2010-03-11 Semen Mahal, Indikasi Kartel Menguat |
Harga semen yang mahal dan tak kunjung turun membuat Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menindaklanjutinya. Setelah melakukan pemeriksaan pendahuluan, KPPU menilai ada dugaan kartel dalam perkara ini. Sehingga, kasus ini masuk dalam proses pemeriksaan lanjutan. ”Ya, perkara ini masuk ke pemeriksaan lanjutan karena hasil pemeriksaan pendahuluan menunjukkan indikasi adanya kartel semen,” kata Komisioner KPPU Benny Pasaribu di Jakarta, Rabu (10/3).
Rencananya, kata Benny, KPPU memanggil dua perusahaan perdagangan (trading) global sebagai saksi dalam pemeriksaan lanjutan yang dijadwalkan 25 Februari-12 April 2010. Kedua perusahaan tersebut merupakan unit usaha dua produsen semen asing yang beroperasi di Indonesia. ”Kedua perusahaan itu mengimpor semen dari basis produksi perusahaan mereka sendiri di luar negeri. Semen itu juga hanya dipasok langsung ke perusahaan mereka di Indonesia, tidak langsung ke pasar. Hal itu menunjukkan bahwa peluang impor semen tidak mudah dilakukan, meski tidak ada larangan impor semen," katanya.
Informasinya, saat ini KPPU memang tengah memantau delapan perusahaan produsen semen besar Indonesia terkait dugaan pelanggaran dalam bentuk kartel.
"Di Indonesia, industri semen hanya dikuasai delapan perusahaan besar yang terbagi dalam empat grup perusahaan. Tentunya, kecuali Semen Kupang karena tidak jalan lagi," kata Ketua Tim Pemantau Industri Semen KPPU Ahmad Ramadhan Siregar di kantor KPPU Jakarta beberapa waktu lalu.
Menurut dugaan KPPU, pembentukan harga semen cenderung lebih mahal dibandingkan negara produsen lain. Harga semen Indonesia dibandingkan negara ASEAN lainnya, 30 hingga 40 persen lebih mahal.
Berdasarkan data harga semen internasional pada tahun 2007, KPPU membandingkan harga semen Indonesia yang senilai USD 83,8 per ton dengan negara lain seperti Malaysia (USD 62,6/ton), Filipina (USD 84,5/ton), Vietnam (USD 57,75/ton), dan Thailand (USD 67,87/ton). Harga semen Filipina, lebih tinggi dibandingkan Indonesia. Sebab, Filipina sebagian besar impor semen dari Indonesia. ko
|
|
|
|
Ada 0 Komentar Untuk Berita Ini.
|
|
| Silakan Login untuk kirim komentar Anda. |
Kirim Komentar Anda :
|
| |
|
|
|
|