menu.jpg
 
Bupati Tak Hadir, Paripurna Dewan Gagal Digelar

Pasuruan (Surabaya Pagi) - Bupati Pasuruan H. Dade Angga dinilai Plt. Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, tidak ber-etika. Betapa tidak, Rapat Paripurna Rekomendasi Pansus dan Pendapat Akhir Fraksi-Fraksi atas LKPJ dan LK-AMJ (Laporan Keterangan Akhir Masa Jabatan) Bupati 2008 – 2013, Senin (8/4) kemarin, gagal digelar. Gara-garanya, Bupati Pasuruan H. Dade Angga, tidak hadir. Alasan ketidakhadirannya, karena Bupati hadir dalam acara rencana ceramah soal pendidikan yang digelar oleh salah satu yayasan pendidikan di Jakarta.

Keputusan diundurnya paripurna ini dilakukan atas dasar keputusan rapat Banmus (Badan Musyawarah) DPRD. Melalui poling Banmus DPRD di ruang rapat dengan disaksikan sedikitnya 6 Kepala SKPD (Kepala Dinas) yang hadir paripurna, Dandim 0819 Letkol Inf. Erlan Budi Hermawan dan wakil Kapolres Pasuruan AKP Suhardi S, minta paripurna ini digelar menunggu Bupati datang. Paripurna kali ini juga tidak dihadiri oleh Wakil Bupati Pasuruan H. Edy Paripurna.
“Kalau begitu paripurna kali ini kita tutup menunggu jadwal paripurna berikutnya,” tandas Shobih setelah itu mengetok palu tiga kali sebagai tanda sidang paripurna ditutup.

Bupati Pasuruan pagi kemarin mengirim surat ketidak hadirannya kepada sekwan dan ketua DPRD. Dalam suratnya Nomor : B?UND/118/DIK/YKPB/IV/2013, bupati tidak hadir dalam paripurna karena alas an hadir dalam acara rencana ceramah soal penidikan yang digelar oleh sebuah yayasan pendidikan di Jakarta. “Dalam suratnya jelas kalau masih rencana ceramah. Lho kan sangat naïf dong, wong acara ceramah itu rencana. Sudah jelas lho kalau tidak ber-etika. Memang benar tidak ada larangan untuk tidak hadir, tapi etika kan sangat tidak pantas dong,” pungkas Shobih.

Shobih kepada Surabaya Pagi, usai rapat paripurna dengan tegas menyatakan kalau Bupati Pasuruan tidak ber-etika.
Mestinya Bupati harus lebih mementingkan paripurna daripada mengikuti acara ceramah pendidikan yang digelar sebuah yayasan pendidikan di Jakarta itu. Alasan Shobih, karena paripurna kali ini berkaitan dengan keterangan akhir masa jabatan bupati. Selain itu ada paripurna tentang tanggapan fraksi-fraksi soal LKPJ Bupati. “Sangat pantas kalau seandainya Bupati takut hadir karena paripurna kali ini bersentuhan dengan hukum dan membahayakan dirinya,” tegas Shobih dihadapan sejumlah wartawan di depan ruangannya.

Ini sudah jelas, kata Shobih, tidak ada tanggung jawab moral terhadap masyarakat Kabupaten Pasuruan. Sebenarnya pertanggung jawaban bupati, baik laporan keterangan masa akhir jabatannya ataupun LKPJ, hanya ada keterkaitan dengan Bupati yang akan menggantikan nanti. Yaitu Bupati terpitih Irsyad Yusuf (Gus Irsyad) mantan Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan yang juga adik kandung Syaifullah Yusuf, Wakil Gubernur Jatim. Irsyad terpilih menjadi Bupati dalam Pilkada 3 Maret lalu. Irsyad berpasangan dengan Riang Kulup Prayudha, tokoh Koperasi asal Kecamatan Grati. Dir/sg

Berita lainnya
BBM Langka, Pembuat Tahu Menjerit
Klaim Jamkesmas Nunggak Rp 3,5 M
59 Ribu Warga Buta Huruf
Upacara Bendera Gunakan Bahasa Jawa
Anggaran Belanja PAPBD 2014 Melonj...
GP Ansor Jombang Tolak ISIS
Dewan Desak Merger DKP dan KLH
Dewan Soroti Pembelian Mobdin Camat
Pakde Karwo Resmikan Lumbung Padi ...
15 Ribu Warga Belum e-KTP
Banleg Kebut Perda Perubahan Lemba...
Bupati Jombang Tolak ISIS
Dewan Setujui Pembentukan Disporab...
Bupati MKP Buka Bersama Ribuan Yat...
Target Pengangguran Turun Drastis
Copyright © 2012 surabayapagi.com
  Kontak | Tentang Kami | Kode Etik | Disclaimer | RSS Feed  | User Online :  72