SURABAYA (Surabaya Pagi) – Kamis pagi (3/4) kemarin ada atraksi menggugah kemanusiaan. David Aswin, penggemar mobil mewah, melakukan “unjuk kebolehan” ngebut di depan gereja Bethany Nginden Surabaya, dengan membleyer mesin, sehingga memekakan telinga masyarakat yang ada di jalan menuju rumah Pdt Abraham Alex Tanuseputra, yang telah berusia 73 tahun.

David Aswin, naik mobil jenis jip warna gelap. Mobilnya dikendarai dengan kencang sambil zikzak. Persis di depan rumah ayah kandungnya yang dikenal sebagai Bapak Bethany, Aswin, tidak turun. Tapi makin membleyer mobilnya sambil berteriak-teriak. “Pi, kita perang!” Kemudian Aswin, mengalihkan mobilnya masuk gereja Bethany. Ia menemui Pdt DR. Bambang Yudho dan Pdt Drs. Ir. Sujarwo, di ruangan yang dikenal kampus STTS (Sekolah Tinggi Teologi Surabaya) yang berada di komplek gereja Bethany Nginden.

Menurut saksi mata yaitu Hendrik, Zamroni, Agus Yohanes dan David, Pdt Aswin meneriaki Pdt Bambang Yudho, dengan kalimat-kalimat yang tidak enak didengar. Ketika meneriaki, Aswin membawa tongkat besi dan kayu disertai puluhan cleaning service dan tukang batu yang dibekali kayu dan besi. “Saya mau dikeroyok Aswin dan saya sempat ditantang. Sebagai seorang Rektor yang berpendidikan saya tanggapi dingin, akhirnya Aswin hanya memukul-mukul almari, meja dan tembok dengan besi,” jelas alumni ITS jurusan Perkapalan yang kini juga mengajar di UI Jakarta dan ITB Bandung.

Kejadian Kamis pagi itu sempat membuat suasana gereja Bethany tegang. Dua jam sebelum Pdt David Aswin, mengerahkan cleaning service dan tukang batu, ada tim pendeta dan wakil jemaat yang datang duluan. Mereka adalah mantan Sekretaris Umum Majelis Pekerja Sinode (MPS) Pdt Drs. Ir. Sujarwo, datang bersama Pdt Bambang Yudho, bendahara Bethany ibu Anik, dan Pembela sidang Gereja Bethany Lokal Nginden, Santoso Tedjo. Tim yang dipimpin oleh Pdt Sujarwo ini ingin melaksanakan tugas dari perintis Gereja Bethany Lokal Nginden Pdt Abraham Alex Tanuseputra untuk melakukan pemulihan manajemen. Mengingat, isu yang berkembang diluar, dana persepuluhan dan persembahan digunakan untuk foya-foya Pdt Aswin dan keluarganya. “Anaknya disewakan apartemen di Paris senilai Rp 1 miliar untuk setahun. Baru dihuni satu bulan, anaknya pulang. Uang tidak bisa ditarik. Duit darimana Aswin, kalau bukan dari uang gereja. Makanya Bapaknya menugaskan beberapa pendeta termasuk Pdt Reno, untuk melakukan pemulihan manajemen agar ada transparansi di publik atau minimal di jemaat,” jelas Pdt Sujarwo.

Menurut Pdt Sujarwo, dirinya mengajak Santoso Tedjo, karena pesan Pdt Abraham Alex, terkait isu diluaran seolah Pdt Abraham Alex, tidak transparan dalam mengelola keuangan gereja. “Pak Alex justru ingin mereformasi manajemen agar transparan ke publik. Makanya saya diutus melaksanakan pemulihan pengelolaan keuangan gereja yang setransparan dan saya ajak Pak Santoso yang mewakili jemaat Bethany lokal,” tambah Ir. Sujarwo. Santoso Tedjo, melalui LSM “Solidaritas Jemaat Bethany Karunia Allah” kini menggugat ke KIP (Komisi Informasi Publik) untuk meminta transparansi laporan keuangan dan daftar asset gereja MPS (Majelis Pekerja Sinode) termasuk Gereja lokal Nginden.

Santoso Tedjo, yang sejak akhir Maret 2014 diangkat menjadi Pembela sidang Gereja Bethany Nginden yang ditemui Surabaya Pagi di ruangan Rektor STTS menyatakan, ia diajak untuk membuktikan keseriusan perintis Gereja Bethany Lokal Nginden, melakukan transparansi pengelolaan keuangan gereja. “Tampaknya ada miscommunication antara Pak Sujarwo dengan Aswin. Sebenarnya kalau Aswin mengikuti kebijakan Bapaknya yang dikenal pemuka agama kharismatik, Aswin tidak bawa besi dan pentungan. Apakah itu kepribadian pendeta?, kan bukan toh. Mestinya kita duduk bareng ngomong yang bener. Ini kan demi menjawab rumor di masyarakat seolah keuangan persepuluhan Gereja Bethany Nginden dipakai hura-hura oleh keluarga Pdt Abraham. Nah dengan tekad Pak Abraham Alex, membuktikan beliau mau transparan, tetapi Aswin sebagai anaknya menghalangi kehendak pak Alex yang ditugaskan ke pak Sujarwo,’’ jelas Santoso Tedjo, yang kemarin datang mengajak sedikitnya delapan jemaat Bethany sebagai saksi pemulihan manajemen keuangan Bethany lokal.

Sementara itu Pdt Abraham Alex Tenusaputra yang dikonfirmasi Surabaya Pagi mengenai kebenaran penugasan kepada Pdt Ir. Sujarwo dan Pdt Bambang Yudho, membenarkan. Termasuk ia menunjuk resmi Santoso Tedjo, sebagai Pembela sidang, mewakili Jemaat. “Saya tidak menghendaki anak saya masuk neraka, karena urusan keuangan gereja. Saya yakin anak saya itu dipengaruhi beberapa orang untuk memanfaatkan jabatan anak saya,” jelas Alex, yang pagi itu sedang bercengkerama bersama istrinya. rmc

Berita lainnya
Alim Markus ‘Sogok’ MK
Sukses Jadi Motivator Dunia
Suhu Madinah Capai 45 Derajat Celc...
Tak Beri BPJS, Perusahaan ‘Nakal...
Ditahan Polisi, Malah Kebanjiran S...
28.800 Calhaj Diberangkatkan dari ...
Puskopkar Sebut Henry Terlibat
Tanamkan Nilai-Nilai Pancasila
Kapolda Dimutasi, Kapolda Jatim Be...
Semalam, Orang Dekat Prabowo Menin...
Arek Jombang Ciptakan Premium Alte...
Ngenes, Subsidi BBM Bocor 400 Tril...
Polda Jaga 42 SPBU di Jatim
Sudah Saatnya Dibentuk Kementrian ...
Bajaj Dibeli Rp 280 Juta dan Dikon...
Copyright © 2012 surabayapagi.com
  Kontak | Tentang Kami | Kode Etik | Disclaimer | RSS Feed  | User Online :  86