menu.jpg
 
Matikan Khofifah, Gus Ipul Gunakan Kapal Rakyat

SURABAYA (Surabaya Pagi)– Wakil Gubernur Saifullah Yusuf (Gus Ipul) tak tinggal diam dengan manuver Khofifah Indar Parawansa, menjelang Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jatim 29 Agustus mendatang. Khofifah yang menggunakan strategi kapal salam, bakal diredam dengan taktik kapal rakyat.

“Kalau Khofifah menggunakan kapal selam, saya akan pakai kapal rakyat. Saya yakin kapal rakyat dapat mengalahkan kapal selam,” kata Gus Ipul usai membuka Rakerda Pramuka Jatim di Surabaya, Rabu (13/3).

Gus Ipul meyakini strategi kapal rakyat yang akan dipakai nanti dapat menandingi kapal selam milik Khofifah. Sebab, kapal rakyat ini jumlahnya banyak. “Kita pakai kapal rakyat lah. Kecil-kecil tapi banyak,” ujarnya.

Terkait kabar yang beredar jika partai non parlemen terpecah, Gus Ipul mengaku baru mendengar kabar tersebut. Kelak dia akan berbicara dengan 22 partai non parlemen untuk menindaklanjuti dukungannya kepada KarSa (Soekarwo-Saifullah Yusuf) jilid 2. “Saya akan komunikasi dengan mereka. Komunikasi dilakukan terus siang malam. Ini baru berita, faktanya seperti apa belum tahu. Semua kewenangan ada di pimpinan partai,” jelasnya.

Gus Ipul optimis partai non parlemen yang tergabung dalam Aliansi Partai Non Parlemen (APNP) Jatim itu akan tetap mendukungnya. “Kita optimis. Setidaknya di atas 10 untuk partai non parlemen. Sedangkan partai yang ada di parlemen ada 9,” tutur Gus Ipul optimis.

Sementara kubu Khofifah terus bermanuver. Setelah muncul spanduk dukungan ke Khofifah, Ketua PP Muslimat NU itu, kemarin (13/3), menggelar pengajian yang dihadiri ulama besar dari Arab Saudi bernama Sayyid Abbas Al Maliki Al Alawi Al Hasani, adik dari Syech Muhammad Al Maliki Al Alawi Al Hasani yang memiliki ribuan santri di Jawa Timur. Tak hanya itu, dukungan ke Khofifah juga mengalir. Menariknya, calon Gubernur (Cagub) Jatim yang direkom DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu mendapat dukungan dari Anas Urbaningrum, mantan Ketua Umum DPP Partai Demokrat (PD) yang kini berstatus tersangka korupsi proyek Hambalang. Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsudin juga turut memberikan dukungan.

Dukungan itu disampaikan lewat pesan singkat (SMS) ke ponsel Khofifah Indar Parawansa. Ucapan Anas Urbaningrum tidak hanya sekali, namun dalam sehari kemarin, ucapan itu beruntun hingga tiga kali. Diantara SMS Anas itu berbunyi “Selamat berjuang, semoga sukses dan barokah” kemudian SMS yang kedua berbunyi ‘Semoga sukses dan cepat mendapatkan kendaraan’. Sayangnya untuk SMS yang ketiga belum
diketahui isinya.

Sedangkan SMS dari Din Syamsudin lebih mengarah pada keinginan untuk ‘mengawinkan’ kader Muhammadiyah dengan Khofifah untuk maju dalam Pilgub Jatim 2013 mendatang. Namun siapa kader tersebut kabarnya belum disebutkan.

SMS tersebut ditunjukkan Khofifah sendiri, di sela-sela pengajian yang digelar di kediaman pribadi Jl Jemur Sari Surabaya. Ia mengakui, dirinya dengan Anas adalah teman sejak lama sejak sama-sama menjadi aktivis kampus. Anas kala itu aktif di HMI dan Khofifah aktif di PMII. Jadi, menurut mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan era Gus Dur ini sah-sah saja jika Anas Urbaningrum, memberikan dukungan kepada dirinya dalam maju Pilgub Jatim 2013 ini.

“Saya kira hal itu biasa saja. Dan saya sangat berterimakasih atas dukungannya. Ini bagi saya important person,” kata Khofifah.

Yang jelas, lanjut Khofifah, di pilgub ini akan menggunakan teori kapal selam. Karena Kapal selam, berjalan di dasar laut. “Tapi tetap bisa mendeteksi biota laut dan bisa menembak keatas serta bisa menyisir di setiap territorial untuk pilgub ini,” ujar Khofifah.

Dalam pengajian itu, Sayyid Abbas di depan keluarga besar Khofifah serta anak didiknya di SMU Khodijah, berkali-kali mengatakan tentang pentingnya untuk menghormati ibu serta kaum perempuan. Dalam bahasa Arab, Sayyid Abas mengatakan manusia manapun harus hormat kepada perempuan. “Saya semula mengundang beliau ke Khodijah, tapi Alhamdulillah beliau berkenan ke rumah,” ujar Khofifah usai acara.

Dijelaskannya, konten yang disampaikan Sayyid Abbas meminta kita semua menghormati perempuan dan menghormati ibu. Islam itu Rahmatan lil Alaamin menghormati perempuan. Khofifah pun nyeletuk bahwa ibu lebih tinggi derajatnya dibanding Pakde. “Kalian jangan sekali-kali merendahkan perempuan. Tidak ada surga di bawah telapak kaki Pakde, adanya surga di bawah telapak kaki ibu,” seloroh Khofifah sambil tertawa lepas. Istilah pakde, selama ini dikenal sebagai Pakde Karwo, rival Khofifah dalam Pilgub mendatang.

Pada kesempatan itu, Khofifah kembali menegaskan strategi kapal selam yang digunakan untuk melawan Soekarwo. Soal calon wakil gubernur yang akan dijadikan pendampingnya nanti, saat ini sedang mengkaji sejumlah nama. “Saat ini nambah dari awalnya tujuh menjadi delapan. Seluruh kelengkapan prosesi pilgub ini, saya serahkan pada senior. Para senior itu, ada kyai, pimpinan pondok dan akademisi,” ujarnya.

Karena itu pula, belum ditentukan akan diusung koalisi dengan Partai Golkar maupun PDIP. “Sudahlah, saya akan mengukur kapan saat yang tepat untuk mengumumkan,” sahutnya. Meski begitu, Khofifah mengisyaratkan pasangannya nanti bukan dari kader NU. “Kan saya sudah NU,” cetus Khofifah.

Soal dukungan dari PKB, Khofifah mengaku masih diatur waktu oleh DPP PKB pimpinan Muhaimin Iskandar untuk bersilaturahmi dengan DPW PKB Jatim pimpinan Halim Iskandar. “Masih dicarikan waktu, nanti DPP yang mempertemukan saya dengan DPW PKB,” terangnya. n rko/arf

Berita lainnya
KPU Segera Bahas Pilkada Serentak
Pendukung Prabowo Demo KPU
30 Kotak Suara Hilang
Buka Kotak Suara, KPU Jombang Dipr...
Lagi, KPU Gresik Buka Kotak Suara
KPUD Kediri Buka 89 Kotak Suara
KPUD Jombang Buka 135 Kotak Suara
Komisioner KPU Lumajang Juga Digug...
Mantan Bupati : Pilpres Sudah Usai
Dua Kubu Capres Rekonsiliasi Damai
Dzikir Akbar Dukung Rekap KPU
Coblosan Ulang di Desa Jagoan
Bangkalan dan Sampang Diseret ke D...
Buka Kotak Suara, Panwaslu Dipolis...
Bawaslu: TPS di Juanda adalah DPT ...
Copyright © 2012 surabayapagi.com
  Kontak | Tentang Kami | Kode Etik | Disclaimer | RSS Feed  | User Online :  40