menu.jpg
 
Anis Matta Ditolak Kiyai & santri

PASURUAN (Surabaya Pagi) - Kedatangan Presiden PKS Anis Matta dan pengurus PKS lainnya di Pasuruan, Jawa Timur pada Rabu (5/6) sore, ditolak pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Kramat, Kraton. Acara yang digelar PKS itu dianggap ilegal alias tak berizin.

Kedatangan Anis Matta berserta rombongan ke Pasuruan itu merupakan rangkaian agenda PKS di Jawa Timur. Agenda itu diawali dengan acara pembekalan caleg PKS di Surabaya, Senin (3/6) lalu. Kemudian dilanjutkan nonton bareng Film Sang Kiai di Studio 21 Cito Surabaya.

Acara dilanjutkan di Malang, Jombang, termasuk ke Pasuruan. Namun, saat menggelar pertemuan dengan para simpatisannya di Pasuruan, Anis Matta ditolak, karena dianggap tidak memiliki izin.

Pertemuan di Pasuruan itu, digelar di Ponpes Kramat, Kraton yang diasuh oleh KH. Abdul Karim. Menurut putra Abdul Karim, yaitu Ustaz Abdullah Bar, acara yang digelar oleh Anis Matta itu tanpa meminta restu dari pimpinan pondok, yaitu Abdul Karim.

Pemberi izin adalah keponakan Abdul Karim, yaitu Gus Masrur yang merupakan salah satu simpatisan PKS di Pasuruan. Abdullah Bar juga mengaku kecewa dengan tindakan sepupunya memberi izin tanpa persetujuan ayahnya, selaku pengasuh pondok. Meski, acara tersebut digelar di rumah Gus Masrur sendiri, pihak ponpes tetap menyayangkan adanya izin tersebut.

"Rumah beliau (Gus Masrur) kan berada di area pondok, ya tetap izinnya harus melalui pimpinannya. Tidak bisa seperti itu," kata dia kecewa.

Untuk konsumsi acara memang disediakan dari DPC PKS setempat. Tapi karena tidak mendapat izin, sejumlah santri juga melakukan penolakan atas kedatangan Anis Matta dan rombongan. "Selain tidak mendapat izin pimpinan pondok, acara itu juga tidak izin pihak kepolisian setempat," tandas dia.

Terkait kejadian ini, pihak PKS belum memberikan keterangan. Ketua DPW PKS Jawa Timur Hamy Wahjunianto saat dihubungi via telepon selulernya tak mengangkat, bahkan mematikan ponselnya. - me

Berita lainnya
Brigjen Victor Tuding Polri Dilema...
Buwas "Digoyang", Korupsi Rp 180 T...
PDIP Usulkan PAN Masuk Kabinet
Komjen Usman, Gantikan Buwas
Simbolon: Seperti ini Gaya Presiden
PAN Nyeberang ke KIH, KMP Sindir A...
PAN Resmi Gabung Pemerintahan Joko...
Sosok Jimly Asshiddiqie pun Tak Lo...
Ketua Umum Golkar Agung Laksono Di...
Desak DPR Gunakan Hak Interpelasi
Tuding SBY Alami Pos Power Syndrome
Gawat, Capim KPK Jadi Tersangka
Jimly Minta KPK Dipermanenkan, Joh...
Buwas Klaim Punya 10 Nama Capim KP...
Rizal Disayang Jokowi, Ada Apa?
  Komentar Anda :
  Nama * :   Email * :
  Komentar * :
  » :: Disclaimer
   
Auto Loading Records
Copyright © 2012 surabayapagi.com
  Kontak | Tentang Kami | Kode Etik | Disclaimer | RSS Feed  | User Online :  75