menu.jpg
 
Cungkwok Celcius Spa di Royal Plaza Menggairahkan

Satu lagi tempat esek-esek berkedok spa di Surabaya adalah 360º Celcius Spa. Bahkan, di tempat hiburan ini menyediakan therapis atau wanita pemijat asing, khususnya dari China dan Thailand. Tentu saja tarif yang dibandrol lebih tinggi ketimbang pemijat wanita lokal.

Lokasi 360º Celcius Spa di Royal Plaza Jl Ahmad Yani Surabaya. Tepatnya, di lantai parkir R1. Di sini tak hanya spa yang menjadi tempat hiburan, tapi juga ada pub/klub malam dan karaoke dewasa. Semuanya dimiliki Top Ten Group.

Data di Pemkot Surabaya menyebutkan, tempat hiburan ini memiliki luas 160 meter persegi, dengan 30 30 ruang. Manajemen spa ini mempekerjakan 44 orang, 27 di antaranya perempuan.

Meski izin operasionalnya spa, tapi praktiknya cewek-cewek pemijat di sini tak hanya melayani pijat. Tapi juga bisa diajak making love (ML). Seperti pengalaman Bagus, bukan nama sebenarnya, pengusaha yang tinggal di Sidoarjo. Menurutnya, kalau cuma pijat, tarifnya cukup murah. Untuk therapis asal Thailand dan Chinese hanya Rp 200 ribu. Sedang cewek lokal Rp 150 ribu.

“Tapi kalau dipijetin anu kita, masa ya tahan sih bos.. Pasti mintanya lebih,” ucap pria yang mengaku hobi travelling ini. “Kalau mau gituan (making love, red), cewek cungkwok tarifnya Rp 1 juta. Kalau lokal Rp 500 ribu. Tapi sepengatahuan saya bisa dinego kok,” cerita Bagus.

Bagus sendiri mengaku suka pemijat lokal. Namun, dia juga pernah mencicipi layanan cewek asing itu. “Saat itu aku tertarik sama yang namanya asing-asing gitu. China pula. Kayaknya kok enak. Pas mau milih, ada yang body-nya yahud. Toge kenceng banget. Rambutnya panjang. Pokoke bikin ngiler lah. Tapi saya lupa namanya,” beber dia.

Pas masuk kamar, ternyata sensaninya lumayan juga. “Pijetannya enak. Sensual massage-nya lumayan. Dia juga mau HJ (hand job, istilah kayak onani, red) maupun FJ (Full Job, istilah untuk ML, red),” ujarnya.

Kalau HJ mintanya Rp 300 ribu. Sedang FJ Rp 1 juta. “Tapi bisa ditawar sampai Rp 700 ribu. Lumayan lah,” ucap Bagus. “Cuma sayang, komunikasi agak susah. Soalnya British (kemampuan Bahasa Inggris)- nya kurang. Mosok awak dewe ngomonge Chino, yo gak iso rek. Makanya, kita pakai bahasa Tarsan,” kata Bagus sembari tertawa. n

Berita lainnya
Minimarket Boleh Jual Mihol Lagi, ...
Macet, Cetak e-KTP di Surabaya
Hari Ini, Ribuan Buruh Demo ke Gra...
Alergi Obat Badan Melepuh Seperti ...
Datangi Istana Bawa 10 Tuntutan Kh...
400 Ribu Buruh di Jatim di-PHK
Fuad: Mafia tak Hanya di Tanjung P...
Orang Gila Capai Ribuan
Pangdam: TNI Terus Kawal Swasembad...
1.600 Hektare Padi di Jatim Puso
Kasus Dwelling Time Ditarget Seles...
Kodam Brawijaya Bantu Wujudkan Swa...
Ratusan Calhaj Belum Pegang Visa
Garansi Ketersediaan Sapi Potong u...
Website Habiskan Rp 140 M, Puan Ja...
  Komentar Anda :
  Nama * :   Email * :
  Komentar * :
  » :: Disclaimer
   
Auto Loading Records
Copyright © 2012 surabayapagi.com
  Kontak | Tentang Kami | Kode Etik | Disclaimer | RSS Feed  | User Online :  177