menu.jpg
 
Aturan Dana Reses Berubah, Dewan Kelabakan

MOJOKERTO (Surabaya Pagi) - Meski telah duduk di kursi DPRD Kabupaten Mojokerto empat tahun lamanya, tak membuat para wakil rakyat pandai. Buktinya, kebanyakan anggota dewan ini kebingungan saat harus mempertanggungjawabkan dana reses yang mereka terima. Saking bingungnya, seluruh anggota dewan ini harus menggelar rapat Paripurna Khusus. Paripurna khusus menyatukan pemahaman dalam pertanggungjawaban dana reses tersebut.

Informasi yang berkembang di lingkungan dewan, banyak di antara mereka yang kesulitan membuat pertanggungjawaban. "Ada yang kebingungan bagaimana merinci kembali penggunaan dana reses. Bingung karena tidak ingin terjadi masalah hukum di kemudian hari," kata Mahfud, salah satu anggota Komisi D, kemarin.

Bahkan karena banyak yang bingung, paripurna khusus itu digelar hingga dua sesi. Rapat yang melibatkan seluruh anggota dewan ini tidak tuntas sebelum tengah hari. Sidang paripurna pun harus diskors. Baru setelah dzhuhur atau pukul 13.00, rapat kembali digelar.

Setiap anggota dewan berhak atas dana reses. Setiap anggota rata-rata besarannya hampir sama. Mereka berhak mengantongi dana masing-masing Rp 13,5 juta. Mereka bingung karena pemahaman para anggota dewan tidak boleh lagi diberikan kepada konstituen dalam bentuk uang cash.

Padahal selama ini, besaran dana reses sebanyak Rp 5 juta bisa dibagikan langsung kepada kosntituen. "Lha ini yang sempat membuat bingung. Tapi saya pribadi sejauh bisa dipertanggungjawabkan dan tidak fiktif, tak perlu dipermasalahkan," kata Mahfud dari PKS. Dw/sg

Berita lainnya
Ajakan Mogok Organda Tak Digubris
Dewan Desak Evaluasi Kasek Memble
Telusur Aset Eks Kelurahan Tergan...
Pimpinan Dewan Pesta Mobdin Baru
Dewan Telisik Mandegnya Dana PDAM
Tolak BBM Naik, HTI Jalan Kaki Kel...
Dewan Warning Pembentukan Disporab...
Terancam Molor, Dewan Sorot Proyek...
Polisi Tolak Pinjam Pakai Eskavato...
Himbau Waspadai Isu SARA
Jadwal Pilbup Terancam Molor
Ruwat Agung Nuswantoro Majapahit 1...
Kabupaten Mojokerto Raih Juara Sat...
Buruh Tuntut UMK Rp 2,1 Juta
Kerap Dikeluhkan, Walikota Sidak P...
  Komentar Anda :
  Nama * :   Email * :
  Komentar * :
  » :: Disclaimer
   
Auto Loading Records
Copyright © 2012 surabayapagi.com
  Kontak | Tentang Kami | Kode Etik | Disclaimer | RSS Feed  | User Online :  80