menu.jpg
 
Ijsverkoper 1925

SurabayaPagi.com – Berdasarkan sumber dari buku "Oud Soerabaia", pabrik es batu sudah ada di Surabaya sejak tahun 1866. Dari es batu tersebut diolah dan memunculkan beragam versi minuman es bagi warga Surabaya waktu dulu. Masih ingatkah anda tentang nama-nama yang kondang waktu itu? Sebut saja nama-nama es puter, es kelapa muda, es cendol, es cao atau es gronjong yang mememenuhi kebutuhan minuman dingin dan segar sebagai pelepas dahaga warga kota tempo dulu. Dengan kata lain, sebelum Walls atau Campina yang mendominasi pasar es saat ini, merekalah minuman es favorites warga kota.

Kala gerobak roda masih terlalu mahal bagi para Ijsverkoper atau Penjual es. Mereka memikul dagangan mereka. Pada satu bagian pikulan, penjual es mengunakan tong kayu sebagai wadah tempat es batu. Tong dibuat dari kayu denga tujuan supaya es tidak cepat mencair karena kayu sangat lambat mehantarkan panas. Biasanya berupa kaleng yang dimasukkan ke dalam tong kayu seperti ini. Untuk memperlambat proses pencairan, biasanya es di campur dengan sekam atau kulit padi. Ketika mau digunakan barulah es tersebut di cuci lagi dengan air. Di bagian pikulan lain ada bahan-bahan untuk membuat es campur. Bahan-bahan yang dibawa misalnya gula jawa, sirup, cendol, santan, dan degan atau . Kira-kira es jenis apakah yang mereka jual? Menurut paparan pemerhati sejarah kota, tentu saja para Ijsverkoper bukan penjual es puter. Untuk es puter biasanya dipakai tong khas yang ukurannya lebih besar, agar bisa diaduk (diputer) dengan mudah. Sepertinya mereke berjualan Es cendol.

Menariknya lagi, di belakangnya penjual es tersebut tampak sebuah papan nama jalan “Dwarsstraat”. Derk dwarsstraat yang berarti “Jalan Lintang”, merujuk pada nama , jalan Pacar Keling sekarang ini yakni daerah sebelah timur stasiun Gubeng. jo

Surabaya Tempo Doeloe
Mallaby, Memorial Park & Taman...
Nasib Miris Pasukan Gurkha di Sura...
Manuver Mabuk Panser Perang
Kisah Unik Celana Khaki Pejuang
Lebih Dahsyat dari perang Normandia
Senjata Makan Tuan Belanda
Wartawan Muda dan Orator Ulung
Dipicu Tewasnya Brigjen Mallaby
Berawal Dari Tak ada Tempat Untuk ...
Mulai Rombeng Hingga Sayur Mayur
Lambang Freemason & Istilah Si...
Bibit Kaitane Kutho
Cerutu Lebih Bersahabat
Mercusuar Arsitektur Jengki
Dulunya Pangkalan Perahu di Kali K...
Makna Sura Bukannya Hiu, Tapi Bera...
Logo Grup Musik St Caecilia
Vliegveld Darmo
Onthel-pun Bayar Pajak
Iwak Pitihik Paling Dinanti
Mau Berkuasa, Minumlah Susu
Pernah Kerjasama bareng Manajer Th...
Maestro Ludruk Garingan
Winkelstraat 1920
Willemskade - Kawasan Perkantoran
 
 
Copyright © 2012 surabayapagi.com
  Kontak | Tentang Kami | Kode Etik | Disclaimer | RSS Feed  | User Online :  81