menu.jpg
 
Hak Waris Anak Angkat Tercatat Sebagai Anak Kandung

Pertanyaan :

Saya seorang warga desa, nama saya Adi Purnomo dan Yanita adalah pasangan suami isteri yang hidup secara damai dan sejahtera disuatu desa di Mojokerto. Namun dalam kehidupan dirasakan kurang lengkap karena tidak dikarunia seorang anakpun dalam perkawinan tersebut. Oleh karena itu kami melakukan pengangkatan anak dan diberi nama Surya Putra dan dibuatkan akta kelahiran yang menyatakan sebagai anak kandung dari pasangan Adi Purnomo dan Yanita.
Keluarga tersebut memiliki sebuah rumah dan sebidang sawah di desanya.dan juga tinggal bersama adiknya yang bernama Bambang. Kami mohon bantuan Bapak atau Ibu bagaimana menyelesaikan persoalan tersebut dalam hal:
1. Bagaimana prosedur pengangkatan anak yang benar sehingga memberikan kedudukan hokum anak angkat secara jelas?
2. Apakah Surya Putra yang berakta kelahiran sebagai anak kandung dapat mewaris sebagai anak kandung?
3. Bagaimana seharusnya akta kelahiran yang diberikan kepada Surya Putra?
4. Apakah Bambang sebagai adik Adi Purnomo berhak mendapatkan warisan dari keluarga Adi Purnomo?

Adi Purnomo
Mojokerto

Jawaban :
Bapak Adi Purnomo bahwa berkaitan dengan persoalan yang Bapak hadapi tentang status anak angkat dan hak warisannya perlu saya jelaskan sebagai berikut:
Perlu diketahui bahwa kita telah mempunyai undang-undang tentang Perlindungan Anak yaitu Undang-Undang No. 23 Tahun 2002 yang dalam Pasal Pasal 39 ayat (1) menentukan bahwa, Pengangkatan anak hanya dapat dilakukan untuk kepentingan yang terbaik bagi anak dan dilakukan beradasarkan adat kebiasaan setempat dan ketentuan peraturang perundang-undangan yang berlaku. Ketentuan yang dimaksud adalah Peraturan Pemerintah No. 54 Tahuin 2007 tentang Pengangkatan Anak. Pasal 1 PP No.54 Tahun 2002 menentukan bahwa:
Anak angkat adalah anak yang haknya dialihkan dari lingkungan kekuasaan keluarga orang tua, wali yang sah atau orang lain yang bertanggung jawab atas perawatan, pendidikan dan membesarkan anak tersebut kedalam lingkungan keluarga orang tua angkatnya berdasarkan keputusan atau penetapan pengadilan.

Pengangkatan anak adalah suatu perbuatan hukum yang mengalihkan seorang anak dari lingkungan kekuasaan orang tua, wali yang sah, atau orang lain yang bertanggung jawab atas perawatan, pendidikan dan membesarkan anak tersebut kedalam lingkungan keluarga orang tua angkat.

Mengenai bagaimana syarat-syarat pengangkatan anak diatur Pasal 12 antara lain menentukan belum berusia 18 tahun, anak terlantar, atau diterlantarkan, dalam asuhan keluarga atau lembaga pengasuhan anak. Sedangkan tata cara pengangkatan anak diatur dalam Pasal 19 PP No. 54 Tahun 2007 yang menentukan bahwa pengangkatan anak secara adat keabiasaan dilakukan sesuai dengan tata cara yang berlaku di dalam masyarakat yang bersangkutan. Pasal 20 menentukan permohonan pengangkatan anak diajukan ke pengadilan untuk mendapatkan penetapan pengadilan.

Berdasarkan peraturan tersebut anak angkat Bapak bernama (Surya Putra), apabila proses pengangkatan anak tersebut sudah dilakukan secara adat kebiasaan setempat, seharusnya diikuti dengan pengajuan permohonan ke pengadilan negeri setempat (Pengadilan Negeri Mojokerto) untuk mendapatkan penetapan agar mempunyai kekuatan hokum dan sah.

Walaupun akta kelahiran Surya Putra menyebutkan bahwa Surya Putra sebagai anak kandung dari Bapak Adi Purnomo dan Ibu Yanita tetapi sebenarnya secara hukum tidak berhak sebagai ahli waris seperti anak kandung. Sehingga Surya Putra sebagai anak angkat hanya berhak untuk mendapat bagian dari harta bersama dari Bapak Adi Purnomo dan Ibu Yanita. yang berupa rumah dan sebidang sawah. Sedangkan terhadap harta asal Surya Putra tidak berhak, harta asal kembali ke asal dari keluarga tersebut.

Akta kelahiran Surya Putra seharusnya menyebutkan sebagai anak kandung dari orang tua kandungnya. dan disamping itu dia juga mempunyai Surat Penetepan Pengadilan Negeri Mojokerto yang memberikan status sebagai anak angkat yang sah.

Bambang sebagai adik Bapak Adi Purnomo tidak berhak mendapatkan harta baik harta asal dan sebagian harta bersama, Bambang baru berhak mendapatkan harta asal dan sebagian harta bersama Bapak Adi Purnomo apabila Bapak Adi Purnomo meninggal dunia.

Demikian jawaban yang saya sampaikan berkaitan dengan permasalahan yang Bapak Adi Purnomo hadapi semoga memberikan kejelasan dan dapat menyelesaikan masalah tersebut. Terima kasih

Berita lainnya
Mafia Tanah Berwajah “Seribu”
Bupati Berharap PPIP Berjalan Sesu...
Mengecek Keaslian Sertifikat Tanah
Bos PT Golden Shines (Edward Ho) p...
2012 PAD Kota Probolinggo Naik Men...
Belum Ada Perjanjian, UM Tak Bisa ...
Keabsahan Perkawinan di USA
Kekuatan Pembuktian, Perjanjian Ha...
Gugat Cerai Karena Suami Pindah Ag...
Suami Ingin Beristri Lagi
Sertifikat Hak Milik Atas Nama Org...
Namanya Digunakan dalam Akta Anak ...
Pengembang Real Estate Wanprestasi...
Tak Bisa Menuntut Dinikahi Pria Be...
Hak Kepemilikan Tanah oleh Warga N...
  Komentar Anda :
  Nama * :   Email * :
  Komentar * :
  » :: Disclaimer
   
Auto Loading Records
Copyright © 2012 surabayapagi.com
  Kontak | Tentang Kami | Kode Etik | Disclaimer | RSS Feed  | User Online :  108