menu.jpg
 
Biro Travel Kelabakan, Tarif Hotel Naik 2-3 Kali Lipat

Bagi jamaah umroh, 10 hari terakhir Ramadhan menjadi waktu yang paling dinantikan. Tak ayal setiap tahun peminatnya selalu membludak. Sayangnya, Ramadhan tahun ini (1434 H), banyak jamaah harus gigit jari. Termasuk mereka yang berangkat melalui biro travel dari Surabaya. Pasalnya, kuota visa umroh dipangkas hingga 50 persen oleh pemerintah Arab Saudi. Bagaimana bagi mereka yang gagal berangkat dan informasi terbaru apa dari tanah suci saat ini? Berikut ini laporannya.

Amrizal, SURABAYA

Informasi yang diperoleh dari Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji (Himpuh), sejak umrah dimulai pascahaji awal tahun 2013 hingga saat ini telah mencapai 500 ribu jamaah yang terdaftar berangkat. Sedangkan bulan Syaban dan Ramadhan, animo jamaah umroh seluruh dunia meningkat hingga mencapai 3 juta di Tanah Suci. Begitu juga jamaah umroh Indonesia berkisar 50 ribuan lebih pada kedua bulan itu.

Dari aturan baru pemerintah Arab Saudi, jamaah umroh seluruh dunia diberikan kuota umrah sekitar 500 ribu. Dari kuota itu, Indonesia hanya mendapat 18 ribu orang pada dua bulan tersebut.

Lantaran pemangkasan kuota ini, biro travel kelabakan. Menurut Ridwan Abubakar dari Safari Tursina Tour and Travel, pihaknya juga terganggu dengan pemangkasan tersebut. “Ya akhirnya kita batalin 90 orang mas, yang jadi berangkat cuman 30 orang, untung saja tiket pesawat yang batal masih bisa direfund (dikembalikan, red),” tutur Ridwan, kemarin (28/7).

Ridwan mengakui dari sisi bisnis memang terjadi problem. Namun untuk yang gagal berangkat, Ridwan menjanjikan untuk berangkat pada awal bulan Januari 2014. Bila tidak mau, pihaknya bersedia mengganti uang yang telah disetorkan. “Kalau yang nggak jadi berangkat, nanti dijanjikan berangkat pada awal bulan Januari atau bulan-bulan yang lain. Kalau tidak mau kita bersedia mengganti penuh dana yang sudah dibayarkan,” katanya.

Saat ini, lanjut Ridwan, hotel di sekitaran Masjidil Haram saat Ramadan harganya selangit. “Harga hotel kalau Ramadan gini bisa 2-3x lipat mas, tapi kita sudah booking dari 4 bulan yang lalu sehingga harganya sama. Biasanya kita memakai Al Masha hotel bintang 4 di sebelahnya grand zamzam itu mas,” ujarnya. “Hotel pun meski pakainya hanya 2-3 hari bayarnya tetap 10 hari,” imbuhnya.

Ridwan menambahkan bahwa biro travelnya tak hanya mengejar profit, karena dia hanya menargetkan per jamaah menyumbang uang sebesar Rp 1 juta ke Pondok Pesantren yang ada di Lamongan. Sehingga dia tak begitu memusingkan pemangkasan jumlah kuota umroh dan haji.

Lain halnya yang dikatakan Ahmad, pemilik salah satu biro travel yang ada di Surabaya. Dia merasa dirugikan dengan pemangkasan jumlah kuota umroh dan haji. ”Memang keputusan itu dari pusat, tapi yang pasti ya rugi besar mas,” ujarnya.

Ahmad mengungkapkan kerugiannya mencapai 30 persen. Ahmad berharap ada keterbukaan dari Kementrian Agama kepada biro jasa travel haji dan umroh. ”Ya saya harap ada keterbukaan informasi dari kemetrian agama sama biro travel ini supaya jelas informasinya,” tutupnya.

Sama halnya dengan Biro Haji dari Sidoarjo, KBIH Baitul Izzah. Menurut Ketua KBIH Baitul Izzah Ir Mangesti Waluyo Sejati, pemangkasan kuota jamaah bagi jamaah haji dan umroh sangat merugikan biro travel haji. “Yah bagaimana lagi, Kementerian di Arab Saudi membatasi jamaah saat berada di Masjidil Haram. Imbasnya, kita rugi hingga puluhan juta,” kata Mangesti.

Mangesti menambahkan, hal ini ada baiknya juga karena kondisi Masjidil Haram memang sedang dalam perluasan. “Lebih baik kita mengalah. Pasti nanti kalau sudah jadi, kuota jamaah bakal ditambah lebih banyak,” tambah pengusaha biro travel dan perikanan ini.

Akan Turunkan Tarif Hotel

Proyek pembangunan di sekitar Masjidil Haram nantinya akan mengarah pada pembangunan hotel-hotel besar yang menyediakan ribuan kamar baru. Hotel-hotel itu akan memberikan tarif yang wajar di Mekkah. Kabar baiknya, tarif hotel-hotel yang sebelumnya sempat naik, nantinya akan diturunkan.

“Kami melihat penurunan 150 persen baik di hotel-hotel sekitar Masjidil Haram maupun kamar yang menghadap ke Ka'bah,” kata Fahad al-Wethyiani, ketua Komite Hotel dan Pariwisata di Kamar Dagang dan Industri Makkah, dilaporkan Arab News. Normalnya tarif hotel itu lantaran okupansi kamar tahun ini menurun 15-20 persen.

Menurut Wethyiani perusahaan pariwisata asing dan perusahaan perjalanan haji/umrah memainkan peran besar dalam menciptakan pasar spekulatif dan tarif hotel yang tinggi.
“Tarif-tarif kamar yang menghadap ke Ka'bah biasanya mencapai 180.000 riyal untuk sepuluh hari terakhir Ramadhan,” jelasnya. Dia menambahkan bahwa tarif saat ini turun menjadi 70.000 riyal untuk satu bulan Ramadhan, yang berarti mengalami penurunan 150 persen.

Hafez al-Juhani, wakil ketua Komite Penasehat untuk Komisi Pariwisata dan Kepurbakalaan Saudi, juga mengatakan jumlah visa dikurangi dari 1,5 juta menjadi 500.000 karena proyek pembangunan Masjidil Haram. “Hal ini mendorong hotel-hotel menurunkan tarif,” jelasnya. n bersambung

Berita lainnya
Perusahaan Dimerger, Karyawan Fina...
Jadi First Lady, Bagaimana Perasaa...
Kompol Simamora Berlebihan
KBS Tambah Bayi Anoa
Rekonstruksi Bethany Ricuh
Harta, Saiful Ilah - Sambari Berli...
Penataan Videotron Masih Rusak Lin...
Bapak Bethany Tersangka
Tokoh NU Juga Gundah Atasi FPI
Mau Lengser, SBY Unjuk Kekuatan
Buruh Minta Upah Naik 30%
Sukses Korban Lapindo Bisnis Pepay...
Pdt Aswin Dilawan
Gandeng Korsel, Produksi Pesawat T...
Pdt Aswin Mbalelo
Copyright © 2012 surabayapagi.com
  Kontak | Tentang Kami | Kode Etik | Disclaimer | RSS Feed  | User Online :  119