menu.jpg
 
KPU Bolehkan Logo Jempol

Surabaya (Surabaya Pagi) - Komisi Pemilihan Umum Jawa Timur memutuskan, logo Jempol yang menjadi ikon pasangan cagub-cawagub Bambang DH-Said Abdullah boleh dimasukkan dalam surat suara. Keputusan diambil setelah melalui perdebatan sengit antara KPU dengan Tim Hukum Bambang DH-Said Abdullah, di Kantor KPU Jatim, Jl Tenggilis 1, Surabaya, Jumat (2/8) siang.

"Keputusannya, logo Jempol bisa digunakan dalam foto Bambang DH-Said Abdullah pada surat suara. Ketentuannya, logo Jempol harus menempel pada foto tubuh calon," kata pimpinan rapat dari KPU RI, Husni Kamil Malik.

Awalnya, pihak KPU hendak menghilangkan logo Jempol. Namun, KPU tidak bisa menjelaskan aturan perundangan yang melarang penggunaan logo dalam surat suara, termasuk logo Jempol.

Dalam perdebatan yang berlangsung 4 jam lebih, Koordinator Bidang Hukum Tim Pemenangan Bambang-Said, Andy Firasadi mengatakan, pihaknya berkeberatan terhadap proefel surat suara yang memisahkan foto pasangan cagub-cawagub. "Usul kami, foto pasangan harus dijadikan satu, tidak ada ruang yang memisahkan foto pasangan," katanya.

Selain itu, kata Andy, pihaknya juga memrotes dua jenis draf surat suara yang ditawarkan KPU kepada tim pemenangan seluruh calon. Pada draf pertama, gambar Bambang-Said tidak terdapat logo Jempol. Pada draf kedua, ada logo Jempol tapi terbelah karena antara foto cagub-cawagub dibatasi ruang dan garis. Sedangkan logo Jempol tepat di tengah foto pasangan Bambang-Said. "Mengapa foto tidak sesuai dengan foto yang kami kirimkan ke KPU Jatim," kata Andi Firasadi.

Andy menambahkan, penolakan KPU juga tidak beralasan. Sebab, KPU Jatim telah menerbitkan surat keputusan tentang penetapan calon pada tanggal 15 Juli dan kemudian menyosialisasikan di banyak media massa pada 18 Juli. Dalam materi sosialisasi KPU di media umum, pada foto Bambang-Said juga terdapat logo Jempol.

"Kami taat pada perundang-undangan yang telah dibuat KPU Jatim. Kalau tidak terima, kenapa tidak dari dulu. Padahal perundangan juga memberikan kesempatan untuk melakukan sanggahan, maksimal 7 hari setelah sosialisasi oleh KPU. Ini kan sudah lewat," kata Andy.

Soal jadwal kampanye, tim Bambang-Said juga mengusulkan beberapa perubahan yang kemudian menjadi kesepakatan bersama. Anggota tim, Didik Prasetyono meminta untuk Kabupaten Bojonegoro dan Tuban dipindah zona dan dimasukkan pada zona 1 kampanye. Sementara Magetan, Ngawi, Pacitan, Trenggalek dipindah ke zona 2.

Rapat dipimpin Ketua KPU, Husni Kamil Malik diikuti seluruh tim sukses pasangan calon. Pada kesempatan itu dia menegaskan jika pihaknya tidak berwenang membuat perubahan jadwal pilgub seperti diusulkan tim Berkah.

"Kewenangan kami hanya untuk memastikan adanya penambahan calon, bukan untuk merubah jadwal pilgub," katanya. end/rko

Berita lainnya
KPU Segera Bahas Pilkada Serentak
Pendukung Prabowo Demo KPU
30 Kotak Suara Hilang
Buka Kotak Suara, KPU Jombang Dipr...
Lagi, KPU Gresik Buka Kotak Suara
KPUD Kediri Buka 89 Kotak Suara
KPUD Jombang Buka 135 Kotak Suara
Komisioner KPU Lumajang Juga Digug...
Mantan Bupati : Pilpres Sudah Usai
Dua Kubu Capres Rekonsiliasi Damai
Dzikir Akbar Dukung Rekap KPU
Coblosan Ulang di Desa Jagoan
Bangkalan dan Sampang Diseret ke D...
Buka Kotak Suara, Panwaslu Dipolis...
Bawaslu: TPS di Juanda adalah DPT ...
Copyright © 2012 surabayapagi.com
  Kontak | Tentang Kami | Kode Etik | Disclaimer | RSS Feed  | User Online :  93