menu.jpg
 
Butuh Wanita Penghibur Karaoke? Hubungi Jukir

Selain tujuh kafe yang diberitakan edisi kemarin (7/7), Sidoarjo masih punya lima tempat karaoke untuk happy-happy. Menariknya, di karaoke itu tersedia wanita penghibur atau purel yang disediakan secara terselubung. Lalu, bagaimana cara mendapatkan purel tersebut? Berikut ini laporannya.

Kelima tempat karaoke itu NAV di Jalan Raya Jenggala, KTV &Pool di Jalan Raya Gajah Mada, X2 dan DTop yang berdiri berdampingan di Pertokoan Perum Taman Pinang Sidoarjo, serta Yayank yang berada di Kompleks Pertokoan Jenggala Plaza, Jalan KH Mukmin, Sidoarjo.

Selain menyediakan tempat untuk berkaraoke, banyak yang menyebut Yayank sebagai kafe, lantaran tempat ini juga menyediakan pertunjukan live music. Dari lima tempat karaoke tersebut, hanya NAV yang tidak menyediakan purel. Empat karaoke lainnya, KTV & Pool, X2, DTop, dan Yayank, seluruhnya menyediakan purel, meski saat ditanya masalah ini, pengelolanya pasti membantah. Kita tidak menyediakan purel atau wanita penghibur di sini, kata salah satu pengelola tempat karaoke.

Pernyataan pengelola itu bisa benar, tapi bisa juga tidak benar sama sekali. Salahnya, kala berkaraoke di empat tempat tersebut ternyata mudah sekali untuk mendapatkan cewek. Namun sebenarnya, cewek-cewek itu memang tidak disediakan oleh pengelola karaoke.

Tapi disediakan oleh para juru parkir (jukir) yang menjaga parkiran tempat-tempat karaoke itu, ujar Yanto seorang pengunjung setia sebuah tempat karaoke.

Yanto kembali bertutur, cewek-cewek berusia antara 18-25 tahun itu memang tidak stand by di tempat-tempat karaoke tersebut. Sebab, mereka sebenarnya punya pekerjaan lain. Seperti SPG (sales promotion girl) rokok, silet dan obat-obatan, atau bisa juga penjaga toko di sejumlah supermarket.

Tapi dipaparkan Yanto, wanita-wanita itu akan langsung bergerak, jika ada pengunjung karaoke minta ditemani. Tentu saja, yang mengontak biasanya para jukir tempat karaoke itu sendiri. Sehingga kalau butuh cewek, bisa langsung berhubungan dengan juru parkir. Dalam waktu paling lama setengah jam, cewek-cewek itu pasti sudah datang, paparnya.

Karena itulah, tarif purel karaoke tak bisa dipastikan seperti di kafe-kafe. Contohnya di Kafe Pendopo I. Di tempat ini, purelnya bertarif resmi Rp 30 ribu per jam. Padahal dari tarif tersebut, si purel hanya dapat bagian Rp 14 ribu. Sisanya sebesar Rp 16 ribu, jadi
jatah pengelola kafe.

Tapi biasanya, purelnya masih dapat uang tips dari pengunjung. Kalau pemberian itu sudah jadi jatah purelnya, ungkap Yanto.

Tapi kalau tarif purel di tempat-tempat karaoke, tak bisa dipastikan besarnya. Ada seorang purel bersedia dibayar Rp 200 ribu setelah menemani pengunjung atau relasinya selama empat jam. Tapi ada pula yang tidak mau. Bahkan ada purel yang jelas-jelas minta dibayar Rp 100 ribu per jam jika ada orang yang butuh dirinya. Purel yang minta
bayaran sebesar itu orangnya memang cantik dan hot, katanya.

Kata Hot menurut Yanto, artinya purel tersebut bisa diajak lebih daripada menyanyi. Sedangkan kata Lebih, adalah perbuatan-perbuatan yang menjurus ke arah seksual. Seperti berpelukan rapat, berciuman, meraba-raba bagian sensitif purel, hingga bersetubuh. Bahkan menurut seorang sumber, bukan tidak mungkin purel-purel itu akan dimakan langsung oleh relasinya di room (ruangan) karaoke itu juga.

Karena lampu room-nya kan bisa diredupkan. Apalagi waitress-nya juga tak bisa masuk seenaknya kalau tidak dipanggil pengunjung atau menanyakan waktunya yang mau habis, ungkapnya.

Ulah seperti itu biasanya dilakukan pengunjung dan purel yang sama-sama sudah mabuk, lantaran kebanyakan minum minuman beralkohol yang dijual bebas di tempat-tempat karaoke. Pengunjung yang masih sadar, umumnya masih mampu menjaga perilaku. Paling banter, mereka hanya berciuman atau meraba-raba bagian sensitif purelnya.

Kalau cinta satu malam itu mau diteruskan ke ranjang, biasanya mereka akan membawa si purel ke penginapan-penginapan yang menyediakan layanan short time. Tentu saja, untuk masuk ke tahapan ini si purel akan minta tips khusus, selain tip saat mereka menemani relasinya berkaraoke. Kalau mau sampai begituan kita juga harus siap uang buat sewa penginapan. Mereka biasanya kita bawa ke Tretes, pungkas Yanto. n ded

Berita lainnya
"Saya Hanya Bisa Puaskan Tamu…”
“Kita tak Pernah Layani Plus-plu...
Stadium Masih Nekat Buka
Ada Tarian Erotis, Heaven Akan Dis...
Dugem Stadium Ditutup, Heaven Dibi...
PSK Online Berstatus Mahasiswi dan...
Prostitusi Untuk Pejabat
Model Rp 25 Juta
"Enak Kerja Sendiri, Semuanya Masu...
MUI Minta NAV-Hotel ‘Maumu’ Di...
Ditangkap, Purel NAV dan Hotel “...
Karaoke NAV dan Hotel ‘’Maumu...
Ada Karaoke Plus Hotel Short-Time
Bos Karaoke ‘Kibuli’ Pemkot
Surabaya Kota Maksiat
  Komentar Anda :
  Nama * :   Email * :
  Komentar * :
  » :: Disclaimer
   
Auto Loading Records
Copyright © 2012 surabayapagi.com
  Kontak | Tentang Kami | Kode Etik | Disclaimer | RSS Feed  | User Online :  76