menu.jpg
 
7 Anggota DPRD Melompat ke Parpol Lain

LAMONGAN (Surabaya Pagi) - Sebanyak 493 Bacaleg dari 12 partai politik resmi didaftarkan oleh partainya ke KPUK sebelum ditetapkan sebagai Daftar Caleg Sementara (DCS). Dari jumlah tersebut, mayoritas anggota DPRD kembali mencalonkan diri menjadi caleg, dan sebanyak 7 orang diantaranya telah resmi meloncat ke parpol lain.

Seperti yang disampaikan oleh ketua KPUK Khoirul Huda, saat dihubungi Selasa (23/4) mengatakan, dari hasil verifikasi yang terus berjalan hingga 30 April mendatang itu, memang ditemukan ada sebanyak 7 anggota DPRD yang aktif tercatat dan mendatar ke parpol lain.

Ke tujuh anggota DPRD yang secara resmi meloncat dan terdaftar sebagai bacaleg dari partai lain kata Huda adalah, Sugeng santoso anggota Fraksi PDIP, dan Shomad dan Moh Amir yang sebelumnya dari FPKNU melompat menjadi bacaleg dari partai Demokrat.

Selanjutnya ada Ansori juga dari FPKNU yang mendaftar bacaleg dari partai Gerindra, M Akyat FPKB, dan Sulaiman FPAN keduanya mendaftar bacaleg PPP, serta Feri dari Patriot yang mendaftar sebagai bacaleg partai Gerindra.

Dari tujuh anggota DPRD tersebut, enam diantaranya mendaftar sebagai calon DPRD tingkat II/kabupaten, dan satu lainnya mendaftar untuk anggota DPRD Tingkat Propinsi yakni Sulaiman yang juga menjabat sebagai ketua komisi D di DPRD.

Bacaleg sendiri yang didaftarkan ke KPUK jumlah caleg setiap parpol tidak sama, mulai hanya ada 5 caleg dari PKPI, 13 caleg dari PBB, ampai 50 caleg. Namun ada yang diluar dugaan, ada parpol yang cukup besar dan mampan teryata tidak sampai 50 caleg yang didaftarkan, parpol tersebut adalah PDIP yang hanya mendaftarkan 48 caleg, PKB 46 caleg.

Sementara itu, terkait dengan persiapan pemilihan gubernur Jawa Timur, Huda menambahkan kalau KPUK telah mendapatkan laporan adanya dugaan pemalsuan foto copy dukungan terhadap calon independent Eggi Sudjana-Sihat.

Atas laporan itu, pihaknya telah melakukan pengecekan dan verifikasi, hasilnya dukungan dari kabupaten Lamongan terdapat pemalsuan data. Seperti di Kecamatan Brondong, ada KTP elektronik yang fisiknya belum diserahkan kepada yang bersangkutan dalam hal ini masyarakat, namun foto copinya sudah bisa masuk dalam daftar dukungan pasangan calon independen Pilgub Jatim. "Terkait ini, Ketua Panwascam setempat (Brondong) sudah melakukan klarifikasi," terangnya.

Dia juga menyebutkan ada laporan warga, seorang aparat Negara di Kecamatan Kembangbahu, yang protes atas masuknya foto copy KTPnya dalam daftar dukungan. Padahal yang bersangkutan tidak pernah merasamemberikan dukungan. Bahkan juga tidak pernah merasa menyerahkan foto copy KTPnya.

Huda, menyebut, sampai dengan 28 April mendatang pihaknya dibantu PPS (panitia pemungutan suara) di kecamatan akan melakukan verifikasi faktual terhadap dukungan pasangan calon independen Pilgub Jatim yang akan dilaksanakan 29 Agustus mendatang. jr

Berita lainnya
Lawan Koalisi Prabowo, PDIP Keok L...
Waketum PD Otaki Aksi Walk Out
Syarif Hasan Salahkan Nurhayati
PKS: Risma Tidak Maju Pilwali
Jokowi-JK Tahu Akan Dijegal
Bubarkan Pokja Tim Transisi
“Batalkan UU Pilkada, SBY Harus ...
Mendagri Gantung DPRD Jatim
KPU: Hak Pilih Masyarakat Telah Hi...
UU Pilkada Tidak Diatur di Tatib D...
SBY Bersandiwara
Merampas Konstitusi Rakyat
Zainudin Amali, Suarakan Rakyat
SBY Di-Bully di Media Sosial
Aturan Rumah untuk SBY akan Diganti
Copyright © 2012 surabayapagi.com
  Kontak | Tentang Kami | Kode Etik | Disclaimer | RSS Feed  | User Online :  80