menu.jpg
 
Buruh SBSI Duduki Pendopo Bupati

Pasuruan (Surabaya Pagi) - Puluhan buruh yang tergabung DPC FKUI SBSI (Dewan Pengurus Cabang Federasi Konstruksi, Umum dan Informal Serikat Buruh Sejahtera Indonesia) Kabupaten Pasuruan, Rabu (2/1) kemarin, menduduki Rumah Dinas Bupati Pasuruan di Pendopo Kabupaten Pasuruan di Jl Alun-alun Utara, Kota Pasuruan. Para buruh yang mewakili 6 perusahaan itu mengajukan 6 tuntutan. Aksi digelar karena mereka merasa tidak satupun tuntutannya mendapat respon dari Disnakertransos Pemkab Pasuruan.

Keenam perusahaan itu, PT TOTAL Design Interior (Todi). Bentuk pelanggaran yang dilakukan, alih status karyawan kontrak menjadi karyawan tetap tidak dilaksanakan walaupun sudah ada nota kesepakatann kedua dari Disnakertransos. Paling fatal, tidak semua buruh diikutkan Jamsostek. Dari 250 buruh, hanya 18 orang saja yang didaftarkan. Disnakaertransos yang diwaduli sampai sekarang belum bias menyelesaikan.

Berikutnya PT Soedali Sejahtera. Yaitu masalah status karyawan kontrak terus menerus walau sudah lebih dari 3 kali kontrak. Para buruh tidak diikutkan ke Jamsostek dan program jaminan pemeliharaan kesehatan (posisi lebih rendah dari jamsostek). Selanjutnya, PT Iga Abadi. Permasalahannya juga sama yaitu buruh tidak disertakan sebagai peserta jamsostek. Perusahaan outshorsing yang ada ditengarai melanggar ketentuan hokum.

Kemudian PT Berdikari Meubel Nusantara. Status buruh kontrak tidak sesuai ketentuan perundangan yang berlaku dan buruh tidak disertakan program jamsostek. Lalu PT Mitra Binamandiri Makmur. Perusahaan ini system outshorsing tidak sesuai ketentuan perundangan yang berlaku. Dan buruh tidak disertakan program jamsostek. Berikutnya PT Shou Fong Lastindo. Buruh di perusahaan ini tidak dibayar sesuai UMK. PKWT tidak sesuai perundangan yang berlaku dan buruh tidak diikutkan program jamsostek.

“Tuntutan yang kami ajukan, perubahan status dari harian kerja lepas menjadi PKWT. Upah harian lepas sesuai UMK. Upah lembur disesuaikan ketentuan yang sudah ada. Paling penting lagi, semua buruh harus diikutkan jamsostek dan buruh yang selama ini dilarang kerja harus diperbolehkan lagi bekerja seperti biasanya,” papar Gunawan Karyanto, Ketua DPC FKUI SBSI Kabupaten Pasuruan sekaligus Korlap Aksi.

Hingga sore kemarin, aksi menduduki Pendopo Kabupaten Pasuruan masih terus berlangsung. Pasalnya, tuntutan para buruh belum bias direalisasi. H. Suharto ASISTEN I Pemkab Pasuruan dan Kepala Disnakertransos Yoyok S, yang menemui perwakilan mereka belum bias memberikan keputusan. Suharto dan Yoyok menyatakan baru akan mempelajari tuntutan mereka. Suharto dan Yoyok berjanji secepatnya akan memberikan keputusan. Mendapat penjelasan itu para pendemo membubarkan diri. Dir/sg

Berita lainnya
Perketat Pengurusan Paspor
Warga Pule WaduL ke Sartono, Anggo...
Antraks, Kediri Tolak Sapi Blitar
Puluhan Warga Terkena Chikungunya
Demo Tuntut Tangkap Bupati Blitar
Jelang Pilbup, Sekretaris KPUD Kos...
Bapemas Gelar Rakor Teknis Penyele...
Wali Kota Blitar Serahkan Batuan ...
DPRD Kab Blitar dan Kejari Lakukan...
Peringati HMPI Dan BMN, Pemkab Bli...
Baru Sebulan Proyek Paving Jebol
Alun-alun Dipadati PKL, Dewan Prot...
Kekurangan Ribuan Blanko e-KTP
Tak Masuk Daftar PSKS, Warga Miski...
PDIP Sosialisasikan SK 066 Dan 067...
  Komentar Anda :
  Nama * :   Email * :
  Komentar * :
  » :: Disclaimer
   
Auto Loading Records
Copyright © 2012 surabayapagi.com
  Kontak | Tentang Kami | Kode Etik | Disclaimer | RSS Feed  | User Online :  91