tumblr visitor
menu.jpg
 
Cari Pasangan di Pataya, “Main”nya di Hotel atau Kos-kosan

Di Surabaya, lelaki penyuka sesama jenis (kaum homo/gay) sudah berani terang-terangan. Mereka membentuk komunitas dan memiliki tempat-tempat khusus untuk mengadakan pertemuan. Mulai di bantaran Kali Mas depan Monkasel Jl Pemuda, belakang Surabaya Plaza Jl Boulevard hingga Taman Bungkul. Lalu, benarkah mereka ini juga melakukan transaksi seksual dengan imbalan rupiah? Atau mereka hanya sekedar have fun? Berikut ini laporan wartawan Surabaya Pagi.

Bagi kaum gay, tentu tak asing lagi dengan nama Pataya, tempat komunitas gay di Surabaya. Namun, bagi warga biasa, mungkin akan bingung. Sebab, Surabaya tak pernah memiliki daerah Pataya. Yang dikenal, Pataya adalah nama pantai di Thailand. Ternyata, Pataya hanya sebutan bagi tempat berkumpulnya komunitas homo. Tepatnya, di depan Monumen Kapal Selam (Monkasel) Jl Pemuda.

Tadi malam sekitar pukul 20.30 WIB, sudah ada sejumlah homo nongkrong di sana. Aktivitas mereka macam-macam. Ada dua pria tampak seperti orang berpacaran layaknya sepasang muda-mudi. Keduanya asik memegang tangan serta menciumi pipi pasangannya. Lampu penerangan yang kurang cukup mendukung pasangan pria ini bermesraan di pinggiran sungai.

Penjual kopi di Keputran, yang lokasinya dekat gang Pataya, mengaku sudah tak heran lagi melihat lelaki dengan lelaki bermesraan di sana. “Pacaran mereka itu ya di situ (Pataya, red),” cetus dia.

Memang, saat mereka berkumpul, diantara mereka acap kali menampilkan gaya-gaya khas yang biasa dilakukan oleh kaum hawa alias lembeng. Sementara bagi mereka yang berperan menjadi lelakinya, selalu menampakkan wajah yang sedikit maco dan cool. “Tidak semua yang ke situ punya pacar. Ada juga yang cari pasangan baru. Ya, kayak orang normal, tapi caranya yang aneh. Mosok jeruk mangan jeruk,” ujarnya sambil tertawa.

Kondisi demikian menjadikan Pataya tak ubahnya seperti lokalisasi pekerja seks komersial (PSK), seperti di kawasan Kembang Kuning atau tempat mangkal waria di jalan Irian Barat (Irba). Bedanya, Pataya dipenuhi pria-pria yang lemah gemulai. Begitu mendapatkan pasangan di Pataya, mereka biasanya berlanjut ke hotel atau kos-kosan untuk melakukan hubungan intim layaknya suami istri.

“Bagaimana pun hubungan intim seperti yang kami lakukan ini kan masih ditentang masyarakat. Jadi mending ke tempat lain aja. Di sini (Pataya, red) hanya tempat nongkrong atau ketemuan. Kalau mau gituan (hubungan intim, red), ya mending check in di hotel,” aku Rudy, bukan nama sebenarnya. n

Berita lainnya
Di Bandung, PSK Jalanan Kantongi R...
Masih Ada Transaksi Seks ABG
Banyak ABG Mabuk di Kafe
Kurang Tidur Dapat Sebabkan Lelaki...
Nens Corner 6 Tahun Anniversary Pa...
Jadi Simpanan Pejabat Surabaya, Di...
Happy besama Nens Corner
9 ABG Berhasil Diamankan Dari Temp...
Puaskan Pasangan dengan Ekspresi D...
Gadis 13 Tahun Menjajakan Dirinya
10 Lagu Dangdut Yang Dilarang KPI
Bercinta dalam Air, Siapa Takut
Pelajar Bisa Booking Kamar 3 Jam, ...
Suramadu Wis Dienggoni “Pasar” Pac...
Didanai APBD 1,5 M Cuma Dipakai Ge...
Potensi Jawa Timur :
  • Kab. Bangkalan
  • Kab. Banyuwangi
  • Kab. Blitar
  • Kab. Bojonegoro
  • Kab. Bondowoso
  • Kab. Gresik
  • Kab. Jember
  • Kab Jombang
  • Kab. Kediri
  • Kab. Lamongan
  • Kab. Lumajang
  • Kab. Madiun
  • Kab. Magetan
  • Kab. Malang
  • Kab. Mojokerto
  • Kab. Nganjuk
  • Kab. Ngawi
  • Kab. Pamekasan
  • Kab. Pasuruan
  • Kab. Pacitan
  • Kab. Ponorogo
  • Kab. Probolinggo
  • Kab. Sampang
  • Kab. Sidoarjo
  • Kab. Situbondo
  • Kab. Sumenep
  • Kab. Tuban
  • Kab. Tulungagung
  • Kab. Trenggalek
  • Kota Batu
  • Kota Blitar
  • Kota Kediri
  • Kota Madiun
  • Kota Malang
  • Kota Mojokerto
  • Kota Pasuruan
  • Kota Probolinggo
  • Kota Surabaya
  • Copyright © 2012 surabayapagi.com