menu.jpg
 
Pengesahan STNK dan Bayar Pajak Kendaraan Bermotor Nggak Pake Ribet
Kasubdit Kanit Reg Iden Polda Jatim AKBP Valentino Tatareda, KaDipenda Jatim aa Gede Raja Wija dan perwakilan Jasa Raharja Jatim dalam Sosialisasi Peningkatan Pelayanan KB Samsat dan Pendataan Kendaraan Bermotor

SURABAYA, (surabayapagi.com) Terhitung per 1 Oktober 2012, setelah Telegram Rahasia (TR) Kapolri terkait Peraturan Kapolri (Perkap) No.5 tahun 2012 terbit Pengesahan Surat Tanda Kendaraan Bermotor (STNK) dan Pembayaran Kendaraan Bermotor tidak pakai Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB). Melainkan harus dengan melengkapi dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang masih berlaku dan STNK sesuai pasal 83 Perkap 5 tahun 2012.

Dinas Pendapatan Daerah Jawa Timur menggelar sosialisasi bahwa per 1 Oktober 2012, para wajib pajak yang membayar pajak kendaraan saat ini bisa dilakukan tanpa membawa buku pemilik kendaraan bermotor (BPKB).

"Ini merupakan terobosan baru untuk mempermudah masyarakat agar membayar pajak kendaraan. Semoga ke depan para wajib pajak semakin sadar dan rajin membayar dengan adanya kemudahan ini," ujar Kepala Dipenda Jatim AA Gde Raja Wija kepada wartawan selasa (02/10).

Bekerja sama dengan Direktorat Lalu Lintas Polda Jatim dan Jasa Raharja, tidak hanya pajak tahunan kendaraan bermotor saja yang mendapatkan kemudahan tersebut, namun juga kebijakan pengesahan surat tanda naik kendaraan (STNK), dan Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan Jasa Raharja.

"Para wajib pajak yang kendaraannya sudah jatuh tempo membayar silahkan datang ke Kantor Pelayanan Samsat hanya dengan membawa KTP dan STNK asli saja," tukas dia. Wajib pajak dapat mendatangi kantor pelayanan samsat sebanyak 355 kantor di seluruh Jawa Timur seperti Samsat Induk, Samsat "Drive Thru", Samsat "Corner", Samsat Keliling, Samsat "Payment Point" Mandiri, Samsat Payment Point Bank Jatim, Samsat Kepulauan, E-Samsat "on-line" seluruh Jatim, bus keliling hingga Samsat "link".

Sementara itu, Kasubdit Regident Ditlantas Polda Jatim AKBP Valentino Tatareda mengemukakan, kebijakan ini sesuai Peraturan Kapolri (Perkap) Nomor 5 Tahun 2012. Khusus Surabaya, Sidoarjo, Gresik dan Pasuruan, sudah berlaku mulai 1 Oktober 2012. Sedangkan untuk daerah lainnya di Jawa Timur diberlakukan per 15 Oktober 2012.

"Kebijakan ini untuk mempermudah wajib pajak membayar. Semakin mudah caranya maka semakin besar keinginan pemilik kendaraan membayar kewajibannya. Efeknya, tentu menambah pemasukan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Jatim," tukas mantan Kasat Lantas Polrestabes Surabaya tersebut.

Tapi sayang dari pantauan di lapangan di beberapa Kantor Samsat Bersama belum ada tulisan maupun ucapan sosialisasi kebijakan ini. Salah satu petugas Samsat ketika ditemui mengaku belum mendapat pemberitahuan bahwa wajib pajak diperbolehkan tidak membawa BPKB.

"Kami belum mendapat pemberitahuan bahwa sekarang bisa tanpa BPKB," ucap salah
seorang petugas yang enggan disebutkan namanya.(hari)

Berita lainnya
Juanda Siap Layani Pemudik 24 Jam
Polantas Rekayasa 17 Jalur Mudik
Terjunkan 1.120 Petugas Amankan Li...
Turunkan Timsus Periksa Daging
Tanpa listrik, Minim Alat dan Rela...
Dibayar Sampah, Bisa Dirikan Lima ...
Sniper Kawal Mudik Lebaran
Pemudik Bakal Dikawal
Gaji Hakim Naik, Kualitas Belum Te...
Cegah Laka, Sopir Bus Terminal Pur...
Pemilik Kendaraan Dijamin Tidak Di...
Buka ATM Samsat, Soekarwo Raih MURI
Setahun Plat Nomor Belum Jadi
Bantuan Alat Pelacak Kasus
Pemprov Jatim Luncurkan ATM Samsat
Copyright © 2012 surabayapagi.com
  Kontak | Tentang Kami | Kode Etik | Disclaimer | RSS Feed  | User Online :  82