Konsumsi Vitamin C Baru 22 Persen
|
| Rabu, 9 Mei 2012 | 02:42 WIB |
|
|
|
SURABAYA – Konsumsi vitamin C di kalangan masyarakat Indonesia saat ini baru sekitar 22 persen. Dan konsumsi terbanyak masih sebatas di kawasan kota besar. Ini mengingat tingginya aktivitas masyarakat kota besar sehingga membutuhkan asupan suplemen daya tahan tubuh lebih tinggi ketimbang masyarakat daerah.
"Dari tahun ke tahun konsumsi vitamin C menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan. Potensi pasar bisnis ini sangat besar mengingat konsumsinya masih rendah,” kata Area Sales and Promotion Manager PT Kalbe Farma Janarman Saragih.
Peningkatan pertumbuhan konsumsi vitamin, khususnya vitamin C, kata Janarman seiring dengan makin meningkatnya kesadaran masyarakat untuk menjaga stamina dan kesehatan tubuh.
"Apalagi tingkat polusi khususnya di kota besar makin meningkat, ditambah cuaca yang tidak menentu membuat banyak orang melakukan langkah antisipasi agar tidak sakit," katanya dalam pemberian masker gratis di Surabaya kemarin.
Tak heran bila penjualan vitamin C meningkat pesat, seperti Fatigon C Plus yang diproduksi Kalbe. Apalagi, jenis vitamin C ini berbeda dari vitamin C lainnya, karena mengandung Pureway-C yang merupakan kombinasi antara teknologi terbaru dan bahan alami (sayuran dan buah).Dengan bahan ini , kaplet vitamin C mudah dan cepat diserap tubuh, memberikan perlindungan daya tahan yang lebih lama, serta aman karena tidak menimbulkan iritasi bagi lambung.
Produk yang diluncurkan pada 2010 ini mengalami peningkatan penjualan pada tahun 2011 sebesar 220 persen dibanding 2010. Untuk 2012 ditargetkan meningkat hingga 330 persen
Menurut Janarman kesadaran masyarakat dalam mengkonsumsi vitamin C untuk menjaga daya tahan tubuh juga perlu edukasi. “Misalnya kebutuhan tubuh manusia akan vitamin C setiap hari hanya berkisar 75-200 mg. Sayangnya sebagian besar masyarakat masih memiliki persepsi semakin banyak bisa lebih meningkatkan daya tahan tubuh. Padahal kelebihan vitamin C berpotensi gagal ginjal dan kerusakan lambung,” katanya. sb