menu.jpg
 
Direktur PDAM Gak Krasan Nyambut Mbek Risma

SURABAYA - Satu persatu pejabat di Pemkot Surabaya mundur dari jabatan yang diembannya. Kali ini adalah Direktur Utama PDAM Surabaya, M Selim. Hal ini semakin menguatkan kabar jika walikota Surabaya Tri Rismaharini tidak mampu mengelola manajemen pemerintahan dengan baik.

Dengan demikian, jajaran Pemkot Surabaya benar-benar amburadul. Pasalnya, sejumlah pejabat penting akan meninggalkan pemkot secara bergiliran. Setelah rencana pengundurun diri, Sekkota Sukamto Hadi dan Asisten II Bidang Administrasi Pembangunan Mukhlas Udin meski selalu dibantah Walikota Tri Rismaharini.

Sumber dilingkungan pemkot menegaskan tidak hanya Selim saja yang bakal mengundurkan diri. Tapi akan disusul oleh beberapa dirut BUMD lainnya. “Terbukti kan ucapan saya. Nanti, semua dirut BUMD bakal mengundurkan diri,” katanya.

Bahkan, meski dibantah walikota terkait pengunduran Sukamto Hadi dan Mukhlas Udin, kedua pejabat tersebut sebenarnya telah mengajukan surat pengunduran diri. Hanya saja surat pengunduran diri tersebut tidak disetujui walikota. Dalam dunia pegawai negeri mengundurkan diri membutuhkan proses yang cukup panjang.
Sejak dipimpin Tri Rismaharini, kondisi pemkot memang ibarat ‘api dalam sekam’. Meski terlihat tenang tapi kondisi sebenarnya cukup bisa memanaskan. Tak heran beberapa kepala SKPD berniat untuk pension dini. “Wah, lek kondisi saat ini, koyok’e enak pension dini ae,” ujar seorang kepala dinas.

Terkait pengunduran diri, Selim, Ketua Dewan Pengawas PDAM, Mukhlas Udin, M Selim memang telah mengajukan pengunduran diri pekan lalu. Alasan pengunduran diri tersebut karena M Selim mendapatkan tawaran yang lebih menarik, yakni menjadi direktur pada salah satu perusahaan swasta internasional di Jakarta, yang juga dalam bidang air. “Kami tak bisa menghalangi Pak Selim. Karena ini menyangkut karir beliau yang lebih tinggi. Jika pilihan itu memang lebih baik, ya kami tak bisa melarang atau menghalang-halanginya. Semua itu tergantung Pak Selim,” kata Mukhlas Udin, Kamis (31/3).

Sumber internal PDAM Kota Surabaya mengatakan, Direktur PDAM M Selim mundur lantaran merasa sudah tidak dikehendaki lagi oleh walikota Surabaya Tri Rismaharini yang merupakan bos dari PDAM Surya Sembada. Apa bentuk ketidaksenangan walikota? Sumber ini mengatakan, sejak walikota dilantik, direktur PDAM mencoba mengajukan audiensi dengan walikota Surabaya, namun tidak pernah ditanggapi oleh Walikota. "Bagaimanapun juga setiap kinerja dan program PDAM tetap harus dilaporkan ke walikota selaku pemilik PDAM, nah kalau walikota sudah tidak mau menerima laporan, bagaimana direksi bisa bekerja dengan baik, " imbuh karyawan PDAM yang enggan disebut namanya ini, kemarin.

Sebenarnya, lanjut sumber tersebut, M Selim sudah lama ingin mundur, namun selalu digandholi oleh walikota saat itu Bambang DH, namun yang ada sekarang justru walikota yang tidak berkehendak. Ketika ditanya apakah ini bagian upaya bersih-bersih jabatan orangnya Bambang DH, sumber mengatakan, M Selim memang orang dekatnya Bambang DH. "Meskipun sulit dibuktikan, namun kesimpulan ke arah sana memang besar, " tuturnya.

Sementara itu pasca mundurnya M Selim, Komisi B ( Perekonomian ) DPRD Surabaya menginginkan agar pengganti M Selim diambilkan dari internal PDAM sendiri. "Biar tidak timbul penolakan, lebih baik digantikan orang dalam saja, " ungkap ketua Komisi B M Mahmud.
Sesuai aturan yang ada, pemilihan pimpinan BUMD Surabaya dilakukan melalui seleksi secara terbuka untuk umum. "Sesuai aturan,pemilihan Dirut PDAM harus diumumkan melalui media massa," katanya.

Sebenarnya, jabatan M Selim sebagai Dirut PDAM Surabaya hingga 2013 mendatang. Tahun ini, merupakan periode kedua bagi M Selim memimpin PDAM. Selama menjadi Dirut PDAM, M Selim dinilai bisa membuat PDAM Surabaya berjalan kondusif, dan dinilai sukses karena bisa mengambil gebrakan kebijakan baru.

Seperti pengoperasian Instalasi Penjernihan Air (IPA) Karangpilang III. Dengan proyek tersebut, kuantitas dan kualitas air PDAM meningkat signifikan. Selain itu, capaian deviden juga mengalami kenaikan. Pada 2008 lalu, PDAM ditarget 28,5 miliar dan ternyata bisa mencapai Rp29,5 miliar, dan tahun 2009 mencapai Rp30,5 miliar.

Terpisah, Dirut PDAM M Selim mengakui, jika dirinya memang telah mengajukan pengunduran diri dari jabatan PDAM. Ia menegaskan, jika pengunduran dirinya bukan karena ada gesekan internal PDAM. Namun karena mendapatkan tawaran dari perusahaan swasta di Jakarta. “SK-nya nanti turun per 1 Mei. Untuk nama perusahaannya apa, nanti dulu. Karena semua itu masih belum pasti,” kata alumnus Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) ini. Menurut M Selim, ada beberapa tugas yang harus diemban oleh dirut baru nanti. Salah satunya adalah memperluas distribusi air PDAM hingga 95 persen pada tahun 2015 mendatang. Saat tini, distribusi air PDAM ke masyarakat telah mencapai 80 persen. ton/ov

Berita lainnya
Sekdaprov Mbalelo
Awasi Kinerja Sekdaprov
Soal Aset Rp 22 T, BPN Jatim Dicur...
Kebutuhan Rakyat di Akomidir Lewat...
Sekdaprov Kepras Dana Wong Cilik
DPRD dan Sekdaprov Gegeran
Dari Arisan, Lanjut Sistem Tanggun...
BKD Bingung Jumlah PTT Pemprov
Larangan Gubernur Rekrutmen Tenaga...
Soekarwo Dapat Pujian di Silatnas
Dewan Pelototi R-APBD Jatim Rp 22,...
Pakde Deadline Akhir November
KPK Tagih LHKPN Anggota DPRD Jatim
Soekarwo Apresiasi KPK Lakukan Pen...
Gus Ipul Terima Tanda Kehormatan d...
Copyright © 2012 surabayapagi.com
  Kontak | Tentang Kami | Kode Etik | Disclaimer | RSS Feed  | User Online :  92