menu.jpg
 
KPK Bakal Panggil Paksa Darin

JAKARTA (Surabaya pagi) - Meski berkas tersangka kasus suap impor daging Luthfi Hasan Ishaaq akan dilimpahkan ke pengadilan pada 30 Mei mendatang, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tetap melakukan pemeriksaan terhadap Darin Muntazah, remaja yang disebut menjadi istri sirri mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera itu.

Hal ini disampaikan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto, kepada wartawan dalam acara bedah buku Membatasi Transaksi Tunai Peluang dan Tantangan di Hotel Akmani, Jalan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Rabu (29/5).

"Kalau dia tetap enggak hadir dan kita sudah masukkan seluruh proses pemanggilan, maka di pengadilan menurut hukum acara tetap bisa dipanggil," kata Bambang.

Menurutnya, Rabu kemarin, merupakan tenggat akhir pihaknya melacak persembunyian Darin untuk memberikan surat panggilan ke tiga. "Karena sampai sekarang orang ini (Darin) tidak jelas bersembunyi di mana. Di rumah terakhir yang kita tahu domisilinya sudah tidak ada," ujarnya.

Bahkan, kata dia, KPk akan melakukan pemanggilan paksa terhadap Darin jika tetap mangkir dari panggilan sebagai saksi yang ke tiga. "Jadi secara hukum acara panggilan itu (panggilan ke tiga) tetap harus dilayangkan kalau tidak ada, akan tetap ada berita acaranya sehingga bisa dilakukan pemanggilan paksa," tambahnya.

Lebih lanjut, Bambang menegaskan pemeriksaan Darin akan dilakukan di Kantor KPK di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan.

Sebelumnya, Darin sudah mangkir dari panggilan KPK untuk diperiksa sebagai saksi dalam kasus suap daging impor dengan tersangka Luthfi. Padahal, berkas Luthfi akan dilimpahkan KPK ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada 30 Mei mendatang.

Di saat bersamaan, KPK juga mengungkap alasan membekuk Ahmad Zaky usai memberi kesaksian soal kasus impor daging sapi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi.

Juru bicara KPK, Johan Budi, menyatakan ajudan Luthfi itu dinilai tidak kooperatif dalam memenuhi panggilan pemeriksaan. "Zaky sudah tiga kali dipanggil, tapi tidak hadir. Artinya, dia tidak kooperatif. Dia bisa dipanggil paksa," kata dia di kantornya, kemarin.

Namun, Johan menambahkan, KPK tidak mungkin bisa menahan Ahmad Zaky. Sebab, kata Johan, status Zaky masih sebagai saksi. "Menahan tak bisa, tapi memanggil paksa bisa. Yang ditahan itu tersangka, saksi gak bisa," ungkap Johan.
Ahmad Zaky digelandang ke KPK pukul 18.00 WIB. Penyidik KPK berseragam bebas langsung menggandengnya dan membawa masuk ke mobil Toyota Innova Hitam bernopol B 1948 UFR ketika Zaky turun dari Pengadilan.

KPK memang kerap kali memanggil Zaky, namun pria berkacamata itu selalu mangkir dari panggilan. Sudah tiga kali, dia mangkir dari panggilan KPK. oe

Berita lainnya
Kemenkeu Turunkan Tim Usut Baleman
Yudi Dijotos Anak Buahnya, Tipikor...
Korupsi e-KTP, Direktur Kemendagri...
Untungkan BCA, Mantan Dirjen Pajak...
Terkait Mobil Hibah, Kejati Geleda...
Kasus Dana Hibah KONI, Tersangka P...
Proyek Plengsengan Bringin Segera ...
Mantan Lurah Gununganyar Kembali D...
Korupsi di Disnaker Jatim Naik Ke ...
Kejagung Evaluasi Ekpose Kasus KONI
Bos Balai Lelang Baleman Dilaporka...
Usai Pemilu, Bambang DH Diperiksa
Ratu Atut Siap Bongkar Dugaan ‘M...
Kasus Dispenduk Capil Di-SP3
Kasus PLTU, Emir Moeis Divonis Tig...
Copyright © 2012 surabayapagi.com
  Kontak | Tentang Kami | RSS Feed  | User Online :  79