menu.jpg
 
BTPN Fokus Garap Kredit Usaha Mikro

SURABAYA (Surabaya Pagi) – PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) focus untuk menggarap kredit usaha kecil dan menengah (UKM). Langkah ini dilakukan untuk memberikan peluang dan kesempatan usaha demi meningkatkan pemberdayaan ekonomi rakyat. Tidak hanya bagi pelaku usaha murni tapi juga bagi para pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan BUMN atau BUMD.

Yang menarik, dari program pemberdayaan ekonomi rakyat ini, BTPN memiliki program unggulan yakni Daya. Program ini secara khusus menyasar masyarakat berpenghasilan rendah yang membangun usaha mikro. Secara nasional, per Maret 2013, program ini telah menjangkau 1.268.222 penerima manfaat atau tumbuh 51%, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat 841.803 penerima manfaat. “Yang menjadi peserta dari program ini adalah para nasabah kami. Dari program ini, kami ingin mereka (nasabah) tidak hanya menerima uang pensiunan mereka tiap bulan. Tapi kami mencoba memberi pengetahuan pada mereka soal bagaimana mengelola keuangan. Apalagi mereka pensiunan, cenderung post power syndrome. Jadi kami beri kegiatan,” ujar External Communication Head BTPN, Ade Siregar di Surabaya, Selasa (4/6).

Daya merupakan program pemberdayaan yang fokus pada kesehatan dan kesejahteraan. Caranya, dengan memberi pelatihan kesehatan dan juga ketrampilan wirausaha. Penerima manfaat Program Daya adalah nasabah BTPN yang meliputi pensiunan, pelaku usaha mikro kecil (UMK), dan komunitas pra-sejahtera produktif. Jumlah aktivitas Program Daya yang digelar selama triwulan I 2013 sebanyak 15.106 aktivitas, naik dibanding triwulan sebelumnya sebanyak 8.645 aktivitas. “Program Daya ini mendapat respon yang cukup baik dari para nasabah kami,” kata Ade.

Tak hanya memberi kontribusi pada nasabah, program Daya juga berkontribusi cukup besar terhadap kinerja perusahaan. Hingga Maret 2013,total penyaluran kredit BTPN mencapai Rp41,1 triliun, tumbuh 28% dibanding periode yang sama tahun lalu, Rp32,1 triliun. Dari total kredit, perseroan menjangkau 275.861 penerima manfaat atau naik 29% dibanding periode yang sama tahun lalu sebanyak 213.913 penerima manfaat dari program pemberdayaan yang dikenal dengan Daya. Untuk laba, BTPN berhasil mencatat laba bersih Rp573 miliar, tumbuh 30% dibanding Maret 2012 yang tercatat Rp439 miliar.

Pertumbuhan kredit yang cukup tinggi tersebut karena diimbangi dengan penerapan asas kehati-hatian. Per Maret 2013, rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) hanya sekitar 0,4%, atau sama dengan posisi pada Maret 2012. Sementara dana pihak ketiga (DPK), per 31 Maret 2013 tumbuh 25% menjadi Rp46,6 triliun. Sedangkan untuk asset, mencapai Rp62,7 triliun, tumbuh 29% dibanding periode yang sama tahun lalu. “Untuk program Daya, kami tidak hanya menyasar nasabah kami yang ada di perkotaan, tapi juga merambah ke desa-desa. Kami tetap mendidik bagaimana membangun usaha dan mengelola keuangan,” ujar Regional Head Jatim-1 PT BTPN Tbk, Syukran. end

Berita lainnya
Luncurkan Sembilan Proyek, Adhie P...
Booming, PT Pegadaian Bangun Dua H...
Bisnis Perkantoran, Laba Intiland ...
Pengamat: Anggaran Kecil, Perumaha...
MyHalal, Siap Globalkan Produk Mak...
Lonjakan Trafik Lebaran, Smartfren...
Rumah Bersubsidi: Skema FLPP Atau ...
Sasar Indonesia Timur, Batik Air T...
Kemenpera Semakin Aktif Songsong L...
KPK Tahan Tangan Kanan Akil Mochtar
Terbukti, Koperasi dan UKM Mencega...
Segala Macam Kain Batik Diskon 50%
Gelar Pasar Rakyat Untuk Penuhi Ke...
Tingkatkan Produktivitas Lahan Tem...
Pasca Pilpres, Ciputra Garap Proye...
Copyright © 2012 surabayapagi.com
  Kontak | Tentang Kami | Kode Etik | Disclaimer | RSS Feed  | User Online :  76