Polemik kepemimpinan di Unibo berbuntut rusuh
|
| Kamis, 24 Mei 2012 | 08:34 WIB |
|
|
|
BONDOWOSO – Polemik kepemimpinan di Universitas Bondowoso (Unibo) berbuntut rusuh. Aksi unjuk rasa yang dilakukan mahasiswa, Rabu (23/5/12) untuk menolak kepemimpinan Rektor Edy Basuki Yayasan Pendidikan Gotong Royong versi akta 18 berubah menjadi anarkis. Bahkan mahasiswa menghajar rektor tersebut hingga mengalami luka wajah yang cukup serius. Beruntung, polisi berhasil mengevakuasinya dan langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapat perawatan medis.
Mahasiswa juga mengusir seluruh staf rektorat kubu yayasan versi akta 18 ke luar dari kampus. Mereka juga men-sweeping semua dosen maupun staf yang dinilai pro kubu Edy Basuki. Bahkan, selain merusak sejumlah properti kampus, mereka juga sempat membakar ban bekas di halaman kampus.
Aksi mahasiswa tersebut merupakan bentuk penolakan terhadap kepemimpinan rektor Edy Basuki. Mereka menilai, Edy Basuki sudah tidak sah memimpin Unibo menyusul keputusan di tingkat banding yang memenangkan kubu Yayasan versi akta 12 pimpinan rektor Hernanik. Dalam keputusan itu, Pengadilan Tinggi menyatakan bahwa segala produk, atau tindakan dari Yayasan Pendidikan Gotong royong versi akta 18 yang dipimpin rektor Edy Basuki tidak sah dan batal demi hukum. Hingga saat ini kampus Unibo masih dijaga ketat aparat kepolisian. Ada kabar, kubu Edy Basuki akan melakukan serangan balik untuk merebut kembali kampus. (dt)