menu.jpg
 
Pembagian Harta Gono Gini

Pertanyaan :

Saya mau konsul mengenai hukum perceraian dan hukum gono gini. Saat ini saya sedang menunggu sidang perceraian yang pertama di Pengadilan Agama (PA) kurang lebih dua minggu lagi. Kami memutuskan bercerai pada awalnya karena percekcokan. Kami menikah Januari tahun ini, dan saya ditalak cerai Mei.

Sebagai catatan semenjak menikah kami beda kota, dan dia tidak pernah menafkahi saya (materi) karena menganggap saya punya penghasilan dan kami belum punya anak.

Kami mempunyai satu harta gono gini, yaitu mobil, mobil kredit. DP, Rp 1 juta uang suami dan Rp 2 juta uang saya. Tapi cicilan per bulan uang bersama. Mobil dibeli kredit pakai nama suami, agunan rumah mertua saya.

Setelah talak, kami sama-sama berselingkuh. Saya dekat dengan pria lain, begitu juga dia. Saya hanya punya bukti-bukti pesan email mesra antara suami saya dan wanitanya. Tapi dia punya bukti foto-foto saya dengan pria lain (tapi foto biasa, foto berdua, bukan foto vulgar).

Sekarang dia menuntut dan mengancam saya untuk mengembalikan mobil itu ke dia dan saya hanya diberi uang DP saya awalnya Rp 2 juta (mobil memang dipegang saya). Dia mengancam kalau saya tidak memberikan mobil itu kata dia, dia akan memberi foto-foto itu ke pengadilan dan bilang kalau saya selingkuh (dia tidak tahu kalau saya punya bukti-bukti message dia). Karena dia yakin kalau dia tunjukkan foto-foto saya ke pengadilan, dia akan menang dan mobil akan diambil dia sepenuhnya dan saya tidak dapat apa-apa.

Yang saya ingin tanyakan, dari segi hukumnya kasus saya bagaimana? Dan apakah saya bisa menuntut kalau selama ini saya tidak dinafkahi (materi) sama suami saya? Dan apa yang harus saya lakukan. Dia masih berhutang mahar kawin sama saya. Dulu maharnya seperangkat perhiasan emas tapi sampai detik ini dia tidak memberikan kepada saya.

Tidak ada yang dibeli lagi kecuali mobil saja, saya tinggal kos dan biaya sendiri. Suami saya diluar kota juga kos dan biaya sendiri. Biaya hidup saya, saya penuhi sendiri. Yang ada di pikiran saya, kenapa saya mempertahankan mobil itu karena saya pikir saya tidak dinafkahi, mahar kawin masih hutang, kok uang segitu suami saya nuntut dikembalikan? Apakah saya tidak punya hak? Walau sekarang dia punya bukti foto-foto saya tapi saya juga punya bukti print out pesan-pesan dia. Jadi yang sekarang dipermasalahkan hanya mobil itu karena kami sepakat cerai.. Saya mohon penjelasannya. Terima kasih banyak.

Nama pada Redakasi


Jawaban :

Pemeriksaan perkara pereraian di Pengadilan Agama memang dapat sekaligus dilakukan pembagian harta bersama (gono-gini), dengan nilai yang sudah diperhitungkan sendiri jumlahnya oleh para pihak. Untuk mobil kredit demikian pula, Saudara dapat menghitung secara wajar, agar dapat dibagi masing-masing separuh bagian antara suami dengan istri.

Perbedaanya terletak pada “Siapa” yang mengajukan perceraian (Suami atau Istri). Kalau suami yang mengajukan, namanya “Permohonan Cerai Talak” dengan kewajiban memberikan kepada istri berupa : MUT’AH, Nafkah, IDDAH, MASKAN, KISWAH serta melunasi MAHAR.
Sedangkan kalau istri yang mengajukan namanya, “Gugatan Perceraian”, dengan kewajiban membayar “IWADL” atau uang tebusan. Tentu saja Saudara berhak untuk meminta nafkah terutang dan pembagian harta bersama tersebut, dan sepanjang Saudara tidak dinyatakan sebagai istri yang “NUSYUZ”. Saudara berhak mendapatkan kewajiban-kewajiban yang dibebankan kepada suami seperti tersebut diatas apabila yang mengajukan Permohonan Cerai Talak adalah Suami.
Untuk perceraian yang sudah disepakati, tentu saja prosesnya menjadi lebih lancar, yang jelas alasan-alasan perceraian sebagaimana ditentukan dalam undang-undang terpenuhi.

Berita lainnya
Bupati Berharap PPIP Berjalan Sesu...
Mengecek Keaslian Sertifikat Tanah
Bos PT Golden Shines (Edward Ho) p...
2012 PAD Kota Probolinggo Naik Men...
Belum Ada Perjanjian, UM Tak Bisa ...
Keabsahan Perkawinan di USA
Kekuatan Pembuktian, Perjanjian Ha...
Gugat Cerai Karena Suami Pindah Ag...
Suami Ingin Beristri Lagi
Sertifikat Hak Milik Atas Nama Org...
Namanya Digunakan dalam Akta Anak ...
Pengembang Real Estate Wanprestasi...
Tak Bisa Menuntut Dinikahi Pria Be...
Hak Kepemilikan Tanah oleh Warga N...
Pembagian Harta Waris dalam Perkaw...
Copyright © 2012 surabayapagi.com
  Kontak | Tentang Kami | RSS Feed  | User Online :  58