menu.jpg
 
Harta Pdt Aswin Diduga Capai Rp 200 Miliar

Penelusuran : Haji Tatang Istiawan

Berprofesi sebagai pendeta itu luar biasa, kata seorang jemaat gereja Bethany. Ia mengambil contoh Pdt David Aswin Tenusaputra, anak lelaki pertama Pdt. Abraham Alex Tenusaputra. Meski Aswin, drop-out mahasiswa Fakultas Hukum Untag Surabaya dan tidak pernah mengikuti pendidikan formal Teologi, saat ini, ia bisa memimpin Sinode gereja Bethany. Beberapa teman dekatnya memperkirakan kekayaan suami Monica, diperkirakan mencapai Rp 200 miliar. Masya Allah.

Informasi dari kalangan gereja Bethany menyebutkan, Pdt Aswin yang terlahir bernama David Aswin Tenusaputra, memiliki harta bergerak dan tidak bergerak yang bagi kalangan jemaat mengejutkan. Mengapa mengejutkan?. “Karena Pdt Aswin tidak bekerja lain kecuali di gereja. Berarti gajinya tinggi atau ia menggunakan dana gereja. Nanti jemaat, publik dan pendeta yang akan menilai. Apalagi kini ada warga Surabaya yang menuntut keterbukaan publik pengelolaan gereja Bethany?” kata David, seorang jemaat Bethany, yang taat beribadah.

Hasil penelusuran Wartawan Surabaya Pagi, sejak Februari sampai awal Juni, harta Pdt David Aswin, antara lain; 1). Memiliki tanah di Pondok Candra Sidoarjo , seluas ribuan hektar. Tanah ini akan dijadikan hotel; 2) Memiliki rumah-villa di Jimbaran Bali, tepatnya di Mimpi Resort, sebelah hotel Four Seasons. Luas tanahnya 3700 m2. Harga tanah disana perm2 sudah mencapai Rp 12 juta. Rumah di Citraland seluas 2.800 m2. Rumah yang terletak di Water front WP 16 No. 10 Citraland Surabaya.

Selain itu Pdt Aswin, juga membeli gedung bekas pabrik coklat Welco di Jl. Veteran Surabaya. 4) Tanah di Kedurus seluas 3.000 m2; 5) tanah di Menganti Gresik seluas 5 ha; 6) dua mobil Ferrari. Mobil mewah ini menurut informasi sekarang dititipkan di showroom CBU Jemursari. 7) Roll Royce Cabinet; (Porsche nine one-one); 8) Land Cruiser termewah yang diimpor langsung dari Jepang, 9) mobil Camry yang CC terbesar; 10) Alphard warna putih termasuk Innova dan mobil-mobil harian.

Disamping itu, Aswin juga mengkoleksi lukisan-likusan antik yang berharga miliaran. Bahkan Pdt Aswin berani membeli kursi antik yang satu bijinya seharga Rp 700 juta. Kursi ini dibeli dari kolektor barang antik di Darmo Satelit. Soal barang antic, Pdt. Aswin, meski masih muda juga doyan hunting porselin piring dari China. Ia pernah membeli satu piring perselin seharga Rp 200 juta. Sementara pakaiannya bermerek diantaranya Hermes. Sedangkan jam tangan yang disukai Rolex Stainless. Konon, Aswin tidak suka jam Rolex dari emas, karena ia alergi.

Menurut informasi dari kalangan jemaat yang akrab dengan keluarga Pdt Abraham Alex, termasuk Kho Bun alias Bambang, pengusaha Bengkel di kawasan Surabaya Utara, konon Pdt Aswin, merebut jatah emas Pdt. Hanna dari pembagian harta orangtuanya. ‘Pdt Abraham Aswin itu punya simpanan emas lantakan seberat 100 kg. maunya dibagi rata ke tiga anaknya masing-masing 30 kg. Tetapi Pdt Aswin, tidak mau Pdt. Hanna, dibagi, karena Hanna sudah menikah dengan Pdt. Yusak. Kompensasinya, Pdt Aswin, mau emas Hanna sebesar 30 kh ditukar dengan rumahnya di kawasan gereja Nginden,’’ tambah pria yang bertempat tinggal di kawasan Surabaya Selatan.

Soal niat pembagian emas dari Pdt Abraham Alex, tambahnya, Pdt Aswin pernah mengancam ayahnya. “Pak Alex sampai curhat ke Kho Bun, adik pak Alex bahwa kalau Aswin tidak diberi jatahnya Pdt Hanna, ia akan kabur lagi. Dan emas pembagaiannya akan diobral diantaranya untuk membangun Masjid,’’ ungkap kakek beberapa cucu yang juga kenal dengan Pdt Aswin, Pdt Yusak, Pdt. Abraham Alex, Pdt Reno dan Pendeta Drg. Kamaludin.

Kalangan pengurus dan pendeta gereja Bethany mengakui bahwa menggunakan tolok ukur pendeta yang ada dalam Alkitab, gaya hidup Pdt. David Aswin, tidak mencerminkan seorang pendeta yang layak ditauladani. ‘’Masak pendeta suka mewah-mewahan, bahkan ia pernah nginek di Penhouse,’’ ingat Soyung, yang selama ini mengenal dekat dengan Pdt Aswin dan Pdt. Yusak maupun Pdt. Abraham Alex.

Iskandar teman Soyung, yang sesama jemaat gereja Bethany, geleng-geleng kepala mengenali gaya hidup Aswin. Padahal, ingat Soyung, seorang pendeta itu Pelayan dari Kristus yang layak dinamakan “utusan-utusan Kristus” .’’Pendeta itu pilihan dari ribuan pengikut Kristen. Pendeta itu datang dan berbicara atas namaNya. Pendeta adalah pelayan dari tugas penyelengaraan Allah yang dipercayakan untuk memberitakan injil kepada manusia. Jadi pendeta itu bukan menumpuk kekayaan uang dari Gereja,’’ ingat kakek tiga cucu yang setahun ini makin aktif ke gereja.

Soyung dan Iskandar, menaksir kekayaan yang dimiliki Pdt David Aswin, ratusan miliar. ‘’Bisa lebih Rp 200 miliar. Darimana saja uang sebanyak itu, karena Aswin bukan pengusaha?’. Aswin, tidak memiliki bisnis lain, kecuali dari gereja Bethany. Coba Anda pikir dengan akal sehat, duit darimana orang yang tidak bekerja bisa menumpuk kekayaan sebesar itu?’’ kata Soyung bernada tanya.

Saat ini, Pdt David Aswin menghuni rumah mewah seluas 2.800 m2 di kawasan perumahan elite Citraland. Di rumah mentereng itu, Aswin tinggal bersama dua anaknya, yang satu diantaranya pembalap Go-kart. Dalam rumahnya yang luas dan asri, bertenggar beberapa mobil mewah built-up seperti Roll Royce Cabriolet. Dalam situs pabrik mobil ini, Rolls Royce Phantom Drophead Coupe Convertible tahun 2013 dijual $ 469,900 US atau setara Rp 4,6 miliar. (bersambung,tatangistiawan@gmail.com)

Berita lainnya
KASAD Dicopot Mendadak
Foto Mesra Briptu Eka Beredar, Bik...
Arek Surabaya Jadi Korban MH17
Risma Ancam Alim Markus
Alim Markus Ingkari Perjanjian
Kecam Israel, HMI Jatim Luruk KFC ...
Waspadai Jalur 'Black Spot'
Mau Kaya, Jangan Jadi Dokter
Dibuka Sore Ini, Kampoeng Sholawat...
Pocong, Genderuwo , Wewe Gombel Un...
Pemerintah Siap Hadapi Gugatan New...
TUTUP! Hotel Milik Setiaji Yudho
Pemerintah Ramadan, 29 Juni 2014
Dolly Bukan Tempat Prostitusi Lagi
Muhammadiyah Puasa 28 Juni, NU Tun...
Copyright © 2012 surabayapagi.com
  Kontak | Tentang Kami | Kode Etik | Disclaimer | RSS Feed  | User Online :  109