menu.jpg
 
Akbar Tanjung “Goyang” KarSa

SURABAYA (Surabaya Pagi) – Atmosfer politik di Jawa Timur mulai memanas. Jika DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) merekomendasi Khofifah Indar Parawansa sebagai calon gubernur (Cagub) pada pemilihan gubernur (Pilgub) Jatim 2013, elit Partai Golkar malah “menggoyang” Soekarwo-Saifullah Yusuf (Karsa) jilid II. Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Akbar Tanjung menyatakan partainya akan mengevaluasi dukungan yang diberikan Soekarwo. Alasannya, Soekarwo lebih memilih Saifullah Yusuf sebagai pasangannya dan enggan menggandeng kader Golkar. Padahal, rapat kerja daerah (Rakerda) di Juanda pekan lalu, Golkar Jatim tetap merekomendasi Karsa jilid II. Ada apa dengan manuver Golkar ini?

“Kami persiapkan dan ajukan kader Golkar untuk berdampingan dengan Soekarwo, namun karena ada keputusan itu (Soekarwo lebih memilih Saifullah Yusuf, red) ya kami akan bahas lagi,” kata Akbar ditemui dalam acara pelatihan kader HMI se-Indonesia di kantor Badan Kepegaiwan Daerah (BKD) Kota Kediri, Selasa (30/1).

Akbar menjelaskan ada tujuh nama kader partai Golkar yang diajukan DPD ke DPP untuk dijadikan calon wakil gubernur (cawagub) berpasangan dengan Soekarwo. Yakni, Martono (Ketua DPD PG Jatim), Sambari Halim (Bupati Gresik), Rendra Kresna (Bupati Malang), Ridwan Hisjam (Wabendum DPP PG), Gatot Sudjito (Ketua MKGR Jatim), Heri Sugihono (Wakil Ketua DPD PG Jatim) dan Sabron Pasaribu (Ketua Komisi A DPRD Jatim).

Dari sejumlah nama tersebut, Akbar condong kepada nama Ridwan Hisjam. Ridwan dinilai tepat karena cukup dikenal cukup dekat dengan Soekarwo sejak lama. “Partai Golkar sampai saat ini belum menentukan akan mendukung siapa dalam Pilgub Jatim 2013,” tandas Akbar.

Ridwan Hisjam yang kini menjabat Wakil Bendahara Umum DPP Partai Golkar, mengatakan, jika Karsa jilid II dipaksakan, dipastikan suara Partai Golkar akan pecah. "Saya pastikan suara Golkar di Pilgub 2013 pecah, jika Karsa tetap dipaksakan," tukas Ridwan.

Kata Ridwan, berdasarkan hasil dari Rakerda Golkar, telah diputuskan jika Golkar tetap mengusung Soekarwo sebagai Gubernur, asalkan wakilnya berasal dari kader Golkar. alam Rakerda lalu dicalonkan tujuh kader Golkar untuk mendampingi Soekarwo. "Rakerda ini berasal suara dari daerah tingkat dua, jika tetap mengusung Karsa, suara Golkar akan pecah," ujar mantan Cawagub 2008 silam yang kala itu berpasangan dengan (almarhum) Ir Sutjipto, tokoh PDIP Jatim.

Menanggapi ini, Ketua DPD Golkar Jatim Martono tak menggubris kabar yang berseliweran seputar dukungan Golkar ke Soekarwo. Ia menegaskan, Golkar Jatim tetap merekomendasi Karsa jilid II. "Mengenai kader (Golkar) yang ingin maju atau ingin disandingkan dengan Soekarwo, itu wajar-wajar saja. Wong namanya keinginan. Tapi, sikap Golkar Jatim tetap (merekomendasi Karsa jilid II)," tegas Martono dikonfirmasi terpisah.

Dosen Ubaya (Universitas Surabaya) ini menjelaskan dalam Rakerda telah disepakati bahwa Golkar Jatim mendukung Soekarwo sebagai Cagub. Untuk wakilnya diharapkan tetap Saifullah Yusuf atau Gus Ipul. Rakerda juga menyepakati, jika Gus Ipul berpisah dengan Pakde Karwo, maka Golkar menyiapkan tujuh nama cawagub. Tujuh nama itu diserahkan sepenuhnya ke Pakde Karwo untuk dipilih sendiri. "Karena Gus Ipul kembali bergandengan dengan Pakde Karwo, berarti opsi untuk nama-nama calon wakil gubernur lainnya sudah tidak perlu. Golkar Jatim tetap merekomendasi Karsa jilid II," tandas Martono.

Semua proses itu sudah disampaikan ke DPP Golkar. Dan saat ini, sambung Martono, tinggal menunggu rekom dari DPP turun. "Saya yakin, keputusan DPP tidak akan berpaling dari rekom DPD Golkar Jatim," harap dia.

Terpisah, Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf mengaku siap menemui Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie (Ical) membahas calon wakil gubernur yang diusung Golkar. “Saya akan mencoba menemui Pak Ical. Kebetulan Pakde Karwo meminta begitu, jadi akan segera saya lakukan," ujarnya kepada wartawan di Surabaya, kemarin (29/1).

Hanya saja, pihaknya belum bisa memastikan kapan akan menemui Ical. Disamping masih banyak agenda dinas sebagai wakil gubernur, mantan Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal tersebut masih mencari waktu tepat untuk bertemu Ical di Jakarta. "Waktunya masih belum ditentukan, tapi yang pasti saya akan secepatnya berbicara dan membahasnya bersama Pak Ical," kata mantan Ketua Umum GP Ansor tersebut.

Sebelumnya, Gubernur Soekarwo merespon permintaan Partai Golkar terkait syarat dukungan dalam Pemilihan Gubernur Jatim mendatang, yakni Gus Ipul harus masuk dulu sebagai kader Partai Golkar jika ingin menjadi wakil gubernur berpasangan dengan Soekarwo. "Iya kita akan komunikasi sama Golkar. Persoalan itu biar ditangani Gus Ipul, ya biar nanti Gus Ipul yang bertemu dengan Pak Ical," ucap Soekarwo.

Khofifah Isyaratkan Gandeng PDIP

Khofifah Indar Parawansa yang sudah mendapatkan rekomendasi dari DPP PKB sebagai Cagub, mengisyaratkan pasangannya nanti dari tokoh PDIP. Hanya saja, Ketua PP Muslimat NU itu belum mau terbuka. "Nanti kalau sudah waktunya, pasti akan kami informasikan," ucapnya disela-sela menghadiri Rapat Kerja Pendidikan Yayasan Siti Khodijah di Hotel Utami Juanda, Selasa (29/1).

Disinggung Cawagub dari PDIP, Khofifah tersenyum. "Yang jelas pasangannya ada. Masa maju tanpa pasangan, kan tidak mungkin," kelit dia. Ditanya lagi Cawagub nanti dari PDIP? Khofifah hanya memberi isyarat. "Anda pasti sudah tahu sendiri khan," tukasnya balik bertanya.

Soal sikap DPW PKB yang belum satu suara mendukungannya, Khofifah enggan menanggapi. Namun, dia mengakui belum mendatangi ke DPW PKB. "Saya memang belum sowan kepada DPW PKB Jatim," akunya.

Sementara itu, DPD PDI Perjuangan Jawa Timur belum menerima rekomendasi dari DPP PDIP, terkait nama bakal calon gubernur Jatim. Diperkirakan, rekom soal siapa yang bakal diusung PDIP bakal turun akhir pekan ini. "Ada kabar, kemungkinan Sabtu karena setiap hari itu kami rapat pengurus," ujar Wakil Sekretaris Hubungan Internal DPD PDIP Jatim, SW Nugroho, dikonfirmasi terpisah.

DPD PDIP Jatim sudah menyerahkan enam nama bakal calon yang diunggulkan, untuk dipilih sebagai bakal calon kepala daerah Jatim. Keenamnya dipilih berdasarkan sejumlah kriteria. Dari enam nama itu ada nama Said Abdullah (anggota DPR RI dari Fraksi PDIP), yang disebut-sebut bisa menjadi pendamping Khofifah. Nama lainnya, Bambang DH yang kini masih menjabat Wakil Walikota Surabaya. n rko

Berita lainnya
Giliran PPP-PAN Merapat Jokowi
Bicara Ekonomi Dunia, Ditawari Jad...
Pakde Karwo Dukung Pilgub Jatim Di...
Kader PPP Desak Dua Kubu Islah
Demokrat Bantu Jokowi
Mulai Bahas Perekonomian dengan Ap...
JK: Pertumbuhan Ekonomi Bisa 8 Per...
Jokowi Lakukan Kompromi Politik
Prabowo Tolak Hadiri Rakernas PDIP
Jokowi Pilih Orang Dekat jadi Sekn...
Surya Dharma Ali Dipolisikan
PPP Emron Dekati PDI-P
PKB Siapkan 4 Nama Calon Menteri
Gara-gara Arzeti, NU dan PKB Jatim...
Jokowi Coret Menteri Cacat Moral
Copyright © 2012 surabayapagi.com
  Kontak | Tentang Kami | Kode Etik | Disclaimer | RSS Feed  | User Online :  66