menu.jpg
 
Korban Tewas Jadi 9 Orang, Penjual Cukrik Tersangka

Korban tewas akibat menenggak minuman keras (miras) oplosan arak atau cukrik, bir dan spirtus terus bertambah. Sebelumnya empat dari 12 peserta pesta miras jenis cukrik tewas, saat ini korban pesta miras bertambah. Jumlah korban tewas, Kamis (19/9) bertambah menjadi 9 orang. Bertambahnya korban ini setelah lima orang yang dirawat di RSU dr. Soetomo menyusul meninggal setelah mengalami kritis selama 3 hari. Tiga korban meninggal pada siang hari, sedang dua korban lainnya tadi malam.

Antok-Bakrie, SURABAYA

Dua korban terakhir yang meninggal tadi malam diketahui bernama Bambang dan Bagus. Sedang korban tewas sebelumnya adalah Martoyo, Soleh, Cito, Wahid, Yanto, Soetoyo, dan Yudi. Semua korban adalah warga Pakis Wetan Surabaya dan berprofesi sebagai tukang penggali makam.

Sedangkan untuk mempertanggunjawabkan penyebab kematian. Sang penjual miras maut, akhirnya ditetapkan tersangka oleh Polsek Sawahan. Yakni, Ismail (51), warga Pakis Wetan. Tersangka terbukti dengan sengaja menjual miras jenis cukrik yang menyebabkan sejumlah pelanggannya tewas secara berurutan.

Menurut tersangka Ismail, dirinya mendapat pasokan miras cukrik dari seseorang bernama Budi yang hingga kini masih buron. Miras maut yang membuat peminumnya tewas massal tersebut berasal dari kota Tuban. Dia membeli miras dengan harga Rp 24 ribu perbotol dan dijual ke pelanggannya seharga 30 ribu rupiah perbotol.

“Saya ya nggak tahu mas kalau cukrik yang saya jual menewaskan sejumlah pelanggan. Sudah setahun saya menjual minuman ini. Namun, belum pernah terjadi seperti sekarang ini. Apes mas”, urainya sambil berkaca – kaca saat ditemui di sel tanahan Mapolsek Sawahan, Kamis (19/9).

Sementara Kapolsek Sawahan Kompol Manang Soebekti membenarkan jika Ismail sudah ditetapkan menjadi tersangka. Karena akibat minuman yang telah dijual Ismail telah menimbulkan korban tewas secara beruntun. ”Kami juga masih memburu pemasok cukrik tersebut dengan DPO bernama Budi warga Tuban,” ujarnya.

Budi ini memiliki toko di Jl Kutai Gg II Surabaya. Diketahuinya nama ini berdasar dari keterangan tersangka Ismail. Polisi sempat menggerebeknya, tapi ia berhasil meloloskan diri. Dan hingga saat ini, dia masih dalam pengejaran polisi. “Dari lokasi tersebut, petugas berhasil menyita barang bukti berupa empat dus berisi botolan miras siap edar, dan satu jiriken arak,” kata Manang.

Tersangka dijerat dengan pasal 140 KUHP dan pasal 146 KUHP tentang menjual pangan yang membahayakan nyawa orang lain dan menyebabkan kematian, dengan ancaman hukuman hingga 10 tahun penjara.

Kata Manang, Ismail, penjual minuman keras jenis cukrik pada polisi mengaku sempat curiga aroma minuman keras yang dia terima dari pemasok, berbeda dari biasanya. "Ada aroma spiritusnya," kata Ismail seperti ditirukan Kompol Manang.

Sementara itu, miras yang disita polisi sebagian dibawa ke Labfor Cabang Surabaya di Polda Jatim. Langkah ini diambil agar polisi bisa mengetahui secara detail bahan apa yang dipakai oleh mereka dalam minuman keras tersebut. “ Kita tadi membawa sample/ contoh minuman keras cukrik ini ke labfor untuk diperiksa,”imbuh Manan.

Polisi tentu ingin mengetahui bahan campuran apa yang akhirnya menewaskan sejumlah pemabuk ini. Kasus ini menjadi atensi polisi. Kapolrestabes Surabaya Kombes Polisi Setija Junianta sudah menginstruksikan jajarannya untuk mendalami tuntas kasus ini sampai ke produsen minuman kerasnya. Apalagi, korbannya tak hanya warga Surabaya, tapi tiga warga Gresik yang mabuk di kafe Jl Embong Malang Surabaya. n

Berita lainnya
Proyek Pakuwon Tewaskan Pekerja
Gara-gara Kabel Listrik, Habisi Re...
Judi Domino, Tiga PNS Dibui
Maling Babak Belur Dimassa
Pemuda Kedung Peluk Tewas Dibantai...
Suami Bacok Selingkuhan Istri
Amankan Rekonstruksi, Bekuk Pelaku...
Dua Pencuri Motor Nyonyor Dimassa
Rombongan Pengantin Tabrak Pembata...
Pasutri Pesta Sabu Dibekuk
Dua Pemuda Ditemukan Tewas di Beng...
Turun Pesawat di Juanda, Dibius da...
Takut Dikeroyok, Ngumpet di Pasar ...
12 Nama Ini Calon Menko Jokowi
3 Pemuda Komplotan Curanmor Diring...
Copyright © 2012 surabayapagi.com
  Kontak | Tentang Kami | Kode Etik | Disclaimer | RSS Feed  | User Online :  91