menu.jpg
 
Usai Dibunuh, Karyawati UBS kenjeranDiperkosa

SURABAYA - Terkuak sudah misteri pembunuhan terhadap Tabita Maerani (21), karyawati PT Untung Bersama Sejahtera (UBS) di Jl Kenjeran No 395-399 Surabaya. Gadis manis itu ternyata dihabisi Nursholeh alias Sholeh, warga Dusun Nduran RT 3 RW 2 Wonoayu, Sidoarjo. Kemarin, pria 23 tahun itu ditangkap anggota Unit Resmob Sat Reskrim Polrestabes Surabaya.

Terkuak juga, usai membunuh Tabita, Sholeh yang bekerja sebagai cleening service di pabrik pembuatan emas di Kenjeran itu, menyetubuhi korban. Padahal, gadis asal Tlogo, Kanigoro, Blitar itu sudah tak bernyawa.

Dari hasil otopsi jenasah Tabita di RSU Dr Soetomo terdapat ketidakwajaran meninggalnya Tabita. Tidak wajarnya kematian tersebut adalah kehabisan oksigen dan cekikan serta luka sobek pada lengan kanan. Dari hasil otopsi itu, pihak rumah sakit juga mendapatkan hasil baru, yakni alat kelamin korban bekas sobek.

Dari sini terungkaplah, bahwa pelaku pembunuhan Tabita adalah Sholeh. Dari penangkapan pria ini, polisi mendapatkan barang bukti berupa sandal jepit, sarung tangan dengan noda darah dan telepon kantor. Pelaku sempat menyetubuhi korban dalam kondisi mati sebelum dibuang di atas lift barang," kata Kapolrestabes Surabaya Kombespol Coki Manurung di Mapolrestabes Surabaya, Senin (17/10).

Lalu apa motif tersangka? Dari pemeriksaan polisi, Sholeh mengaku dirinya dihina karena hanya bekerja sebagai cleening service. Hinaan itu diucapkan Tabita karena Sholeh berusaha merayunya dengan meminta nomor ponselnya. Tersangka tersinggung karena dilecehkan korban, tegas Coki.

Kronologisnya, saat itu Sholeh memanggil Tabita dan mengaku tuan Koho atau Eko Waseso, kepala divisi asah pisau di lantai 3. Akhirnya korban mencari tahu siapa yang memanggil. Karena tidak tahu tempatnya, korban yang baru seminggu bekerja tersebut bertanya kepada rekannya siapa yang memanggilnya dirinya. Ternyata yang memanggilnya diketahui ada di lantai 3. Saat berada di lantai 2, korban dihadang oleh tersangka. "Boleh minta nomer telponnya ta mbak," tanya Sholeh ke korban.

Namun korban memberikan jawaban yang membuat Sholeh tersinggung. Kamu ga usah macam-macam. CS (cleening service) ae kok wani nggudo aku. Bayaranmu piro, ujar Tabita. Jawaban ini membuat Sholeh tersinggung, sehingga Tabita disekap dan dibawa ke ruang wudu. "Ampun mas ampun," ucap korban ke tersangka, Sholeh akhirnya melepaskan sekapannya.

Setelah dilepas Sholeh dihina lagi. "Ndak bisa ngurus anak gitu," hinaan kedua yang dilontarkan korban membuat Sholeh emosi. Tabita kemudian disekap lagi dan dibawa ke ruang meeting yang memang waktu itu tidak digunakan dan sedang kosong. Akibat sekapan Sholeh terlalu erat, membuat korban meninggal. Sholeh lantas melucuti celana dan baju korban dan menyetubuhi hingga puas.

Usai melampiaskan nafsunya, Sholeh membawa korban ke mushala lagi setelah membetulkan celana dan baju korban dan menjatuhkan di lift barang agar tidak ketahuan. Dari situ terlihat seolah-olah korban meninggal karena kecelakaan kerja.

"Berdasarkan pemeriksaan dokter forensik, didapat kesimpulan bahwa korban tewas karena kehabisan oksigen. Setelah melakukan penyelidikan pelaku dapat kami amankan," tandas Kombes Coki Manurung.

Akibat ulahnya itu, Sholeh yang sudah memiliki satu anak ini dijerat pasal 340 sub 338 KUHP dan 285 KUH. Yakni, atas tindak pidana menghilangkan nyawa orang lain atau pembunuhan dan pemerkosaan. Ancaman hukumannya penjara di atas 20 tahun.

Sementara Sholeh mengaku dirinya tidak tahu, saat menggauli Tabita ternyata sudah meninggal dunia. "Saya tidak tau kalau dia sudah mati," aku Sholeh. n bi

Berita lainnya
Semalam, Rumah di Babatan Indah Di...
M’sia Akhirnya Bongkar Mercusuar...
Dua WNA Ditangkap Imigrasi
Maling Mabuk Dimassa
“Raja” Bandit Jalanan Diringkus
Tak Terbukti Palsu Surat, Kurator ...
Pelajar SD Diduga Dihamili Bapaknya
Warga Protes Perluasan Gudang
Bekuk Perampas Motor
Residivis Embat Motor Calon Istri
Ibu dan 2 Anaknya Dibunuh Mantan K...
Semalam, Maling Nyaris Mati
Dukun Cabul Diringkus
Tak Dibayar, Pekerja Kontraktor Ng...
Musnahkan 800 Ton BB Pakan Ternak
Copyright © 2012 surabayapagi.com
  Kontak | Tentang Kami | Kode Etik | Disclaimer | RSS Feed  | User Online :  94