menu.jpg
 
Kapolrestabes Dibentak

SURABAYA (Surabaya Pagi) – Aksi kriminalitas yang diawali dari tempat hiburan malam di Darmo Park, membuat polisi gerah. Dengan kekuatan 500 personil gabungan dari Polrestabes Surabaya, Polisi Militer Angkatan Laut (Pomal) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Surabaya, menggerebek tempat dugem di pertokoan Jl Mayjen Sungkono Surabaya itu, Rabu (22/5) dinihari. Kericuhan pun tak terhindarkan, bahkan Kapolrestabes Kombes Pol Tri Maryanto sempat didamprat pengunjung kafe.

Pantauan Surabaya Pagi di Darmo Park, di kompleks pertokoan ini terdapat sekitar 15 kafe. Dulu kafe-kafe ini buka di luar ruko. Lantaran sering terjadi tawuran, kafe-kafe ini akhirnya ditertibkan. Pengelolanya kemudian menyewa ruko tiga lantai itu untuk dijadikan kafe. Selain kafe, di sini juga terdapat satu diskotik, namanya Lido. Lalu, panti pijat dan rumah karaoke.

Kafe-kafe di sana menjual minuman keras (miras) oplosan berbahan dasar arak dan alkohol murni. Karena itu pula, harganya sangat murah, Rp 15-20 ribu per gelas. Wajar jika kafe-kafe ini menjadi jujugan pelajar atau remaja yang berkantung pas-pasan. Ini pula yang terlihat saat 500 aparat ini melakukan razia di Darmo Park, dinihari kemarin. Razia yang langsung dipimpin Kapolrestabes Kombes Pol Tri Maryanto, langsung mengepung lokasi ini. Semua akses masuk-keluar dijaga petugas, sehingga mereka yang berada di area dalam Darmo Park tak bisa melarikan diri.

Petugas sempat bersitegang dengan pengunjung kafe yang tidak mau diperiksa. Bahkan saat dimintai kartu identiasnya, pria bercama mata ini malah menantang petugas. Entah karena pengaruh alkohol atau lainnya, pria ini membentak Kapolrestabes.

“Apa-apan ini, tidak tahu ya, tidak tahu Andi Gunawan. Besok Kapolrestabes saya mutasi,” kata pria ini dengan intonasi tinggi.

Suasana tambah memanas saat pria yang belakangan diketahui bernama Doni Satria ini akan dites urine. Awalnya menolak, tapi setelah ditenangkan temannya, ia akhirnya bersedia dites urine. Hasilnya, pria berusian 30an tahuan ini negatif narkoba. Namun tetap diamankan oleh petugas Satpol PP Kota Surabaya lantaran mabuk berat.

Selain Satria, petugas juga mengamankan 26 pengunjung yang mabuk dan tidak membawa kartu identitas. Ke-26 pengungjung itu terdiri dari 19 laki-laki dan 7 perempuan.

Kapolrestabes Kombes Pol Tri Maryanto mengatakan, razia di Darmo Park ini untuk memangkas tindak kriminalitas dan premanisme di Subarabaya. Khususnya di kawasan Darmo Park. Pasalnya, beberapa kejadian kriminalitas, seperti penganiayaan dan perampasan sepeda motor, hingga pemerkosaan, awalnya dari pesta minuman keras (miras) di Darmo Park.


“Banyak anak muda-mudi di sini (Darmo Park, red). Lantaran pengaruh minuman keras yang dioplos tidak pakai aturan, efeknya bahaya. Informasi dari masyarakat, minuman keras yang disediakan kafe di sana, kadar akoholnya tidak aturan,” ungkap Tri di lokasi razia.

Catatan Surabaya Pagi, berkali-kali aksi kriminalitas terjadi di Darmo Park, termasuk dugaan adanya geng motor. Terbaru, sekitar 20 orang yang diduga geng motor mengeroyok pasutri asal Sidomulyo, Malang, di Jl Mayjen Sungkono, Senin (20/5) dinihari. Korban dan pelaku baru saja pesta miras di Darmo Park. Usai dikeroyok, sepeda motor korban dirampas dan dibawa kabur.

10 Februari 2013, sejumlah anggota geng motor melakukan kekerasan hingga menyebabkan Viky Dede Utomo tewas di Jl. Padmosusastro Surabaya. Korban meninggal akibat mendapat lima tusukan benda tajam di tubuhnya. Sampai sekarang, Polrestabes Surabaya belum juga menangkap para pelaku.

Kasus lainnya menimpa Saiful Anam (24) dan Edi Santoso (19), warga Jl Babat Jerawat Surabaya, yang dikeroyok sekitar 30 orang geng motor. Yamaha Mio L 6980 PM milik Saiful dirampas, setelah kedua korban dihajar ramai-ramai. Tujuh pelaku diantaranya sudah ditangkap anggota Polsek Dukuh Pakis

11 Mei 2013 lalu, juga terjadi tawuran di Darmo Park. Seorang pemuda tewas setelah dadanya terkena tusukan pisau, yakni Sutiyono (40) warga Gubeng Kertajaya. Tawuran terjadi antara dua kelompok pemuda yang sama-sama dalam keadaan mabuk setelah berpesta minuman keras di kafe Jungle. Satu kelompok berjumlah sekitar 10 orang, dan kelompok lainnya hanya sekitar 5 orang.

“Ini sangat meresahkan masyarakat,” tandas Kombes Pol Tri Maryanto. Selain menekan tindak kriminalitas, razia ini juga untuk menekan peredaran narkoba, miras dan mengantisipasi terorisme. Dari 48 pengunjung yang dites urine. satu pengunjung menggunakan narkoba, yakni Mikel Riki (29), warga Banyu Urip Kidul, Surabaya. Sipervisor di salah satu kafe Darmo Park ini diamankan ke Polrestabes Surabaya untuk diproses lebih lanjut.

Arek Cilik Mendem, Pasti Tawuran

Pasca dirazia 500 personil gabungan, tempat hiburan malam di Darmo Park tetap buka seperti biasa, tadi malam (22/5). Pengunjung tetap didominasi remaja, yang kebanyakan mengendarai sepeda motor. Seberapa meresahkan tempat hiburan ini?

Pantauan di lokasi, hampir semua kafe di Darmo Park yang berjumlah sekitar 15-an tetap ramai. Ini terlihat dari sepeda motor yang diparkir di kawasan ini. Sejumlah pria berbadan tegap berjaga-jaga di depan pintu masuk kafe. Sementara pengunjung pria dan wanita silih berganti masuk ke dalam kafe. Rupanya razia disertai tes urine yang dilakukan Polrestabes Surabaya, tak membuat jera mereka.

Warga di sekitar Darmo Park mengakui jika tempat hiburan malam yang lokasinya berseberangan dengan Diskotik 777, Jl Mayjen Sungkono ini, rawan terjadi kriminalitas. Seperti tawuran antar pengunjung yang mabuk dan aksi premanisme.

Bayu (34), warga Kupang Krajan mengatakan, tawuran antar pengunjung paling kerap terjadi. Padahal, penyebabnya sepele, hanya masalah kesalahpahaman antar pengunjung. Namun, karena mereka sudah teropengaruh minuman berlakohol, emosi mereka cepat tersulut.

“Ket biyen kene iki wis koyok ngene, opo mane saiki arek cilik-cilik sing ngumbe. Wis mendem, yo mesti akeh tawurane (Sejak dulu di sini seperti ini, apalagi banyak remaja yang mimum. Kalau sudah mabuk, sudah pasti terjadi tawuran, red),” ungkap Bayu.

Masih menurut Bayu, remaja sekarang sok jago dan bergaya. Padahal, mereka minum miras di sana urunan sama teman-temannya. “Arek-arek iku urunan, 20-30 ribu. Kalau jumlahnya lima orang kan, bisa minum agak banyak,” cetus Bayu. “Coba kalau mereka sendirian, paling ya nggak berani,” imbuh dia.

Hal sama dikatakan Rofi’i, warga asal Sampang Madura yang kos di Duku Pakis. Kata dia, Darmo Park itu tidak akan pernah sepi, karena dari dulu menyediakan tempat kesenangan. Mulai kafe, diskotik, karaoke hingga panti pijat. “Sudah murah, bisa senang. Makanya banyak remaja yang datang ke Darmo Park,” ungkapnya.

Terkait razia polisi dan Satpol PP, menurutnya, sudah biasa. “ Razia itu biasa. Kalau tertangkap, namanya apes,” ujar Rofi’I sambil tertawa. Ia mengatakan salah faham sesame pengujung dalam keadaan mabuk, juga sudah hal biasa. “Namanya orang mabuk, gimana lagi,” kata Rofi’i.

Hasan, sopir taksi yang mangkal di Darmo Park mengaku terkadang dirinya was-was jika terjadi tawuran. “Tawuran di sini hampir tiap malam. Gak lanang, gak wedok podo ae (Laki-laki dan perempuan sama saja),” ucap pria asal Sedati, Sidoarjo ini. Jika tidak bisa membawa diri, ia pun bisa menjadi korban. “Mereka itu super ngawur mas, hahaha..,” pungkasnya.

Tak hanya sebagai tempat pesta miras, kompleks ruko ini disinyalir juga dijadikan tempat pesta narkoba. Seperti terjadi pada Ramadan lalu, sejumlah remaja berusia belia diciduk dari Kafe Defana yang menempati Ruko Darmo Park Park I Blok II/C. Dalam kafe tersebut, didapati tujuh remaja yang masih berusia belia sedang melakukan pesta miras dan narkoba jenis sabu-sabu. Dari tujuh remaja tersebut, dua di antaranya adalah perempuan yang masih berusia 17 tahun. Mereka akhirnya diamankan ke Polrestabes Surabaya.

Bahkan, tempat ini juga disinyalir menjadi lokasi trafficking. Indikasi ini pernah mencuat, ketika pemilik karaoke Walker Hill di Kompeks Darmo Park ini ditangkap, karena diduga melacurkan ABG. “Sampai sekarang ABG-ABG di sini masih banyak, mas. Rata-rata bisa ‘dipakai’,” ujar salah seorang tukang parkir di sana. n cr1

Berita lainnya
Razia Money Politic, Dapat 210 Pil...
Jaksa Kembalikan Berkas Hilangnya ...
Tembak Kaki Dua Perampok
Bagi-Bagi Uang, Ketua KPPS Tertan...
Ngaku Polisi dan TNI, Komplotan Pe...
Sita Ribuan Miras dari Toko Jamu
Dua Pencuri Motor Dibekuk
Rumah Dukun Cabul Dirusak Massa
Leher Dibacok, Mahasiswi Stikosa-A...
Bayi Dibuang di Warung
Janda Tua Dibunuh dan Dirampok
Satpam Curi Mobil dan Uang Perusa...
Singky Mangkir, Gugatan KBS Tertun...
Pembunuh Mahasiswa Timor Dituntut...
Tipu Rp 1,9 M, Pengusaha Palawija ...
Copyright © 2012 surabayapagi.com
  Kontak | Tentang Kami | Kode Etik | Disclaimer | RSS Feed  | User Online :  107