menu.jpg
 
Monalisa Jl Kedungdoro, Ijinnya Salon, Tapi Siapkan Esek-esek

Rumah toko (ruko) di Jl Kedungdoro Surabaya, bisa jadi lokalisasi prostitusi kedua setelah Dolly. Selain ada pub/klab malam dan hotel short time (enam jam-an), ruko yang masuk wilayah hukum Polresta Surabaya Selatan ini banyak terdapat tempat esek-esek. Hanya saja, pemiliknya cukup lihai menyamarkannya. Mereka ada yang berkedok tempat pijat/spa dan salon.

Salah satu tempat favorit di sini adalah “Monalisa”. Lokasinya mudah dijangkau karena berada di pusat kota Surabaya. Jika anda dari Tunjungan Plaza (TP) luruslah ke arah Jl Embong Malang. Setelah Hotel JW Marriott, belok kiri sudah masuk kawasan Kedungdoro. Kira-kira 500 meteran, sebelah kanan jalan terdapat komplek pertokoan ruko. Nah, di sinilah lokasinya. Masuk aja, cari agak ke dalam nanti akan ada deretan salon dan tempat pijat. Cari saja yang ada tulisan “Monalisa”.

Tempatnya memang tidak sebagus Glamour Jl Tunjungan atau Gandaria Jl Embong Malang. Masuk pertama, kita akan dituntun oleh penerima tamu yang berada di depan untuk dibawa ke lantai dua. Di lantai dua kita akan disuguhi pemandangan perempuan-perempuan muda berpakaian minim yang membuat hati berdesir. Bila sudah pas dengan pilihan, langsung kita digandeng ke kamar.

Menurut sejumlah orang yang pernah ke sana, cewek-cewek Monalisa ini layanannya lebih oke. “Rp 400 ribu sudah all in. “Main” dua kali juga mau,” kata Doni, arek Bratang yang mengaku kerja di salah satu pusat perbelanjaan di Surabaya.

Layanan all in yang dimaksud adalah pijat, yang dilanjutkan dengan making love (ML). Bahkan pelayanan yang dilakukan oleh therapis (cewek pemijat) kebanyakan tanpa didahului dengan pijat memijat. Mereka langsung menyuruh tamunya mandi.

Sensai pertama ada di sini karena tamu mandi telanjang bersama dengan sang therapis. ”Sensasi pertama kita dimandikan dengan alasan biar sama-sama bersih, lebih hot lagi saat burung kita dicuci dengan anti biotik,” ceritanya cekikan.

Tamu yang ke sini juga betah. Selain ceweknya tidak juaji, kamarnya sudah dilengkapi AC. Cuma tidak ada televisi. “Pas ke sana pertama kali, kamarnya lumayan kok. Kayaknya sih kamarnya si cewek sendiri,” cetusnya.

“Semua cewek di sini lokal. Ada yang dari Bandung, Malang... Pokoknya tinggal pilih. Kalau bingung, tanya sama papinya aja. Beres kan,” lanjut Doni. Cuma, terkadang cewek di Monalisa ada yang pindahan dari tempat pijat lainnya.

Penelurusan Surabaya Pagi, berdasar data di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Surabaya, Monalisa ini tak tedaftar di Pemkot, baik untuk jenis salon kecantikan maupun tempat pijat. Bisa jadi usaha ini liar atau ilegal. Untuk menutupi sebagai tempat prostitusi, si pemilik diduga menyamarkan dengan usaha salon. n

Berita lainnya
Pemutihan Denda PKB Mulai 1 Desemb...
Surabaya Menyengat
Suhu Guntur : Louis Bukan Suhu Ben...
Setelah Risma, Ahok dan Ganjar Diu...
Rebut Kembali TPI, Tutut Hadapi Ha...
Ajak 40 Sanak Famili dari Belitung...
Purabaya Normal, Pelabuhan Perak L...
Baru 1.500 Pedagang Teken Surat Pe...
Soal UMK, Pemprov Tunggu Pusat
Warga Surabaya Terancam Keleleran
Polisi Siaga Satu Hadapi Demo BBM
Organda DKI: Tarif Angkot Naik 30...
Waduh, NU Halalkan Aborsi
FPI Tolak, MUI Dukung Ahok Gubernu...
Wapres JK Tunda Naikkan BBM
  Komentar Anda :
  Nama * :   Email * :
  Komentar * :
  » :: Disclaimer
   
Auto Loading Records
Copyright © 2012 surabayapagi.com
  Kontak | Tentang Kami | Kode Etik | Disclaimer | RSS Feed  | User Online :  69