menu.jpg
 
BB Senilai Rp 300 Juta Raib di Kejari Gresik

SURABAYA (Surabaya Pagi) - Kepala Kejaksaan Negeri Gresik Bambang Utoyo SH bisa jadi sulit tidur nyenyak. Pasalnya, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur telah mendengar dugaan raibnya ratusan kubik kayu hasil sitaan negara dari gudang penyimpanan Kejaksaan Negeri Gresik. Padahal, kayu yang ditaksir senilai Rp 300 juta itu merupakan barang bukti kasus yang diungkap Mabes Polri bersama Polres Gresik, 2009 silam. Kini, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jatim Arminsyah membentuk tim mengusut kasus tersebut.

Kasus ini menjadi perhatian, karena Jamwas Kejagung tengah berupaya bersih-bersih dari perilaku jaksa nakal. Bahkan, Jamwas telah membentuk Tim Buru Sergap. “Kita pelajari kasus itu dan turunkan tim ke sana (Gresik, red),” kata Kajati Arminsyah dikonfirmasi kemarin.

Menurutnya, memang agak rumit dalam menangani penyimpanan barang bukti. Meski begitu, pihaknya akan tetap menelusuri kenapa barang bukti itu bisa berkurang banyak. “Kalau ada penyimpangan, pasti kita proses,” tandasnya.

Asisten Pengawas Kejati Abdul Muni, SH menambahkan pihaknya akan melakukan pengecekan terhadap kasus ini. Apalagi jika di dalamnya melibatkan jaksa. “Kita pelajari dan melihat sejauhmana posisi kasusnya,” cetus dia.

Kasus ini terendus setelah muncul pengumuman lelang barang hasil sitaan di sebuah koran harian terbitan Surabaya. Pemasang iklannya adalah Kejaksaan Negeri Gresik. Di iklan disebutkan bahwa Kejari Gresik akan mengadakan lelang barang rampasan melalui perantara KPKNL Surabaya pada 31 Januari 2013.

Dalam iklan pengumuman tersebut disebutkan ada dua barang rampasan yang bakal dilelang secara terbuka. Yaitu sebuah kapal benama KLM Bahtera Bersama dan kayu campuran sebanyak 79,0981 m3. Kejanggalan muncul pada lelang kayu, karena jumlah kubikasi kayu yang akan dilelang, ternyata jauh berkurang.

Pasalnya, Pengadilan Negeri (PN) Gresik pada 2009 silam saat menyidangkan kasus itu, jumlah kayu yang berhasil disita aparat penegak hukum saat itu jumlahnya 337,6808 m3. Artinya ada barang bukti kayu yang hilang sekitar 258,5627 m3. Jika berpatokan pada harga limit lelang kayu, maka harga kayu yang raib itu ditaksir senilai Rp 288 juta-300 juta.

Kepala Kejari Gresik Bambang Utoyo SH dikonfirmasi terkait kejanggalan ini, dia terkesan menghindar. "Kasus ini kan tahun 2009, sehingga barang buktinya susut karena rusak. Pejabat kajarinya juga belum saya," katanya. Pernyataan Bambang juga janggal. Sebab, putusan incraht kasus tersebut dari Mahkamah Agung, dia sudah menjabat Kajari Gresik. n nt/did

Berita lainnya
Guru Dipecat, Siswi Dihamili
Suhu Louis, Belum Mau Ungkap Perse...
Dihajar Senior, Siswa SMK Pelayara...
Komplotan Maling Rumah Diringkus
Tabrak Truk Parkir, Polantas Tewas
Satpol PP Tutup Hotel Mesum Pasar ...
PSK Jarak Jual Togel
Cerai, Aris Edarkan Sabu
Gerebek Solar, Tersangka Masih Gel...
Pembunuhan Satu Keluarga Direkonst...
Klenteng Suhu Louis Diduga Ilegal
Iseng Unggah Foto Bugil Teman, Dia...
Wanita Tandes Jebak Perampok
Suhu Louis Cabuli Cucunya
Markas Brimob Ditembaki Anggota TNI
  Komentar Anda :
  Nama * :   Email * :
  Komentar * :
  » :: Disclaimer
   
Auto Loading Records
Copyright © 2012 surabayapagi.com
  Kontak | Tentang Kami | Kode Etik | Disclaimer | RSS Feed  | User Online :  92